Comscore Tracker

Rencana Jokowi Ganti Birokrasi dengan Robot Dinilai Kontra-Produktif

Pengadilan bisa ramai jika Jokowi hapus job dan struktur

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo berencana untuk memangkas eselon III dan IV dan menggantikannya sengan memanfaatkan artificial intelligence (AI) atau robot dengan kecerdasan buatan. Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menyayangkan dan menilai pernyataan tersebut kontra-produktif.

"Saya sangat menyayangkan pak Jokowi membuat statemen ini yang tidak jelas dan menurut saya tidak produktif," katanya saat dihubungi IDN Times, Sabtu (30/11).

1. Jika pejabat eselon III dan IV dicopot, pengadilan akan ramai

Rencana Jokowi Ganti Birokrasi dengan Robot Dinilai Kontra-ProduktifIDN Times/Maulana

Ia mengatakan sejatinya pernyataan Joko "Jokowi" Widodo belum spesifik. Konteks menghilangkan eselon III dan eselon IV harus diperjelas.

"Tidak mungkin job dan struktur diberhentikan semua. Kalau ini yang dilakukan itu berarti memberhentikan ribuan ASN. Akan ramai pengadilan nanti," tuturnya.

Baca Juga: Peran Eselon III dan IV Bakal Diganti Robot, Gaji Tak Berubah

2. Perlu mencari tahu makna dan implementasi dari pernyataan Jokowi

Rencana Jokowi Ganti Birokrasi dengan Robot Dinilai Kontra-ProduktifPresiden Jokowi saat menghadiri pertemuan tahunan Bank Indonesia, Kamis (28/11). (IDN Times/Teatrika Handiko Putri)

Ia masih mempertanyakan makna dari pernyataan Jokowi untuk memangkas eselon III dan IV dan menggantinya dengan robot.

"Apakah hanya menghilangkan penamaan saja? Job, fungsi atau tugasnya masih ada orangnya juga tetap jadi ASN. Kalau begitu hakikinya penghapusan itu maknanya apa?" tuturnya.

3. Menpan-RB telah diminta ganti penjabat eselon III dan IV dengan sistem AI

Rencana Jokowi Ganti Birokrasi dengan Robot Dinilai Kontra-ProduktifPixabay.com/geralt

Sebelumnya Presiden Joko "Jokowi" Widodo telah memerintahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo mengganti pejabat eselon III dan IV di kementerian atau lembaga dengan AI atau teknologi kecerdasan buatan.

"Saya sudah perintahkan juga ke Menpan RB diganti dengan AI, kalau diganti aritificial inteligence, birokrasi kita lebih cepat saya yakin itu," ujar di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (28/11).

Baca Juga: 23 Juta Pekerjaan Terancam Tergantikan Robot, Apa Langkah Menaker?

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya