Comscore Tracker

Lawan Kotak Kosong, Petahana Pilkada Kota Semarang Dapat Posisi Kiri

Pasangan Hendi-Ita di sebelah kanan dalam surat suara

Semarang, IDN Times - Pasangan calon atau paslon petahana Hendrar Prihadi-Hevearita G Rahayu lolos dalam tahapan penetapan, sehingga keduanya harus melawan kotak kosong pada Pilkada Kota Semarang.

Sesuai hasil Rapat Pleno Terbuka Pengundian Tata Letak Posisi Peserta Pilkada 2020 di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (24/9/2020), pasangan Hendi-Ita tidak mengambil nomor urut karena calon tunggal. Namun, paslon ini berada di posisi sebelah kiri dari pandangan mata pemilih pada surat suara, atau berada di sebelah kanan pada surat suara.

Baca Juga: Sejarah dan Kisah Sukses Calon Independen di Pilkada Indonesia

1. Pasangan Hendi-Ita dapat posisi sebelah kiri di surat suara dan kotak kosong sebelah kanan

Lawan Kotak Kosong, Petahana Pilkada Kota Semarang Dapat Posisi KiriSuasana di dalam ruang rapat pleno terbuka pengundian tata letak pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang. IDN Times/Anggun Puspitoningrum

Pasangan Hendi-Ita memperoleh posisi sebelah kiri dari pandangan mata pemilih pada surat suara atau berada di sebelah kanan pada surat suara. Melansir ANTARA, Calon Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang ditemui usai pengundian tata letak menegaskan tidak mempermasalahkan posisi kanan atau kiri pada surat suara.

‘’Mudah-mudahan kami diberi kelancaran dalam pelaksanaan pilkada kali ini. Kami juga berharap pada hasil akhir pilkada ini saya dan Mbak Ita bisa lolos dan lulus sesuai dengan keinginan masyarakat," kata pria yang akrab disapa Hendi.

Perlu diketahui, pasangan calon petahana Hendrar Prihadi-Hevearita G Rahayu kembali mencalonkan diri dalam Pilkada 2020 dengan diusung sembilan partai politik penghuni DPRD Kota Semarang dan lima partai politik non-parlemen.

2. Pimpinan parpol tak diundang karena aturan protokol kesehatan dan PKPU yang baru

Lawan Kotak Kosong, Petahana Pilkada Kota Semarang Dapat Posisi KiriSuasana di dalam ruang rapat pleno terbuka pengundian tata letak pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang. IDN Times/Anggun Puspitoningrum

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang tidak mengundang pimpinan partai politik dalam Rapat Pleno Terbuka Pengundian Tata Letak Posisi Peserta Pilkada 2020. Tahapan nomor urut Pilkada Kota Semarang itu pun dilaksanakan secara terbatas.

Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom mengatakan hal tersebut dilakukan menyusul diterbitkannya Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang perubahan kedua atas PKPU Nomor 6 Tahun 2020, tentang Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

‘’Salah satu kegiatan yang menentukan tahap selanjutnya dalam pilkada yaitu rapat pleno terbuka pengundian tata letak pasangan calon. Jika sebelumnya kami mengundang pimpinan parpol, namun kali ini tidak demi memperhatikan protokol kesehatan COVID-19,’’ ungkapnya saat sambutan yang disiarkan melalui streaming YouTube. 

3. Pengundian tata letak hanya hanya diikuti KPU, Bawaslu, pasangan calon dan LO

Lawan Kotak Kosong, Petahana Pilkada Kota Semarang Dapat Posisi KiriSuasana di dalam ruang rapat pleno terbuka pengundian tata letak pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang. IDN Times/Anggun Puspitoningrum

Dalam PKPU No 13 Tahun 2020 yang salah satu klausulnya pada tahap pengundian tata letak, disebutkan hanya boleh diikuti KPU, Bawaslu, pasangan calon, dan Liaison Officer (LO) paslon. Upaya itu dilakukan tanpa mengurangi esensi sebagaimana KPU tetap melaksanakan proses tahapan Pilkada Serentak 2020 dengan aman, sukses, dan sehat.

'’Sehingga, kami berusaha untuk mensinergikan dengan semua pihak dan semoga semua bisa menerima hasilnya,’’ imbuh Nanda, panggilan akrab Ketua KPU Kota Semarang itu. 

Dalam pengundian tata letak pasangan calon di surat suara itu, KPU melakukan sejumlah proses seperti, membuat undian dengan tulisan kanan dan kiri. Kemudian, dimasukkan ke media bola pingpong yang dilubangi. Lalu, di dalam toples bola pingpong itu diputar dan diambil oleh pasangan calon dengan menggunakan sarung tangan sesuai protokol kesehatan. 

Baca Juga: Pilkada Trenggalek, Petahana Peroleh Nomor Urut 2

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya