Comscore Tracker

Beda dengan Jakarta, MUI Jatim Sebut Salat Jumat 2 Gelombang Tidak Sah

MUI Jatim merujuk pada fatwa yang dikeluarkan MUI pusat

Surabaya, IDN Times - Berbeda dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, MUI Jawa Timur (Jatim) menyatakan, salat Jumat 2 gelombang seperti yang digagas MUI Jakarta pelaksanaannya tidak sah.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris MUI Jatim, Ainul Yaqin. "Sebenarnya salat bergelombang di MUI sudah ada fatwanya. Merujuk fatwa yang ada aja di pusat," kata Ainul kepada IDN Times, Kamis (4/6).

Baca Juga: Fatwa MUI DKI Jakarta: Salat Jumat akan Dilaksanakan Dua Gelombang

1. Keputusan MUI Jatim berdasarkan Fatwa MUI Pusat

Beda dengan Jakarta, MUI Jatim Sebut Salat Jumat 2 Gelombang Tidak SahIlustrasi salat di tengah wabah COVID-19. ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammed Salem

Menurut Ainul, salat bergelombang sudah ada fatwanya dari MUI Pusat yakni Nomor 5 Tahun 2000. Berdasarkan Fatwa MUI Pusat itulah, lanjut Ainul, pihaknya menilai salat Jumat bergelombang tidak diperbolehkan. 

"Kalau di fatwa pusat tidak boleh, bergelombang tidak diperbolehkan," dia menambahkan.

2. Daripada 2 gelombang, lebih baik manfaatkan musala

Beda dengan Jakarta, MUI Jatim Sebut Salat Jumat 2 Gelombang Tidak SahIlustrasi pelaksanaan Salat Jumat (IDN Times/Muchammad Haikal)

Daripada melaksanakan dengan dua gelombang, kata Ainul, lebih baik memanfaatkan musala sebagai tempat salat Jumat.

"Kondisi di sini banyak masjid dan musala bisa dipakai," ucapnya.

"Kalau di musala, kondisi diperlukan boleh saja. Ikut mazhab Syafi'i 40 orang minimal jemaahnya. MUI Jatim ikut pusat, Jatim gak ada masalah," Ainul menjelaskan.

Baca Juga: JK: Salat Jumat Bisa Dilakukan Pekan Ini Jika PSBB Tidak Diperpanjang

3. Jemaah diimbau patuhi protokol kesehatan

Beda dengan Jakarta, MUI Jatim Sebut Salat Jumat 2 Gelombang Tidak SahIDN Times/Muchammad Haikal

Yang lebih penting, lanjut Ainul, masyarakat yang akan melaksanakan salat Jumat berjamaah tetap mematuhi protokol kesehatan. Seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum masuk masjid atau musala, memakai masker, membawa sajadah sendiri, dan menjaga jarak saf.

"Di samping ibadah benar, mencegah adanya bahaya. Ada keseimbangan ikhtiar lahir dan batin," ucap dia.

Baca Juga: MUI Jabar Tak Rekomendasikan Salat Jumat dalam Dua Gelombang 

Topic:

  • Sunariyah
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya