Comscore Tracker

Akui Ancam Bunuh Jokowi, Begini Pengakuan Guru Honorer di Sumenep

Pelaku mengaku pendukung Prabowo-Sandiaga

Surabaya, IDN Times - Oknum guru honorer Sekolah Dasar (SD) di Sumenep, Madura, Jawa diringkus Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur (Jatim) setelah mengunggah dugaan ujaran kebencian dan kalimat ancaman akan membunuh Jokowi di Facebook. Guru honorer berusia 34 tahun tersebut bernama Hairil Anwar.

Saat polisi menggelar kasus ini di Mapolda Jatim, Minggu (19/5), Hairil hanya melemparkan senyum pada awak media, saat ditanyakan apakah menyesali perbuatannya. Pelaku merupakan pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

1. Pelaku mengaku pendukung Prabowo-Sandiaga

Akui Ancam Bunuh Jokowi, Begini Pengakuan Guru Honorer di SumenepANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Di hadapan awak media, tersangka mengaku dirinya pendukung capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Saya pendukung 02," ujar Hairil, singkat.

Baca Juga: Ancam Bunuh Jokowi, Guru SD Honorer di Sumenep Diringkus Polisi

2. Pelaku mengakui ancaman ditujukan kepada Jokowi

Akui Ancam Bunuh Jokowi, Begini Pengakuan Guru Honorer di SumenepDoc. IDN Times/Biro Pers Kepresidenan

Hairil juga mengaku melakukan perbuatan itu hanya ikut meramaikan kondisi politik yang tengah memanas. Terkait ancaman membunuh Jokowi, dia juga mengakui memang ditujukan ke Jokowi.

"Saking panasnya politik saat ini. Lihat-lihat saja. Ya ditujukan ke Jokowi," ucap dia.

3. Menggunakan akun palsu bernama Putra Kurniawan

Akui Ancam Bunuh Jokowi, Begini Pengakuan Guru Honorer di SumenepIDN Times/Ardiansyah Fajar

Sementara, Kasubdit V Siber Polda Jatim AKBP Cecep Susatya mengatakan Hairil menggunakan akun palsu saat mengunggah ujaran kebencian dan ancaman. Akun palsu itu bernama Putra Kurniawan.

"Mencoba meramaikan media sosial, juga penghinaan kepada presiden, ujaran kebencian ke tokoh yang ada di Indonesia," kata Cecep.

4. Pelaku terancam hukuman enam tahun penjara

Akui Ancam Bunuh Jokowi, Begini Pengakuan Guru Honorer di Sumeneppixabay.com/falkenpost

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit telepon genggam. Atas perbuatannya, pelaku dijerat UU ITE, yakni Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 A ayat 2 tentang Ujaran Kebencian berbau SARA.

"Ancaman hukuman enam tahun penjara atau denda Rp1 miliar. Makanya kami tahan karena (hukuman) di atas lima tahun," pungkas Cecep.

Baca Juga: Cegah People Power, Polresta Sidoarjo Sweeping di Terminal Bungurasih

Topic:

  • Rochmanudin

Just For You