Comscore Tracker

Mengenal Desa Kebun, Tempat Kelahiran Zaini yang Jadi Pemasok TKI

Kebanyakan memilih menjadi TKI, bahkan tak sedikit yang berganti kewarganegaraan.

Bangkalan, IDN Times - Masyarakat kini sudah mulai familiar dengan Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan Madura. Nama desa ini mendadak melejit lantaran salah seorang warganya, M. Zaini Misrin (53) bernasib tragis.

Berniat mengais nafkah di Arab Saudi, ia justru terjerat kasus pelik. Bahkan, Zaini akhirnya dieksekusi mati dengan cara dipancung oleh algojo pada Minggu (18/3) lalu di Mekah, Arab Saudi.

Bukan tanpa alasan Zaini kemudian memilih Arab Saudi sebagai tujuannya mengadu nasib sejak 1992. Dia dan mayoritas warga desa tersebut terpaksa merantau ke negeri orang lantaran minimnya lapangan kerja di kampung halaman. 

1. Desa Kebun terletak tak jauh dengan Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Kamal

Mengenal Desa Kebun, Tempat Kelahiran Zaini yang Jadi Pemasok TKI IDN Times/Ardiansyah Fajar

Akses menuju Desa Kebun, tempat tinggal Zaini, sebenarnya cukup mudah. Letaknya pun hanya sekitar 8 kilometer dari jembatan Suramadu. Sementara, jika ditempuh dari pelabuhan Kamal, desa ini hanya berjarak 5 kilometer.

Meski hanya memiliki lebar tidak lebih dari dua meter, namun jalan utama menuju desa ini sudah beraspal. Meski begitu, ada beberapa ruas jalan yang masih berupa tanah.

Layaknya, beberapa daerah di Madura lainnya, Desa Kebun pun masih dikelilingi hutan lebat. Salah satu warga bahkan menyebut bahwa nama desa mereka tak lepas dari masih rimbunnya pepohonan, layaknya sebuah Kebun.

2. Warga Desa Kebun terkenal masih Guyub

Mengenal Desa Kebun, Tempat Kelahiran Zaini yang Jadi Pemasok TKI IDN Times/Ardiansyah Fajar

Meski jarak rumahnya berjauhan, kehidupan sosial di Desa Kebun masih cukup baik. Hal tersebut bisa dilihat dari kekompakan dan kesadaran warganya dalam berempati terhadap tetangga sekitar. Saat Zaini sudah dieksekusi di Arab Saudi, tetangganya pun berbondong-bondong untuk takziyah ke rumah duka. Pada malam harinya, tanpa diperintah, mereka berbondong-bondong datang untuk menghadiri pengajian. 

3. Tanahnya dikenal tandus, warganya pun menjadi petani musiman

Mengenal Desa Kebun, Tempat Kelahiran Zaini yang Jadi Pemasok TKI Ilustrasi/fotovoice.org

Meski dulunya hutan, desa ini ternyata tak sesubur namanya. Tanah yang ada di desa ini tergolong tandus. Hal tersebut dibenarkan oleh Ainul Yaqin, mantan Kepala Desa Kebun yang sekarang menjadi Kasi Pemerintahan Kecamatan Kamal.

“Iya di sini tanahnya memang tandus. Kalau petani di sini susah, makanya di kenal petani tadah hujan. Musim kemarau yasudah tidak ada aktifitas pertanian,” bebernya. Padahal, banyak penduduk lokal yang masih mengandalkan hasil panen padi untuk menunjang kehidupannya.

4. Beternak, berdagang dan menjadi kuli hanya opsi sementara

Mengenal Desa Kebun, Tempat Kelahiran Zaini yang Jadi Pemasok TKI IDN Times/Ardiansyah Fajar

Saat kemarau tiba, tak banyak yang bisa dilakukan warga. Mereka umumnya hanya beternak, mulai sapi, kambing, hingga unggas. Bahkan, hampir semua rumah di desa tersebut membangun kandang ternak di halaman belakang.

Selain beternak, seperti orang Madura pada umumnya, warga desa ini pun memilih berdagang saat tak ada kegiatan bercocok tanam. “Susahnya ini kalau musim kemarau. apa yang mau dikerjakan. Jadi tukang juga minim, semua minim tidak cukup untuk kebutuhan, kebanyakan petani sawah dan kuli,” jelas Ainul.

5. Kondisi ekonomi dan pendidikannya masih memprihatinkan

Mengenal Desa Kebun, Tempat Kelahiran Zaini yang Jadi Pemasok TKI IDN Times/Sukma Shakti

Meski banyak yang sudah mengadu nasib menjadi TKI bahkan mau menjadi WNA, beberapa warganya masih ada yang bertahan di Desa Kebun. Namun, tak banyak yang sanggup melakukannya.

Selain ketrampilan, rendahnya tingkat pendidikan juga jadi kendala. Ainul mengatakan bahwa kebanyakan warga di sana hanya lulusan SMP walaupun sebagian kecil mampu melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. ”Ekonominya di bawah rata-rata, mereka sebenarnya ingin kerja di Surabaya tapi tak punya ijazahnya,"

6. Desa ini disebut salah satu pemasok TKI

Mengenal Desa Kebun, Tempat Kelahiran Zaini yang Jadi Pemasok TKI ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

Jarak dengan Suramadu dan Ibu Kota Provinsi yang tak terpaut jauh nyatanya tak menjamin kesejahteraan warga desa ini. Sulitnya mencari mata pencaharian membuat warga Desa memilih meninggalkan tanah kelahirannya. Mereka rela menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Seperti yang dilakukan oleh Zaini dan isrinya Naimah yang menjadi TKI di Arab Saudi.

Meski tak bisa menyebut jumlah pastinya, namun Ainul mengatakan tiap tahun ada sekitar 50 orang warganya yang memilih merantau ke luar negeri. Tiga negara tujuan favorit, yakni Arab Saudi, Malaysia dan Qatar. “Kalau di sini kebanyakan ke Arab mas,” kata Ainul.

Baca juga: Bukan Dirinya, Zaini Sebut Sosok Ini Sebagai Pembunuh Majikannya

7. TKI dari desa ini masih ada yang ilegal, bahkan rela ganti warga negara

Mengenal Desa Kebun, Tempat Kelahiran Zaini yang Jadi Pemasok TKI ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

Parahnya, mereka yang berangkat ke luar negeri ternyata masih banyak yang memilih jalur ilegal. Jalur itu umumya ditempuh para TKI yang akan berangkat ke Malaysia. “Ada memang. Tapi banyak yang legal, kalau yang di Arab itu,” kata Ainul.

Seperti Zaini yang menahun menjadi TKI di Arab, kebanyakan warga desa ini pun bernasib sama. Bahkan, karena saking lamanya tak pulang, beberapa dari mereka pun memilih mengganti kewarganegaraan. “Banyak yang sudah jadi warga negara di Malaysia, putra-putranya juga. Mereka sudah buat keluarga di sana, sama cucunya di sana,” tambah Ainul.

Baca juga: Begini Pesan Terakhir Zaini Sebelum Dieksekusi

 

 

 

 

Topic:

Berita Terkini Lainnya