Comscore Tracker

Ribuan Warga Borobudur Semarakkan Kirab Budaya untuk Delegasi G20

Mendapat apresiasi dari Mendikbudristek Nadiem Makarim

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan Kirab Budaya dan Rapat Raksasa bertajuk "Nyawiji Nunggal Rasa" di Kecamatan Borobudur dalam rangkaian agenda G20 bidang kebudayaan.

Semangat yang diusung pada kirab tersebut adalah kebersamaan masyarakat untuk bisa kembali bekerja dan berkarya, serta untuk pulih kembali kepada kondisi yang selaras dengan alam.

Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, mengapresiasi kirab ini yang tidak hanya menekankan pada budaya namun juga lingkungan,

"Saya mengapresiasi masyarakat peserta Kirab Budaya yang sudah unjuk kreativitas dengan mengambil inspirasi dari fauna yang terdapat pada relief Candi Borobudur. Lebih dari itu, material yang digunakan terdiri dari bahan yang ramah lingkungan. Hal itu sejalan dengan apa yang kita dorong dalam agenda G20 bidang Kebudayaan," kata Nadiem dalam keterangan yang diterima IDN Times, Selasa (13/9/2022).

1. Sebagai simbol bahwa masyarakat desa ikut andil dalam memulihkan dunia pascapandemik

Ribuan Warga Borobudur Semarakkan Kirab Budaya untuk Delegasi G20Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam kirab budaya di Borobudur (Dok. IDN Times/Istimewa)

Kirab digelar pada Senin, 12 September 2022 mulai pukul 8.00 pagi. Kegiatan ini melibatkan 2 ribu warga perwakilan dari 20 desa di Kecamatan Borobudur. Kirab Budaya dan Rapat Raksasa G20 terdiri dari empat segmen kegiatan, yakni Ritus 'Bangun Tuwuh' di Candi Pawon, Kirab Budaya 'Mulih Pulih' dari Candi Pawon menuju Candi Borobudur, Rapat Raksasa 'Nyawiji' di Taman Lumbini Candi Borobudur, dan Parade Seni 'Golong Gilig'.

Menurut Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, yang juga Koordinator Pertemuan Tingkat Menteri Kebudayaan G20, Hilmar Farid menyebut kirab budaya sebagai cerminan keterlibatan masyarakat desa dalam upaya pemulihan kehidupan.

“Kirab budaya ini menjadi wujud nyata keterlibatan masyarakat desa dalam upaya bersama merayakan kehidupan dan diharapkan dapat kembali pulih tidak hanya lebih kuat, namun juga tepat guna dan bermanfaat,” kata Hilmar.

Baca Juga: G20 Sepakati Pembentukan Dana Global untuk Pemulihan Seni-Budaya 

2. Makna dari kirap yang diikuti ribuan masyarakat

Ribuan Warga Borobudur Semarakkan Kirab Budaya untuk Delegasi G20Kirab budaya di Kecamatan Borobudur (Dok. IDN Times/Istimewa)

Ritus 'Bangun Tuwuh' merupakan simbol dari harapan seluruh kalangan masyarakat untuk sebuah awal yang baru setelah 2 tahun pandemik terjadi. Biji tanaman yang didoakan akan dibawa pulang dan ditanam, dengan harapan akan tumbuh subur bersama dengan tumbuh makmurnya kehidupan masyarakat. Ritus doa bersama ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan kirab dan dilakukan oleh perwakilan dari 20 desa, perwakilan pemuka agama, dan pemuka adat nusantara.

Kirab Budaya 'Mulih Pulih' adalah gerak kirab massal yang melibatkan 2 ribu warga desa yang bergerak dari Candi Pawon ke Lapangan Lumbini, Borobudur. Inilah gerak menari warga yang ditata secara koreografis menurut gagasan dan tradisi masing-masing desa. Karya-karya instalasi fauna Borobudur, karya-karya limbah, dan tetumbuhan menemani gerak kirab ini.

Kisah Jataka yang terpahat dalam relief Candi Borobudur diambil sebagai tema Kirab Budaya yang menginspirasi warga tiap-tiap desa dalam penciptaan karya instalasi ragam fauna, yang nantinya diusung dalam gerak bersama barisan kirab.

Rapat Raksasa 'Nyawiji' merupakan simbol solidaritas dengan sesama dan menyampaikan aspirasi melalui rangkaian pertunjukan, yang merupakan adaptasi artistik dari aneka isu yang telah didiskusikan dalam rangkaian kegiatan yang melibatkan pelaku budaya sebelumnya.

Kirab Budaya dan Rapat Raksasa ini merupakan bagian Program Pemajuan Kebudayaan Desa, salah satu program Ditjen Kebudayaan yang menitikberatkan pada proses pemberdayaan masyarakat yang melibatkan warga sebagai pemilik budaya.

Tahun ini adalah tahun ke-2 Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek, mendampingi warga Kawasan Borobudur untuk menemukan kembali potensi budayanya, kemudian membuat program pengembangan sekaligus bagaimana pemanfaatannya untuk kehidupan berkelanjutan. 

3. Pertemuan G20 bidang kebudayaan berhasil sepakati platform pendanaan untuk budaya

Ribuan Warga Borobudur Semarakkan Kirab Budaya untuk Delegasi G20Pertemuan Pejabat Tinggi (Senior Official Meeting/SoM) G20 bidang Kebudayaan yang ketiga di Borobudur, Jawa Tengah (Dok. IDN Times/Istimewa)

Dalam Pertemuan Pejabat Tinggi (Senior Official Meeting/SoM) G20 bidang Kebudayaan, Kemendikbudristek berhasil mengajak dunia untuk bergotong royong dalam mendorong penerapan praktik hidup berkelanjutan, serta mengeksplorasi dukungan bagi pelaku budaya yang terdampak pandemik melalui inisiatif Dana Global untuk Pemulihan Seni dan Budaya (Global Arts and Culture Recovery Fund/GACRF).

“Negara-negara Anggota G20 secara sukarela akan mengeksplorasi platform pendanaan, ini yang harapannya akan menyediakan dukungan yang diperlukan untuk memulihkan sektor ekonomi budaya yang telah sangat terdampak oleh pandemik,” ungkap Hilmar.

Baca Juga: Presidensi G20, Indonesia Potensi Raup Rp519 Triliun!

Andi IR Photo Verified Writer Andi IR

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya