Comscore Tracker

Masjid Taqwa Sekayu Semarang: Buah Tangan Utusan Sunan Gunung Jati

Masjid ini berdiri sejak abad ke-14

Semarang, IDN Times - Masjid adalah rumah Tuhan yang kerap menjadi saksi sejarah peradaban Islam dari masa ke masa, baik di Tanah Air maupun mancanegara.

Seperti di Jalan Pemuda Semarang, Jawa Tengah, di antara gedung-gedung pencakar langit berdiri kokoh sebuah masjid yang menjadi saksi penyebaran agama Islam di Kota Lumpia ini.

Masjid ini bernama Masjid Taqwa Sekayu yang diperkirakan dibangun pada abad 14. Bagaimana sejarah berdirinya masjid ini?

Baca Juga: Mocoan Lontar Yusuf dan Jejak Awal Islam di Banyuwangi

1. Masjid Sekayu dibangun pada 1413

Masjid Taqwa Sekayu Semarang: Buah Tangan Utusan Sunan Gunung JatiMasjid Taqwa Sekayu di Jalan Sekayu Masjid Kelurahan Sekayu Kota Semarang tampak dari dalam. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

IDN Times bersama Bersukaria baru-baru ini menyambangi Masjid Taqwa di Jalan Sekayu Masjid, Kelurahan Sekayu, Kota Semarang. Masjid ini ini berdiri kokoh di antara rumah-rumah warga di Kampung Sekayu. 

Seorang pemandu dari Bersukaria bernama Dimas Suryo mengatakan, Masjid Taqwa atau dikenal dengan Masjid Taqwa Sekayu diperkirakan dibangun pada 1413. Konon masjid tersebut merupakan masjid tertua di Jawa Tengah, dan bahkan sempat menjadi masjid terbesar di Kota Semarang. 

‘’Mengapa dikatakan masjid tertua? Karena pembangunan Masjid Sekayu ini lebih dulu dibandingkan Masjid Agung Demak yang berdiri pada 1420,’’ tutur Dimas.

2. Masjid Taqwa Sekayu dibangun utusan Sunan Gunung Jati

Masjid Taqwa Sekayu Semarang: Buah Tangan Utusan Sunan Gunung JatiMakam Kiai Kamal pembangun Masjid Taqwa Sekayu Semarang di area masjid. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum).

Pembangunan Masjid Taqwa Sekayu dan Masjid Agung Demak memang saling terkait. Alkisah, pada waktu itu Walisongo menunjuk Sunan Gunung Jati sebagai pelaksana pembangunan Masjid Agung Demak. Kemudian, karena membutuhkan banyak kayu dari berbagai daerah, Sunan Gunung Jati menunjuk seorang muridnya bernama Kiai Kamal yang merupakan seorang ulama asal Cirebon. 

‘’Dalam proses pengumpulan kayu jati dari berbagai daerah seperti Weleri, Ungaran, Ambarawa, Purwodadi, Kedungjati, Solo, hingga Wonogiri, sebelum dikirim melalui laut ke Demak itu Kiai Kamal menetap di Kampung Sekayu. Sambil mengumpulkan kayu-kayu jati itu dia membangun masjid untuk tempat salat para pekerja yang mengumpulkan kayu di kampung ini,’’ ungkap Dimas.

Semula bangunan asli Masjid Taqwa Sekayu sangat sederhana, hanya menggunakan bambu sebagai tiang penyangga dengan lantai tanah dan atap rumbia. Kemudian dalam perkembangannya, masjid ini dipugar pada 1666. Raja Demak, Raden Patah menghadiahkan saka tatal atau tiang pendopo untuk Masjid Taqwa Sekayu yang kemudian difungsikan sebagai tiang penyangga. 

3. Masjid Taqwa Sekayu sudah direnovasi enam kali

Masjid Taqwa Sekayu Semarang: Buah Tangan Utusan Sunan Gunung JatiKawasan Kampung Sekayu Semarang yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum).

Pemugaran Masjid Taqwa Sekayu sudah dilakukan enam kali. Namun, ada beberapa unsur yang tetap dipertahankan seperti mustoko puncak kubah, tiang penyangga, dan pintu masuk masih tetap terjaga keaslian hingga sekarang. 

‘’Bagian lain yang masih dipertahankan dari masjid, yaitu Makam Mbah Kiai Kamal yang masih berada di samping masjid. Keempat bagian itu masih asli hingga sekarang meski masjid telah direnovasi lebih modern,’’ kata Ketua Masjid Taqwa Sekayu Achmad Arief, Jumat, 17 April 2021. 

Sampai sekarang Masjid Taqwa Sekayu masih menarik perhatian umat muslim dari berbagai daerah hingga luar negeri. Mereka singgah dan melihat secara langsung keistimewaan masjid tersebut. Bahkan ada juga yang berziarah ke makam Kiai Kamal. 

4. Menjadi pusat penelitian studi Islam dari dalam dan luar negeri

Masjid Taqwa Sekayu Semarang: Buah Tangan Utusan Sunan Gunung Jati(Dok. IDN Times)

Banyak mahasiswa dan peneliti studi Islam baik dari kampus di Indonesia maupun luar negeri seperti negara-negara di Timur Tengah, Afrika Selatan, Vietnam, dan lainnya yang datang ke Masjid Taqwa Sekayu untuk melakukan penelitian.

"Sebab masjid ini dinilai paling tua, kuno dan bersejarah. Kami pun terbuka masjid ini dijadikan sebagai tempat kegiatan keagamaan," ujar Arief. 

Kendati, hingga saat ini masih ada beberapa pendapat, apakah benar Masjid Taqwa Sekayu adalah masjid tertua di Jawa Tengah? Mengutip buku ‘’Remah-remah Kisah Semarang’’ yang ditulis Rukardi, ada beberapa pendapat terkait masjid tersebut.

Dalam buku ‘"Sedjarah Masdjid dan Amal Ibadah Dalamnya" karya Aboebakar pada 1955 telah memuat sebuah foto masjid kuno dan tertulis ‘"Mesdjid Pakajuan Semarang yang tertua di Djawa Tengah’’. Masjid yang dimaksud itu adalah Masjid Taqwa, sebuah masjid kecil yang terdapat di Kampung Sekayu Semarang.

5. Masjid Taqwa Sekayu pernah menjadi Masjid Besar di Kota Semarang

Masjid Taqwa Sekayu Semarang: Buah Tangan Utusan Sunan Gunung JatiKawasan Kampung Sekayu Semarang yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum).

Terkait usia masjid, harian Berita Yudha pada 1970-an menurunkan sebuah artikel berjudul ‘"Mesjid Tertua Semarang Dipugar". Dalam artikel yang mengutip babad Sejarah Islam itu, Masjid Pekayuan merupakan masjid tertua di Jawa Tengah, bahkan sebelum Masjid Agung Demak didirikan Sunan Kalijaga. 

Sebuah artikel Berita Yudha lain bertajuk ‘’Usia Masjid Sekayu Semarang Lebih Tua dari Masjid Demak?’’ menyebutkan Masjid Sekayu didirikan pada 1413 atau tujuh tahun sebelum pembangunan Masjid Demak. Keterangan tersebut mengutip dari sebuah buku berjudul ‘"Sejarah Masjid’’ tahun 1955. 

Meski belum menemukan sumber sejarah yang mendukung cerita tersebut, menurut analisis sejumlah kalangan, Masjid Taqwa Sekayu pernah menjadi Masjid Besar Semarang.

Soekirno, dalam buku Semarang mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada sekitar 1666, saat terjadi perpindahan kabupaten dari Gabahan ke Sekayu. Pada saat kabupaten berada di Sekayu, Masjid Perkayuan atau Masjid Sekayu difungsikan sebagai masjid besar. 

Baca Juga: Menyusuri Jejak Sejarah Islam di Pulau Dewata

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya