Comscore Tracker

Kasus Meninggal karena COVID-19 di Sumbar Meningkat Tajam

Kepala daerah didesak segera mengambil tindakan konkret

Padang, IDN Times - Ahli Epidemologi asal Sumatra Barat (Sumbar), Defriman Djafri menyebutkan, jumlah warga yang meninggal karena COVID-19 mengalami kenaikan yang tajam.  

“Hasil analisis kita, angka terkoinfirmasi positif di Sumbar mengalami kenaikan. Ini juga dibarengi dengan angka kematian yang cukup signifikan. Kondisi ini sudah terjadi sejak sebulan terakhir,” katanya, Kamis (06/05/2021).

1. Kasus meninggal diprediksi akan terus meningkat

Kasus Meninggal karena COVID-19 di Sumbar Meningkat TajamFoto hanya ilustrasi. (IDN Times/Aldila Muharma-Fiqih Damarjati)

Defriman menjelaskan, kasus Fatality Rate COVID-19 di Sumbar sejak April hingga awal Mei 2021 mencapai 2.27 persen, dengan Persentase kematian di angka 2.35 per 100 ribu penduduk di Sumbar. 

“Kita prediksi kecenderungan laju kematian ini akan terus meningkat ke depannya,”ujar Defriman.

Baca Juga: 44 Napi Positif COVID-19, Rutan Klas IIB Batusangkar Sumbar Lockdown

2. Minta kepala daerah segera ambil langkah jitu

Kasus Meninggal karena COVID-19 di Sumbar Meningkat TajamGrafik persentase Mobilitas masyarakat Sumnbar. Doc. IDN Times

Melihat tren kenaikan, baik kasus terkonfirmasi positif maupun kematian yang meningkat, Defriman mengimbau seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota termasuk Gubernur segera mengambil langkah strategis. Kondisi ini kata Defriman harus segera diatasi.

“Jangan lagi ada narasi banyak yang terinfeksi maka sedikit yang mati. Semoga terketuk hati nurani untuk segera mengambil langkah konkret dan mengantisipasi ini semua. Pandemik tidak mungkin dibasmi, tetapi terkendali. Sikap pemimpin menjadi kunci utama dan pemegang kendali. Pemimpin yang punya nyali menentukan sikap peduli, maka akan mampu merubah keadaan,” tegasnya.

3. Nyali pemimpin diuji

Kasus Meninggal karena COVID-19 di Sumbar Meningkat TajamAlasan Mengapa Pemimpin Perempuan Lebih Baik Tangani Pandemik COVID-19 (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurutnya lagi, nyali seluruh pemimpin atau kepala daerah di Sumbar sedang diuji. Apalagi banyak kepala daerah termasuk Gubernur dan Wakilnya yang masih baru menjabat.

"Kepala daerah adalah kunci utama dan pemegang kendali. Penanganan COVID-19 saat ini sudah kendur, namun kita berharap kondisi ini segera dapat diatasi," pintanya.

Topic:

  • Deryardli Tiarhendi

Berita Terkini Lainnya