Comscore Tracker

JK: RI Mau Jadi Negara Emas di 2045? Presiden Harus Bergerak Cepat

Pandemik bisa menghambat pendidikan generasi satu generasi

Jakarta, IDN Times - Mantan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengatakan jika Indonesia ingin menuju Indonesia emas pada satu abad kemerdekaan atau di tahun 2045, pemimpinnya harus bergerak lebih cepat.

"Kita harus bekerja lebih cepat, Itu makanya saya katakan lebih cepat lebih baik. Semua harus bekerja lebih cepat lebih baik," katanya dalam acara Indonesia Lawyer Club, dalam diskusi 75 tahun Indonesia maju, Selasa (18/8/2020) malam.

Indonesia Emas merupakan uatu istilah untuk menyambut 100 tahun Indonesia merdeka, tepatnya pada 2045. Pada tahun tersebut, Indonesia ditargetkan menjadi negara maju. Dia mengatakan rentang 25 tahun ke depan bukanlah waktu yang lama. Untuk itu, dia meminta semua pihak dapat dapat bergotong-royong dengan baik.

1. Pendidikan di tengah COVID-19 mempengaruhi 100 tahun Indonesia merdeka

JK: RI Mau Jadi Negara Emas di 2045? Presiden Harus Bergerak CepatKetua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla saat bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (17/6). Dok.IDN Times/Istimewa

Pria yang akrab disapa JK ini menuturkan pendidikan, teknologi, dan komunikasi bagian yang sangat penting untuk 100 tahun Indonesia merdeka. Namun akibat pandemik COVID-19, kata JK, satu tahun generasi pendidikan Indonesia bisamenjadi tidak maju.

"Ini punya impact bahaya akibat ini tinggal di rumah, apabila kita bisa bersatu maka Allah akan berikan nikmat," ujarnya.

Baca Juga: Jusuf Kalla: Masjid Bukan Hanya Tempat Ibadah, Tapi Juga Pusat Ekonomi

2. Presiden diminta bergerak cepat mengatasi COVID-19

JK: RI Mau Jadi Negara Emas di 2045? Presiden Harus Bergerak CepatYouTube/Sekretariat Presiden

Untuk itu, JK meminta agar Presiden Indonesia bergerak lebih capat untuk mengatasi masalah COVID-19, seperti negara Tiongkok, Taiwan, Vietnam. Menurut JK, presiden pasti memiliki kemampuan yang baik untuk menentukan cara mengendalikan COVID-19, hanya saja dia menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah kecepatan dan ketegasan.

"Pemimpinnya bergerak cepat dan tegas. Maka dapat mengontrol pandemik itu," ujarnya.

3. Ada risiko yang dihadapi jika mengambil tindakan terlalu cepat, tapi cepat pulih

JK: RI Mau Jadi Negara Emas di 2045? Presiden Harus Bergerak CepatKetua Palang Merah Indonesia, Jusuf Kalla saat bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu (17/6). Dok.IDN Times/Istimewa

Menurut dia, memang akan ada risiko yang dihadapi jika mengambil tindakan terlalu cepat, seperti misalnya pertumbuhan ekonomi menjadi stagnan.

"Selanjutnya akan baik. Ini pilihan menjadi bagian pilihan masyarakat, pilihan kepemimpinan," ujarnya.

Baca Juga: Jusuf Kalla: Segitiga Virus Corona dan Prioritas Nyawa di Atas Ekonomi

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya