Comscore Tracker

Klaster Pernikahan Terus Bertambah, Kasus COVID-19 Semarang Melonjak

Klaster pernikahan, pasar dan nakes masih terus bertambah

Semarang, IDN Times - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut lonjakan kasus COVID-19 di daerahnya saat ini karena ada pengembangan dari klaster-klaster lama. Antara lain, klaster pasar, pernikahan, dan tenaga kesehatan.

"Hajatan kemarin itu dari keluarga dan tetangganya yang terinfeksi COVID-19 jumlahnya masih nambah lagi, nambah lagi," kata dia di Semarang, Kamis (25/6). 

Demi menuntaskan kasus-kasus tersebut, Pemerintah Kota Semarang mengalihkan tenaga medis yang sebelumnya melakukan tes massal masif di area publik untuk tracing ke lokasi klaster penularan. 

1. Semarang fokus melakukan tes massal ke klaster-klaster lama

Klaster Pernikahan Terus Bertambah, Kasus COVID-19 Semarang MelonjakWali Kota Semarang, Hendrar Prihadi cek kesiapan pos pantau di pintu masuk ibu kota Jateng. Dok. Pemkot Semarang

Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, mengatakan pihaknya akan menyelesaikan tracing ke beberapa klaster tersebut hingga tuntas.

"Termasuk yang nakes (tenaga kesehatan) itu kami tracking semua ke keluarga, tetangga, dan kawannya supaya mata rantainya benar-benar putus. Begitu penelusuran telah rampung, kami akan melanjutkan tes massal secara masif ke area publik," ujarnya.

Baca Juga: Satu Kali Tes COVID-19 Bisa Hasilkan 3 Kantong Limbah Medis

2. Alat diagnosa sampel swab di Semarang kapasitasnya masih terbatas

Klaster Pernikahan Terus Bertambah, Kasus COVID-19 Semarang MelonjakIlustrasi Swab Test (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Dalam melakukan penelusuran klaster-klaster lama, Pemkot Semarang melakukan kombinasi antara tes rapid dan swab. 

"Jadi tenaga medis akan melakukan rapid test terlebih dahulu. Apabila hasil rapid test menunjukan reaktif maka akan ditindaklanjuti dengan swab test," kata dia.

Hendi menjelaskan, hal tersebut lantaran saat ini alat untuk mendiagnosa sampel swab di Semarang kapasitasnya masih terbatas.

"Hanya mampu menampung 300 sampel. Nanti kalau sudah normal lagi, alatnya sudah mampu melayani sampel lagi, kami lakukan semuanya dengan swab lagi," katanya. 

3. Ketersediaan alat uji COVID-19 masih mencukupi

Klaster Pernikahan Terus Bertambah, Kasus COVID-19 Semarang MelonjakIlustrasi swab test. (Dok.Kementerian BUMN)

Sementara itu, untuk ketersediaan alat uji COVID-19 masih mencukupi baik rapid maupun PCR. Stok reagen atau cairan untuk uji laboratorium juga masih banyak.

"Ketersediaan alat uji aman. Kami sudah membelanjakan keperluan penanganan COVID-19 untuk kepentingan masyarakat Kota Semarang," tuturnya.

Baca Juga: Kota Depok Jadi Klaster Terbesar COVID-19 di Jawa Barat 

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya