Comscore Tracker

Tipe-Tipe Iklan yang Bisa Dicoba untuk Memasarkan Produk

Kamu lebih suka yang mana?

Jakarta, IDN Times - Mulai lelah dengan pekerjaan kantor dan terpikirkan untuk membuka usaha sendiri? Tenang, kamu tidak sendiri. Banyak anak muda yang memilih untuk membuka usaha sendiri, mulai dari kuliner hingga membuka start up teknologi.

Agar usaha tersebut sukses, prioritas ada di produkmu, namun ada yang tak kalah penting, yaitu bagaimana dan di mana kamu memasarkan produk tersebut. Nah berikut ini beberapa tip dari Target Media Nusantara yang bisa coba kamu terapkan.

1. Televisi

Tipe-Tipe Iklan yang Bisa Dicoba untuk Memasarkan Produkbandt.co.au

Media televisi kerap kali menjadi pilihan utama pengiklan ketika memutuskan untuk menghabiskan bujet promosi. Jangkauan yang luas sampai ke seluruh penjuru Indonesia, terukur oleh rating.

2. Media digital

Tipe-Tipe Iklan yang Bisa Dicoba untuk Memasarkan ProdukIDN Times / Larasati Rey

Kapan terakhir kita tidak membuka media sosial atau terhubung secara daring?

Media digital kini menjadi pilihan wajib dalam memasarkan produk. Banyak seminar diadakan dengan tema “Digital marketing”, “revolusi digital” “meraup jutaan melalui bisnis online”, dan banyak judul lainnya. Semua itu merujuk pada satu ide yang sama: melakukan marketing secara digital.

Media digital banyak diminati karena alasan yang cukup mudah ditebak yakni mudah diakses di manapun, kapan pun, dan oleh siapa pun. Karena biaya yang rendah dan metode yang cenderung mudah, digital marketing cukup populer apalagi untuk pembaca IDN Times.

Namun, iklan yang ditayangkan pada media digital ini, dapat dilewatkan dengan adblocker atau semudah klik “skip”. Walau begitu, di era digital ini, digital marketing merupakan suatu hal yang wajib dipelajari oleh pengiklan mana pun.

3. Traditional Out of Home Media

Tipe-Tipe Iklan yang Bisa Dicoba untuk Memasarkan Produkallkpop.com

Ketika mendengar kata OOH atau media luar ruang, kita biasanya langsung merujuk pada billboard. Padahal, OOH media memiliki banyak macam, seperti car branding, videotron, transit media, dan masih banyak lagi. 

Billboard adalah media luar ruang yang paling sering muncul di jalanan, ini sudah menjadi pilihan favorit dalam memasarkan produk. Ukuran yang besar, lokasi yang strategis sering sekali menjadi alasan mengapa billboard cukup populer.

Tapi, bukannya tanpa kekurangan, billboard terkadang dinilai kurang efektif ini dinilai tidak fokus karena audiens di perjalanan kemungkinan besar lebih fokus pada aktivitas masing-masing. Selain itu, billboard juga terbatas media visual tanpa audio.

Selain itu, terdapat  mobil, kereta, dan bus branding juga. Bus dan train branding, mungkin sudah sering sekali kita temui, namun saat ini di dalam mobil dengan menggunakan media digital. Sesuatu yang sekarang mulai marak di kalangan masyarakat adalah car branding, yaitu iklan di mobil, baik di badan mobil mau pun di dalam mobil dengan menggunakan media digital.

Media ini menarik karena hadir menjadi commuter orang di kehidupan sehari-hari. Tapi, sama seperti billboard, karena lingkungannya berada di ruang yang terbuka, maka gangguan atau distraksi tidak dapat dihindari. Selain itu car body branding juga terbatas untuk menampilkan media secara visual dan bukan dengan audio. 

4. Indoor OOH atau Elevator Media

Tipe-Tipe Iklan yang Bisa Dicoba untuk Memasarkan Produkpexels.com/Luis Quintero

Masyarakat pasti sering menjumpai, melewati setiap hari, namun tidak benar-benar mengetahui, apa itu elevator media, lalu alasan mengapa lift menjadi sasaran berbagai brand untuk pasang iklan?

Saat ini, gedung apartemen dan perkantoran kini telah menjadi komuter utama di dalam kehidupan kaum urban di Indonesia. Kaum muda, terutama kaum millennials, lebih memilih tinggal di apartemen yang mengatasnamakan kemudahan dan fasilitas yang tersedia.

Lift ini selain dilewati oleh kaum urban setiap harinya, juga memiliki sifat yang unik. Terisolasi misalnya. Tidak banyak yang bisa dilakukan ketika kita naik lift. Ini yang menjadi poin plus yakni low distraction alias rendah gangguan.

Namun, tidak semua gedung perkantoran dan apartemen memiliki lift. Ada beberapa perusahaan lebih memilih konsep rumah untuk dijadikan kantor. Dan ada juga sebagian orang yang lebih memilih tinggal di rumah.

Terlepas dari semua itu, lift adalah sarana yang tepat untuk memasarkan produk kamu. Hal ini tentunya dimanfaatkan oleh para media, salah satunya TMN yakni Target Media Nusantara.

5. Apa itu Target Media Nusantara?

Tipe-Tipe Iklan yang Bisa Dicoba untuk Memasarkan ProdukDok. IDN Times/TMN

TMN adalah perusahaan Indoor Digital Out of Home (Indoor DOOH) Media Advertising yang berfokus menyediakan lifestyle media serta media iklan melalui LCD screen di dalam elevator dan juga lobby gedung perkantoran dan apartemen.

TMN sendiri merupakan cabang dari Focus Media Group, OOH media terbesar di Asia dan perusahaan media terbesar di China kedua setelah China Central TV, yang memiliki 3 juta screens di seluruh penjuru dunia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Jerman, Filipina, Hong Kong, India, dan Indonesia, serta menjadi partner dari lebih dari 5500 brands.

Saat ini, TMN memiliki 900 screens yang tersebar di Jabodetabek dengan 2,5 juta orang setiap minggunya. TMN memiliki target mencapai 2000 screens di akhir tahun, sebuh target yang tidak main-main dan agresif untuk start up media yang baru menjejakkan kakinya di Indonesia 1 tahun yang lalu.

TMN hadir dengan screen yang tampil beda pastinya dengan yang sudah ada di market Indonesia. Dengan kualitas full HD, memilki fitur smart audio dan memungkinkan untuk 4G uploading, yang pastinya akan mendukung objektif dari campaign brand dengan maksimal. TMN juga memastikan untuk menjadi media yang efektivitasnya terukur dan trackable dengan sistem IRIS.

Beberapa brand yang menjadi komunikasi partner TMN meliputi Go-Jek, Hilo, JD.ID, Lazada, Zalora, Yamaha, Tokopedia, Blibli, Lottepoint, Kredivo, Modalku, Deltomed, dan masih banyak lagi.

Untuk mengenal lebih jauh,  yuk cek halaman TMN di www.hellotmn.com atau, linkedin, TARGET MEDIA NUSANTARA.

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Just For You