Comscore Tracker

Kasus COVID-19 di Sumbar Meledak, 39 Praja IPDN Positif

Pasien positif di Sumbar bertambah 286 Orang

Padang, IDN Times - Angka terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 di Sumatra Barat (Sumbar) kembali melonjak. Data terbaru yang dirilis Gugus Tugas, terdapat 286 dari total 2.695 sampel yang diperiksa dinyatakan positif.

Kota Padang menduduki peringkat pertama dengan total warga yang positif mencapai 122 orang, disusul Kabupaten Agam 33 orang di urutan kedua, dan kota Payakumbuh di urutan ketiga dengan 19 orang.

1. Klaster pendidikan berasal dari dua institusi

Kasus COVID-19 di Sumbar Meledak, 39 Praja IPDN Positif(Ilustrasi pendidikan) IDN Times/Sukma Shakti

Klaster pendidikan dianggap sebagai penyumbang angka positif terbanyak. Setidaknya ada dua klaster baru saat ini. Pertama, klaster Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Baso di Kabupaten Agam. Sebanyak 39 praja dinyatakan positif hingga swab tes massal pun dilakukan.

Kedua adalah klaster Yayasan Waqaf Ar Risalah kota Padang. Tercatat sebanyak 198 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan karyawan dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Ketua Satgas COVID-19: Vaksin Tak Menjamin Kasus Menurun

2. Gubernur minta Disdik dan Dinkes berkolaborasi

Kasus COVID-19 di Sumbar Meledak, 39 Praja IPDN Positifislampos.com

Menyikapi munculnya klaster di dunia pendidikan ini, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meminta Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) berkolaborasi, mengedukasi dan bimbingan pengetahuan untuk menangani COVID-19.

"Mesti ada kolaborasi dan sinergitas antara Disdik dan Dinkes dalam penanganan dan pengendalian wabah COVID-19 di tengah masyarakat, terutama dalam kegiatan proses pembelajaran dan pengajaran di sekolah-sekolah," ujar Mahyeldi, Jumat (23/4/2021).

Menurut Mahyeldi,  Perda tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sudah menjelaskan tentang pencegahan penyebaran virus corona. Ia meminta Dinkes agar melaksanakannya dengan baik.

3. Peringatan keras dari ahli epidemologi

Kasus COVID-19 di Sumbar Meledak, 39 Praja IPDN PositifVirus SARS-CoV-2 (bintik kuning) menginfeksi sel apoptotik (merah) )ANTARA FOTO/Institute of Allergy and Infectious Diseases, NIH/Handout via REUTERS_

Munculnya kalster baru dan melonjaknya angka terkonfirmasi positif COVID-19 ditanggapi serius oleh Ahli Epidemiologi Sumbar, Defriman Djafri. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan ada ledakan kasus yang sangat tinggi lagi. Positive rate berada di angka 17,6 persen sebagai angka tertinggi sejak pandemik menyerang Ranah Minang.  

“Melihat situasi saat ini, potensi adanya ledakan kasus positif COVID-19 bisa saja terjadi apabila tidak segera diantisipasi dengan cepat. Laju kematian yang sempat bisa kita tekan pada 2020 lalu, kini melonjak tajam. Angka kematian kita tinggi,” kata Defriman.

Menurutnya, ketakutan terhadap bahaya penyebaran COVID-19 terkesan sudah hilang. Meski Perda AKB sudah ada, namun adaptasi sama sekali tidak terbangun. Malah yang kondisi sekarang ini tampak seperti kembali normal.  

“Salah satu penyebabnya adalah komunikasi risiko yang tidak sampai ke masyarakat. Kebijakan jalan tengah yang diambil seakan tarik-menarik antara pertimbangan ekonomi dan penanganan pandemik. Ditambah lagi urusan ibadah, seperti mengurai antara keyakinan, pengetahuan, dan kepedulian. Ini yang kadang-kadang tidak sejalan,” tutup Defriman.

Baca Juga: Ratusan WN India Masuk Indonesia, 9 Orang Positif COVID-19

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya