Comscore Tracker

Polisi Periksa 6 Saksi terkait Dugaan Perusakan Bendera Asrama Papua

Bendera tersebut dipasang petugas kecamatan

Surabaya, IDN Times - Polda Jawa Timur masih mendalami kasus perobohan bendera merah putih di depan asrama mahasiswa Papua Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya, dan beberapa orang saksi pun diperiksa.

1. Ada enam orang yang menjadi saksi

Polisi Periksa 6 Saksi terkait Dugaan Perusakan Bendera Asrama PapuaIDN Times/Fitria Madia

Luki mengatakan sudah ada enam saksi yang diperiksa. Mereka terdiri dari warga sekitar hingga anggota organisasi masyarakat (ormas) yang ikut berdemonstrasi di asrama mahasiswa Papua.

"Itu warga sekitar ada, dari ormas juga ada," ujar Luki di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/8).

2. Diduga ada dua orang yang patahkan tiang bendera

Polisi Periksa 6 Saksi terkait Dugaan Perusakan Bendera Asrama PapuaDok.IDN Times Istimewa

Luki menjelaskan dari beberapa saksi menuturkan diduga ada dua warga Papua yang mematahkan tiang bendera di depan asrama. Tapi saksi ini tidak melihat wajahnya secara detail, sehingga tidak mengenalinya.

"Melihat ada dua orang dari warga Papua, tapi dia tidak melihat wajahnya ia mematahkan bendera, setelah itu masuk ke dalam (asrama). Tapi dia tidak lihat wajahnya, dia hanya tahu orang itu masuk ke dalam," terang dia.

Baca Juga: Soal Perusakan Bendera, Polda: Belum Terbukti

3. Polisi mengamankan barang bukti

Polisi Periksa 6 Saksi terkait Dugaan Perusakan Bendera Asrama PapuaDok.IDN Times/Istimewa

Polrestabes Surabaya kini telah mengamankan barang bukti kasus ini, yakni berupa tiang bendera yang sudah rusak. Sedangkan benderanya tetap dikibarkan lagi di depan asrama.

"Barang buktinya ada. Kita ambil patah tiga tiangnya, benderanya masih terpasang," kata Luki.

Perwira bintang dua ini menyatakan, selain memeriksa enam saksi pihaknya telah memeriksa 42 mahasiswa Papua. Tapi hasil pemeriksaan belum cukup bukti, sehingga tidak ada penetapan tersangka.

"Kami mencari bukti lain untuk mencari bukti ini, karena tidak ada saksi yang lain. Sementara belum cukup bukti, kalau ada yang diproses dari warga Papua, kami belum bisa menentukan karena belum cukup bukti," terang Luki.

4. Pemasangan bendera dilakukan petugas kecamatan

Polisi Periksa 6 Saksi terkait Dugaan Perusakan Bendera Asrama PapuaIDN Times/Fitria Madia

Sementara, terkait pemasangan bendera di depan asrama, Luki mengatakan, sudah mendapat izin. Bahkan, pemasangan itu dilakukan oleh petugas kecamatan dan memang wajib memasang bendera sebelum peringatan HUT RI pada 17 Agustus.

"Kami lagi cari dari petugas yang kecamatan. Memang hari itu wajib memasang bendera semua rumah, dan dari petugas aparat kecamatan sudah meminta izin kepada pemilik asrama untuk memasang di luar pagar. Akhirnya dipasang di luar asrama. Sudah mendapat izin, ada videonya nanti," kata Luki.

Baca Juga: Kadernya Jadi Korlap Aksi Asrama Papua, Ini Jawaban Fadli Zon

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You