Comscore Tracker

Senyum Terakhir dari Balik Jeruji Besi Jeddah

Putra sulung Zaini menceritakan saat-saat pertemuan terakhir sebelum sang ayah dieksekusi

Bangkalan, IDN Times - Memasuki awal tahun 2018, kebanyakan orang pasti menyambutnya dengan suka cita. Demikian juga dengan keluarga M. Zaini Misrin TKI asal Bangkalan, Madura. Tatapan optimistis dari anak sulungnya, Saiful Toriq, kini lebih tajam pasca pergantian pesta malam tahun baru. 

Guratan-guratan senyum di wajahnya mulai sering terpancar. Kebahagiaan ini bukan tanpa alasan. Peninjauan Kembali (PK) kasus sang ayah dikabarkan diterima oleh Kerajaan Arab Saudi. Sang ayah memang sebelumnya sudah divonis mati oleh kerajaan Arab Saudi. Ia  bersama sang ibu, Naimah dan adiknya, Mustofa pun berkemas untuk segera terbang ke Jeddah Arab Saudi pada Januari 2018.

1. Toriq, Tofa dan Naimah terbang ke Jeddah bersama Kemenlu

Senyum Terakhir dari Balik Jeruji Besi JeddahIDN Times/Ardiansyah Fajar

Didampingi Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), Toriq dan Mustofa berangkat dari Bandara Internasional Juanda menuju ke King Abdulaziz Jeddah. Sekitar 14 jam perjalanan dengan rasa yang berbunga-bunga di dalam hati, kedua anak ini akan kembali melihat senyum serta pelukan dari Zaini, ayah tercintanya. 

"Nanti kita ketemu abah ya?" Tanya Tofa. "Iya kita ketemu abah, kita akan bawa pulang abah ke Madura lagi," jawab Toriq sembari meyakinkan adiknya. Sementara Naimah dengan rasa was-was tetap memberikan senyum tipis kepada kedua putranya. 

2. Bertemu Zaini, Toriq kaget dengan kondisinya yang kurus

Senyum Terakhir dari Balik Jeruji Besi JeddahIDN Times/Ardiansyah Fajar

Sesampainya di Jeddah, keluarga Zaini dan Kemenlu disambut oleh Kedubes Indonesia yang ada di Riyadh. Mereka pun bertolak menuju hotel tempat penginapan. Setelah itu, barulah mereka beranjak untuk melihat kondisi Zaini dan berniat menyampaikan kabar gembira.

Menggunakan baju muslim lengkap bersama peci, Toriq dan Tofa tak kuasa melihat kondisi ayahnya. Mereka begitu terkejut karena berat badan Zaini yang turun drastis. "Kondisi Abah waktu terakhir ketemu kurus," kata Toriq. Padahal sebelumnya, TKI yang telah 14 tahun dibui ini memiliki tubuh yang berisi.

3. "Abah titip adikmu ya"

Senyum Terakhir dari Balik Jeruji Besi JeddahIDN Times/Ardiansyah Fajar

Pertemuan kali ini tak lagi tentang sedih saja. Kabar gembira segera disampaikan oleh sang Istri kepada Zaini. PK yang dibawa Kemenlu sudah diterima Kerajaan Arab Saudi menjadi topik utamanya. Kata syukur langsung keluar dari mulut Zaini.

"Abah titip adikmu ini ya Toriq. Jaga keluarga di rumah dan keluarga barumu. Abah pasti pulang ke rumah," kata itulah yang diingat Toriq sampai sekarang.

4. Melihat senyum terakhir di wajah Zaini dari balik jeruji besi

Senyum Terakhir dari Balik Jeruji Besi JeddahIDN Times/Ardiansyah Fajar

Perbincangan keluarga kecil ini memang tak berlangsung lama. Toriq tak kuasa mengingat detail waktunya yang ada. Namun, ada yang berkesan dari perjumpaan tersebut. Ia berulang kali melihat senyuman dari Sang Pahlawan keluarganya.

Predikat pahlawan memang layak disematkan Toriq kepada Zaini. Hingga detik ini, ia yakin bahwa anggapan ayahnya membunuh majikan di Arab itu hanya omong kosong belaka. Ia percaya kalau sang abah tak akan berbuat setega itu. Sampai di akhir obrolan, Toriq dan Tofa kompak untuk memeluk lama dan memandangi lamat-lamat wajah ayahnya.

Saat Zaini dibawa kembali ke ruang sel tahanan, Toriq pun masih melihat ayahnya dari kejauhan. Hatinya berdesir dan tubuhnya gemetar saat senyum Zaini kembali keluar dari wajahnya, meskipun tipis. Tak pernah terlintas di benak Torik bahwa itulah kali terakhir ia melihat senyum Zaini.

5. Dua bulan berlalu, istri Zaini mendapat panggilan TKW di Arab Saudi

Senyum Terakhir dari Balik Jeruji Besi JeddahIDN Times/Ardiansyah Fajar

Dengan rasa hati yang masih bahagia, mereka pun kembali ke kampung halaman dalam kondisi hati yang lega. Dua bulan berjalan pasca pertemuan, Naimah mendapat panggilan kerja menjadi TKW kembali di Arab Saudi, Sabtu (17/3).

Kegembiraan ini pun disampaikan Naimah kepada kedua anaknya karena akan menyusul Zaini dan bisa menemaninya lebih dekat lagi. Toriq dan Tofa sudah biasa dengan kabar tersebut, tanpa rasa keberatan mereka mempersilakan sang ibu untuk berangkat ke Jeddah Arab. Sekitar pagi hari keduanya sudah bangun dan mengantarkan Naimah ke Bandara Internasional Juanda.

6. Kabar duka itu sampai pada Ahad malam

Senyum Terakhir dari Balik Jeruji Besi JeddahIDN Times/Sukma Shakti

Memang senang dan sedih datangnya selalu bersama. Kegembiraan yang menyelimuti Toriq, Tofa dan Naimah hancur seketika. Alih-alih menyusul Zaini, keluarganya malah mendapat kabar duka. Zaini dikabarkan sudah dieksekusi oleh algojo pada Ahad (18/3) dini hari. 

Kabar duka ini lantas tak langsung sampai begitu saja ke keluarga Zaini di Bangkalan. Bahkan Naimah pun tidak mengetahui eksekusi mati yang telah dijalani suaminya. "Kami di sini tahunya Minggu (18/3) malam waktu selesai Salat Isya," kata Toriq.

Baca juga: Bukan Dirinya, Zaini Sebut Sosok Ini Sebagai Pembunuh Majikannya

7. Dikabulkannya PK hanya obat sementara

Senyum Terakhir dari Balik Jeruji Besi JeddahIDN Times/Sukma Shakti

Bukan tangis gembira yang pecah menghampiri Toriq dan Tofa di rumah, justru kesedihan bahkan kegelisahan menyelimuti keluarga besar Zaini di Madura. Mereka merasa tidak mendapat keadilan, bahkan Toriq menganggap dikabulkannya PK ketiga hanya hiburan sementara obat lara selama 14 tahun. Anak pertama Zaini ini sudah tidak bisa berkomentar apapun terhadap apa yang terjadi menimpa ayahnya.

Toriq dan Tofa masih mengingat betul guratan senyum terakhir wajah ayahnya. Ia berjanji akan menjaga adik dan keluarga barunya di rumah. Dalam surat wasiat Zaini pun mengatakan kepada anaknya kalau mewanti-wanti jangan menjadi TKI.

"Abah mau saya tetap kerja di Indonesia saja. Kalau bisa menjaga rumah yang telah diwariskan ini," kata Toriq.

8. Playstation menjadi pemberian pertama dan terakhir Zaini kepada Toriq

Senyum Terakhir dari Balik Jeruji Besi JeddahIDN Times/Ardiansyah Fajar

Kesedihan Toriq tidak bisa dielakkan. Ia masih terngiang bagaimana pertemuan pertamanya setelah saat usia masih 10 tahun. Ya, Toriq memang baru bertemu sang ayah pada tahun 2002. Saat sang ibu mengandung, Zaini meninggalkannya dan baru pulang satu dekade setelahnya.

"Saat itu senang sekali, abah pulang bawa banyak oleh-oleh. Saya dibelikan Playstation. Padahal di sini masih belum ada yang punya. Saya sudah punya, itu pemberian abah yang pertama dan terakhir sebelum kena kasus di tahun 2004. Saya jujur kangen dengannya," pungkas Toriq.

Baca juga: Begini Pesan Terakhir Zaini Sebelum Dieksekusi

 

 

Topic:

Berita Terkini Lainnya