Comscore Tracker

Viral! Ini 5 Fakta Warga Semarang Positif COVID-19 yang Sebarkan Virus

Salah satu warga ngeyel gak mau isolasi, malah jalan-jalan~

Semarang, IDN Times - Cerita tentang seorang pasien positif COVID-19 yang mengaku tidak isolasi mandiri di rumah dan justru jalan-jalan ke tempat keramaian, menghebohkan media sosial sejak Sabtu 19 September 2020. Tangkapan layar percakapan WhatsApp yang dilakukan dua perempuan berinisial FN dan LS di Kota Semarang, Jawa Tengah ini menjadi viral dan ramai diperbincangkan.

Keduanya diketahui terkonfirmasi positif COVID-19. Dalam perbincangan mereka, FN meminta LS untuk menularkan serta menyebarkan virus corona di wilayah tempat tinggal LS di kawasan Jrakah, Semarang.

1. Tangkapan layar percakapan LS dan FN menjadi viral di jagad maya

Tangkapan layar percakapan FN dan LS menjadi viral di media sosial melalui sejumlah akun seperti @lambe_turah, @portalsemarang, @callcenter112smg, dan @infokejadiansemarang.

Dalam percakapan tersebut, FN menceritakan kepada LS bahwa dirinya positif COVID-19. Bukannya melakukan isolasi mandiri di rumah, FN malah jalan-jalan ke Mal Paragon Semarang. 

FN pun mengajak LS dan dua anaknya yang juga positif COVID-19 untuk melakukan hal yang sama. Dia bahkan memprovokasi agar LS menyebarkan virus corona di sekitar tempat tinggalnya di wilayah Jrakah, Semarang.

Baca Juga: 11 Wilayah dengan Kasus Aktif di Atas 1.000, Semarang Nomor Satu 

2. FN memprovokasi LS untuk menularkan COVID-19 ke warga Semarang

Viral! Ini 5 Fakta Warga Semarang Positif COVID-19 yang Sebarkan VirusIlustrasi media sosial (IDN Times/Sunariyah)

Dalam percakapan tersebut, FN menyebut bahwa ayahnya belum lama ini juga meninggal dikarenakan virus corona.

"Semua (karena) COVID-19. Ayahku dak ada (meninggal dunia) karena COVID-19. Napa dak semua sekalian kan. Adil to," ungkap FN saat berbincang dengan LS, dilansir IDN Times dari tangkapan layar yang beredar. 

3. Masyarakat resah dengan isi percakapan FN dan LS soal penularan COVID-19

Viral! Ini 5 Fakta Warga Semarang Positif COVID-19 yang Sebarkan VirusIlustrasi virus corona (IDN Times/Sukma Shakti)

Tangkapan layar percakapan keduanya mendadak viral dan meresahkan masyarakat, khususnya netizen. Banyak yang memperbincangkan dan memberikan komentar.

"So weird, chat pribadi sama temen yang ga bahkan kita ga tau realitanya dia ngapain malah di post di public dan ajakin masyarakat giring opini," tutur akun @kdgbdbh saat berkomentar di unggahan @lambe_turah.

"Waduh, padahal aku habis dari Jrakah, 20 menit yang lalu," tutur akun @arrniita99 di kolom komentar @callcenter112smg.

Menanggapi kabar tersebut Dinas Kesehatan Kota Semarang bersama pemangku wilayah setempat langsung mendatangi rumah LS di daerah Jrakah, Kecamatan Tugu, Semarang. 

4. Dinkes Kota Semarang mengevakuasi LS dan dua anaknya ke Rumah Isolasi rumdin wali kota

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dokter Abdul Hakam menyebut, LS dan dua anaknya sudah dibawa ke Rumah Isoladi Rumah Dinas Wali Kota Semarang sekitar pukul 17.00 WIB dengan ambulan siaga. 

"Bu LS dan dua anaknya saat ini sudah selesai melakukan pemeriksaan dan administrasi, kemudian sudah menempati tempat isolasi,” ungkapnya saat dihubungi IDN Times, Sabtu (19/9/2020).

5. LS tidak mau dibawa ke tempat isolasi karena takut

Viral! Ini 5 Fakta Warga Semarang Positif COVID-19 yang Sebarkan VirusIlustrasi pasien COVID-19. ANTARA FOTO/REUTERS/Danish Siddiqui

Menurut Hakam, seperti yang sudah beredar di media sosial, LS dan FN yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan melakukan komunikasi melalui WhatsApp. FN memprovokasi LS agar tetap bisa bepergian meski positif COVID-19 serta tak perlu isolasi mandiri. Kemudian percakapan itu tersebar.

“Sebenarnya beberapa waktu lalu kami melalui Puskesmas Karanganyar sudah melakukan penanganan kepada keluarga FN dan LS. LS sendiri sebenarnya melakukan isolasi mandiri di rumah karena takut di rumdin. Pihak Puskesmas Karangnyar pun mengizinkan dengan pemantauan ketat," jelasnya.

Sementara, kata dia, untuk kondisi FN sendiri saat ini diizinkan melakukan isolasi mandiri di rumah karena masih merawat ibunya yang juga positif COVID-19 dan baru saja pulang dari rumah sakit.

"FN ini anak tunggal jadi tidak punya saudara yang bisa merawat ibunya. Pertimbangan dari sisi psikologisnya juga ibu kandung FN masih kurang stabil setelah mengetahui suaminya meninggal beberapa hari lalu, jadi butuh dukungan. Namun, masyarakat sudah tidak perlu khawatir lagi karena isolasi mandiri yang dijalani FN dalam pengawasan ketat oleh warga dan pemangku wilayah setempat," tandasnya. 

Baca Juga: Viral Pelecehan dan Pemerasan di Soetta, Kimia Farma Ambil Jalur Hukum

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya