Anies: Pemerintah Gak Boleh Sok Tahu, Dengarkan yang Berpengalaman 

Anies yakin cara membangun Jakarta dengan gotong royong

IDN Times/Gregorius Aryodamar P

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, dalam membangun Jakarta ia tak mau seakan-akan paling mengetahui semuanya. Untuk itu, ia mengajak orang-orang di luar pemerintahan untuk berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam merumuskan sebuah kebijakan di ibu kota.

Anies menyakini, dalam membangun Jakarta harus dengan cara kolaborasi dan gotong royong.

"Pemerintah gak boleh sok tahu. Pemerintah ya dengerin nasihat yang berpengalaman, dari yang berpengetahuan, dan nasihat dari yang memahami aspek teknis," ujar Anies dalam Webinar IDN Times bertajuk 'Ramai-ramai Bersepeda di Era Pandemik', Rabu (17/6) malam.

Baca Juga: Anies: Jalur Sepeda BKT Bisa Digunakan Pesepeda 100 Persen Sabtu Ini

1. Pemerintah minim ide dan kreativitas, sehingga perlu kolaborasi

IDN Times/Gregorius Aryo Damar P

Sebagai contoh, kata Anies, dalam membuat kebijakan terkait jalur sepeda Pemprov DKI Jakarta berkomunikasi dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), dan Komunitas Bike to Work.

Menurut Anies, orang-orang yang di luar pemerintahan seperti komunitas tersebut memiliki ide, nasihat, tapi tak punya kewenangan dan fiskal. Sedangkan pemerintah berwenang membuat kebijakan dan memiliki fiskal.

"Kami punya kewenangan, punya fiskal tapi minim ide dan kreativitas. Kalau itu bisa join, that will be great," ujar Anies.

Baca Juga: Anies Akan Buat Pergub Khusus Parkir Sepeda dan Fasilitas Penunjangnya

2. Pemprov DKI Jakarta ingin dengar masukan dari orang non-pemerintahan

Anies Baswedan dalam acara Ngobrol Seru : Ramai-ramai bersepeda di era pandemik COVID-19 by IDN Times (IDN Times/Besse Fadhilah)

Anies mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sangat ingin mendapat masukan dari pengalaman orang-orang di pemerintahan mengenai apa yang dibutuhkan ibu kota. Sebab, bila pemerintah membuat kebijakan sendiri, maka belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan tantangan di masa depan.

"Karena itu pendekatannya kolaborasi," jelas Anies.

3. Di Jakarta masih banyak yang bersepeda untuk olahraga

Ilustrasi Hari Sepeda Dunia 3 Juni (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2014-2016 ini pun mengapresiasi pihak-pihak yang telah memulai penggunaan sepeda sebagai alat transportasi. Sebab, ia melihat masih banyak orang yang menggunakan sepeda hanya sebagai alat berolahraga.

"Tapi sebagai alat transportasi belum, ini yang musti kita dorong. Di Jakarta yang saya lihat sepeda sebagai alat olahraga, digunakan saat liburan," ujar Anies.

Baca Juga: Dito Ariotedjo: Tren Sepeda Bisa Jadi Budaya Baru di Indonesia 

Berita Terkini Lainnya