Comscore Tracker

Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Kain Jarik, Polisi Terbitkan LP Tipe A

Polrestabes Surabaya jamin laporan para korban diproses

Surabaya, IDN Times - Meski belum ada terduga korban yang melapor ke Mapolrestabes Surabaya terkait kasus dugaan pelecehan seksual bermodus riset akademik dari mahasiswa sebuah perguruan tinggi negeri di Surabaya, polisi ternyata sudah menerbitkan laporan polisi (LP).

Polrestabes Surabaya memberikan atensi khusus terhadap kasus yang diduga dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) berinsial GL. 

1. Polisi lakukan patroli siber terhadap korban-korban GL

Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Kain Jarik, Polisi Terbitkan LP Tipe AKorban Gilang, Fetish Kain Jarik yang Viral di Twitter. Twitter.com/m_fikris

Kanit Resmob Polrestabes Surabaya Iptu Arief Rizky Wicaksana mengatakan, polisi telah berinisiatif untuk melakukan patroli siber. Selain thread MFS yang viral di Twitter, ada beberapa temuan lain yang bisa dijadikan polisi sebagai dasar pertimbangan menerbitkan LP. 

"Sementara kami buat LP A dulu, berdasarkan hasil patroli siber," terang Arief kepada IDN Times, Minggu (2/8/2020).

Baca Juga: Pengakuan Korban Fetish Kain Jarik, Awalnya Kasihan Malah Dilecehkan

2. Polisi jamin para korban yang melapor pasti akan diproses

Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Kain Jarik, Polisi Terbitkan LP Tipe AKorban Gilang, Fetish Kain Jarik yang Viral di Twitter. Twitter.com

Arief mengatakan, apabila ada korban yang melapor ke polisi, dia menjamin polisi pasti menerimanya. LP korban akan dijadikan sumber primer yang kuat untuk melakukan tindakan terhadap terduga pelaku.

Hingga saat ini GL masih belum ditangkap, polisi masih terus melakukan penyelidikan.

"Kalau nanti korban mau membuat laporan, pasti kami terima," tegas dia.

3. Kasus dugaan pelecehan seksual terbongkar setelah cerita korban viral di media sosial

Ungkap Kasus Pelecehan Seksual Kain Jarik, Polisi Terbitkan LP Tipe ACuitan Ernest Prakasa mengenai Gilang yang diketahui sebagai Fetish Kain Jarik (Twitter.com/ernestprakasa)

Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual dengan modus bungkus kain jarik ini viral di media sosial. Salah satu terduga korban berinisial MFS mengaku dimintai bantuan terduga pelaku agar mau membungkus dirinya menggunakan kain jarik bak pocong. Permintaan itu dituruti, karena untuk kepentingan riset Tugas Akhir (TA).

Namun seiring berjalannya eksperimen, MFS merasa kalau terduga pelaku terlalu memaksa respondennya. Bahkan beberapa pesan yang dikirimkan kepadanya membuat MFS risih. "Peluk sini," salah satu pesan yang diterima MFS dari terduga pelaku.

Kasus ini juga telah ditindaklanjuti oleh Dekanat FIB Unair dan BEM FIB Unair. Mereka mencoba menghubungi terduga pelaku atas dugaan kasus yang viral itu. Namun hingga sekarang, terduga pelaku tidak bisa dihubungi. Yang jelas, Unair tidak melindungi sivitas akademik yang melanggar kode etik kampus, apalagi mengarah ke perbuatan pidana.

Baca Juga: Unair Terima 15 Laporan Kasus Fetish, Gilang Disebut Pernah Diarak

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya