Comscore Tracker

8 Fakta Penangkapan Teroris Kelompok JAD Lampung

Mereka rencanakan serangan saat momentum Isu 'People Power'

Jakarta, IDN Times - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Polri menangkap delapan orang terduga teroris yang tergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung.

Kedelapan terduga teroris tersebut ditangkap dalam tiga hari berturut-turut pada Kamis (2/4), Sabtu(4/5), dan Minggu(5/5) di tiga lokasi berbeda, yakni Bitung, Sulawesi Utara, Bekasi, dan Tegal Timur, Jawa Tengah.

Berikut fakta-fakta terkait penangkapan kedelapan anggota kelompok teroris JAD Lampung tersebut.

1. Densus 88 tangkap dua teroris di Bitung, Sulawesi Utara

8 Fakta Penangkapan Teroris Kelompok JAD LampungIDN Times/Axel Jo Harianja

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan Densus 88 menangkap dua teroris JAD Lampung pada Kamis (2/5) di Bitung, Sulawesi Utara. Dua terduga teroris itu berinisial RH dan M.

"RH akan bergabung ke Poso, kelompok di Indonesia Timur yang digerakkan Ali Kalora. Tapi yang bersangkutan berhasil ditangkap di Bitung, Sulawesi Utara, pada saat perjalanan mau berangkat naik kapal dari Bitung menuju ke Poso," Kata Dedi dalam Konferensi Pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/5).

"Nah, dari dua kelompok tersebut, terus dilakukan pengembangan pemeriksaan oleh Densus 88. Kemudian pada Sabtu (4/5) dan Minggu (5/5) ada upaya penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88," Sambung Dedi.

2. Densus 88 tangkap tiga teroris di Bekasi dan Tegal Timur

8 Fakta Penangkapan Teroris Kelompok JAD LampungIlustrasi Terorisme / IDN Times (Sukma Shakti)

Dari hasil pengembangan dua tersangka yang ditangkap di Bitung, Densus 88 menangkap tiga orang terduga teroris lainnya pada Sabtu (4/5).

Dedi menerangkan, ketiga teroris itu ditangkap di tiga lokasi yang berbeda. Mereka adalah SL (34) yang ditangkap di Jalan Pondok Ungu Permai Sektor V, Bahagia, Babelan, Bekasi sekitar pukul 04:34 WIB.

Kemudian AH (20) ditangkap di Jalan Keramat Kedongdong, Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 08:49 WIB.

Dan yang ketiga adalah MC (28) ditangkap di Jalan Waringin, Gang 13 Nomor 27 RT 004 RW 004 Kelurahan Mintaragen Kecamatan Tegal Timur, Jawa Tengah, sekitar pukul 14:30 WIB.

Teroris berinisial AH, kata Dedi, memiliki peran menyembunyikan SL yang ternyata masuk daftar pencarian orang (DPO). AH juga ikut membantu membuat bom triacetone triperoxide (TATP).

"(TATP) ini merupakan salah satu komponen jenis bom high eksplosif. Apabila digabung, dia hampir sama jenis bomnya ini dengan bom yang digunakan pada saat serangan bom di Surabaya di 3 Gereja maupun di Mapolerstabes Surabaya," terang Dedi.

Dari hasil penangkapan AH, Densus 88 menyita beberapa barang bukti seperti handphone serta beberapa barang bukti yang akan digunakan untuk merakit bom.

Kemudian tersangka MC, barang bukti yang disita seperti tas selempang, beberapa uang, dan foto-foto. MC kata Dedi juga termasuk ikut dalam membuat bom.

3. Teroris JAD Lampung kelompok yang terstruktur

8 Fakta Penangkapan Teroris Kelompok JAD LampungIDN Times/Axel Jo Harianja

Dedi mengatakan, kelompok teroris JAD Lampung yang ditangkap di beberapa lokasi itu merupakan kelompok teroris yang terstruktur.

"Kelompok jaringan JAD Lampung adalah bentuk jaringan terorisme terstruktur. Ada juga jaringan teroris yang sifatnya lone wolf, tidak terstruktur. Dia Bisa terpapar melalui paham-paham yang disebar di medsos dan proaktif mengikuti alur-alur komunikasi di media sosial dan membaiat diri ikut ke dalam kelompok jaringan," kata Dedi.

Dedi mengungkapkan, salah satu tersangka yang berinsial SL, merupakan leader dari kelompok terorisme yang terstruktur tersebut. Hal itu berarti, lanjut Dedi, kelompok SL sangatlah kuat. Kelompok yang dipimpin SL ini juga sudah dimonitor sejak tahun 2014 dan berbaiat pada JAD Indonesia yang dipimpin Komandan Abdul Rahman.

Pada November 2015, lanjut Dedi, SL mengikuti pertemuan jaringan JAD di Malang, Jawa Timur. Misi pertama pertemuan tersebut adalah melakukan aksi terorisme di Jakarta.

"Kemudian, terjadilah peristiwa 14 januari 2016 bom Thamrin. Dari situ, dia melarikan diri dengan kelompoknya. Demikian, di tahun 2017, terjadi kerusuhan di Mako Brimob LP terorisme. Kelompk SL ini dari Lampung turun ke Jakarta untuk melakukan aksi amaliyah juga," ungkap Dedi.

4. SL juga menggerakkan kerusuhan di LP Mako Brimob

8 Fakta Penangkapan Teroris Kelompok JAD LampungIlustrasi Terorisme. (IDN Times/Sukma Shakti)

Dedi kemudian menceritakan, beberapa kelompok tersebut berhasil ditangkap oleh aparat Densus 88. Dari hasil pemeriksaan tersangka yang ditangkap di sekitar Mako Brimob, diperoleh informasi bahwa yang menggerakan kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan itu adalah SL.

"Kemudian mereka berpencar, SL bersama kelompoknya lari ke Papua. Lalu, dia melakukan latihan di Papua, kemudian dia membentuk 2 sel. Kelompok yang pertama menuju ke Bekasi pada awal 2019 ini. Kelompok kedua akan bergabung ke Poso," jelas Dedi.

5. Densus 88 tangkap tiga teroris lagi di Bekasi

8 Fakta Penangkapan Teroris Kelompok JAD LampungIlustrasi Terorisme (IDN Times/Sukmashakti)

Dalam pemeriksaan lanjutan terhadap tiga pelaku yang ditangkap pada Sabtu(4/5) lalu, Densus 88 kembali menangkap tiga orang tersangka lainnya pada Minggu(5/5).

"Pertama atas nama MI, dia anggota JAD Jakarta, sama dia perannya membuat bahan peledak dengan menggunakan bahan TATP bersama SL dan menyembunyikan SL, dan juga menyembunyikan DPO IF alias Samuel dan T," jelas Dedi.

Dedi mengatakan, saat akan ditangkap oleh Densus 88, T melakukan perlawanan dengan melempar bom. Sehingga, Densus 88 melakukan tindakan dengan melumpuhkan yang bersangkutan.

"Yang bersangkutan tertembak dan bomnya meledak. Sehingga T meninggal di tempat," kata Dedi.

Untuk DPO IF alias Samuel, lanjut Dedi, dia memiliki kemampuan merakit bom yang lebih senior dibandingkan dengan SL.

"SL itu untuk leadernya, tapi untuk Samuel ini dia jauh memiliki kemampuan merakit bom dibanding SL. Dia yang membuat bom dengan bahan TATP bersama SL, T dan AH," ucap Dedi.

Untuk diketahui, IF alias Samuel ditangkap di Jalan Dr Ratna, Jati Bening, Kelurahan Jati Kramat, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi pada pukul 07.42 WIB. Sementara T ditangkap di Jalan The Cluster California, Kelurahan Jati Kramat, Kecamatan Jati Asih pukul 08.18 WIB.

6. Kelompok Teroris JAD Lampung rencanakan serangan saat pengumuman resmi Pemilu 2019

8 Fakta Penangkapan Teroris Kelompok JAD LampungIDN Times/Axel Jo Harianja

Dedi menuturkan, teroris yang tergabung dalam JAD Lampung itu merencanakan serangan saat momentum pengumuman hasil resmi Pemilihan Umum (Pemilu) pada 22 Mei 2019 mendatang.

"Kelompok (JAD Lampung) ini adalah kelompok yang terstruktur. Mereka memiliki dua tujuan, pertama melakukan amaliyah dengan sasaran anggota kepolisian yang bertugas. Kedua, mereka akan memanfaatkan momentum pemilu, khususnya di Jakarta pada 22 Mei," tutur Dedi.

Tak hanya itu, Dedi mengungkapkan, mereka juga akan memanfaatkan momentum unjuk rasa atau isu "People Power" pada 22 Mei 2019 tersebut. Meski begitu, Dedi memastikan, teroris JAD Lampung tak ada kaitannya dengan isu 'People Power' tersebut.

"Momentum bagi yang bersangkutan adalah dengan melakukan serangan atau aksi bom bunuh diri. Itu jadi pendorong kelompok lainnya melakukan hal yang sama, mereka menghendaki seperti itu," ungkap Dedi.

7. Aksi yang direncanakan saat 'People Power' dinilai cukup berbahaya

8 Fakta Penangkapan Teroris Kelompok JAD LampungIDN Times/Axel Jo Harianja

Dedi menjelaskan, isu 'People Power' menjadi sarana bagi kelompok JAD Lampung untuk melakukan aksi terorismenya. Aksi yang direncanakan pun kata Dedi dinilai cukup berbahaya. Hal ini dikarenakan, mereka akan menyamar menjadi kelompok yang ikut berunjuk rasa.

"Mereka sudah mempersiapkan berbagai macam perkara, bisa melakukan serangan berupa bom yang telah dibuat, kemudian dilempar dengan ledakan tingkat fatalitas yang tinggi," kata Dedi.

8. Total delapan orang Teroris JAD Lampung yang telah diamankan

8 Fakta Penangkapan Teroris Kelompok JAD LampungKaropenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo (IDN Times/Axel Jo Harianja)

Hingga saat ini, lanjut Dedi, Densus 88 telah mengamankan delapan orang terduga teroris JAD Lampung dan masih terus dilakukan pengejaran dengan anggota-anggota lainnya.

"Yang ditangkap totalnya ada delapan orang. Enam orang ditangkap pada 4 dan 5 Mei 2019. Sebelumnya ada ada dua orang yang ditangkap di Bitung pada 2 Mei. Masih ada beberapa orang lagi yang masih dikejar oleh Densus 88," tutup Dedi.

Baca Juga: Kasus Hoaks, Fahri Hamzah Jadi Saksi Meringankan Ratna Sarumpaet

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya