Comscore Tracker

Jadi Mendagri, Ini Sepak Terjang Tito Karnavian di Korps Bhayangkara

Dia cukup cepat mendapat kenaikan pangkat

Jakarta, IDN Times - Muhammad Tito Karnavian resmi dilantik menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri), oleh Presiden Joko 'Jokowi' Widodo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/10). Mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) itu menggantikan posisi Tjahjo Kumolo yang kini menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Bagaimana sepak terjang Tito di dalam Korps Bhayangkara? Berikut ulasan selengkapnya yang telah dirangkum IDN Times dari berbagai sumber.

1. Tito mendapat kenaikan pangkat cukup cepat

Jadi Mendagri, Ini Sepak Terjang Tito Karnavian di Korps BhayangkaraIDN Times/Galih Persiana

Jenderal Polisi Prof Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 26 Oktober 1964. Ia adalah seorang perwira tinggi polisi yang saat ini menjabat sebagai Kapolri.

Kapolri ke-24 ini termasuk seorang polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat. Saat masih menyandang pangkat AKBP, ia memimpin tim Densus 88 yang berhasil melumpuhkan teroris Dr. Azahari di Batu, Jawa Timur, pada 9 November 2005.

Pangkatnya dinaikkan dan ia menerima penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Polisi Sutanto bersama dengan para kompatriotnya seperti Idham Azis, Saiful Maltha, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan lainnya.

Tito juga pernah memimpin sebuah tim khusus kepolisian yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin M. Top. Atas prestasi ini, pangkatnya dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi dan diangkat menjadi Kepala Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri.

Kariernya terus menanjak dan dia sempat menjabat sebagai Kapolda Papua dan Kapolda Metro Jaya. Pada 14 Maret 2016, ia diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggantikan Komjen. Pol. Saud Usman Nasution yang memasuki masa pensiun.

Pada 15 Juni 2016, Presiden Joko Widodo mengirim surat kepada DPR, yang isinya menunjuk Tito sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti yang akan segera pensiun. DPR menyetujui usulan ini dalam Sidang Paripurna pada awal Juli 2016.

Tito resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Juli 2016. Dengan jabatan ini, ia menjadi lulusan AKPOL angkatan 1987 tercepat yang menyandang pangkat bintang empat.

Baca Juga: Tito Karnavian Dinilai Cocok Menjadi Mendagri

2. Memilih Akademi Kepolisian ketimbang universitas ternama

Jadi Mendagri, Ini Sepak Terjang Tito Karnavian di Korps BhayangkaraANTARA FOTO/Didik Suhartono

Tito Karnavian mengenyam pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama ditempuh di Sekolah Xaverius. Lalu, SMA Negeri 2 Palembang dan melanjutkan pendidikan AKABRI pada 1987 karena gratis dan tidak ingin membebani orang tuanya dengan biaya pendidikan. Tatkala duduk di kelas 3 SMA, Tito mulai mengikuti ujian perintis.

Semua tes yang ia jalani lulus, mulai dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Kedokteran di Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Keempatnya lulus, tapi yang dipilih adalah AKABRI, terutama Akademi Kepolisian.

Pada 1993, Tito menyelesaikan pendidikan di Universitas Exeter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies, dan menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta pada 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies.

3. Sejumlah penembakan misterius terjadi saat ia masih menjabat Kapolda Papua

Jadi Mendagri, Ini Sepak Terjang Tito Karnavian di Korps BhayangkaraANTARA FOTO/Jojon

Tito yang kala itu masih berpangkat bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen) diangkat menjadi Kepala Polda Papua pada 3 September 2012 menggantikan pejabat lama, Irjen Pol Bigman Lumban Tobing. Namun, secara resmi baru aktif pada 27 September 2012.

Menurut mantan Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurrachman, selama Tito menjabat sebagai Kapolda Papua, sejumlah penembakan misterius masih terus terjadi. Bahkan, kontak tembak antar-pasukan dan kelompok separatis juga marak. Namun jumlah penembakan tersebut bisa ditekan.

Setelah tidak menjabat Kapolda Papua dan terjadi kegaduhan politik di DPR pada akhir  2015, nama Tito Karnavian disebut dalam rekaman yang berhubungan dengan Pilpres 2014 dalam kapasitasnya sebagai Kapolda Papua. Ini menyoal rekaman pembicaraan kasus pemufakatan jahat Mantan Ketua DPR terhadap PT Freeport bulan November 2015.

Akan tetapi, Tito membantah dan mengatakan bahwa dia pernah membicarakan Freeport tetapi konteksnya berbeda, yaitu kepada Menteri ESDM Sudirman Said dalam saran pengamanan Freeport.

4. Banyak gebrakan yang dilakukan saat menjabat Kapolda Metro Jaya

Jadi Mendagri, Ini Sepak Terjang Tito Karnavian di Korps BhayangkaraANTARA/Raisan Al Farisi

Saat menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya pada 12 Juni 2015 hingga 16 Maret 2016, Tito Karnavian mendapat banyak sorotan media dan publik. Banyak gebrakan yang dilakukan Tito diawal jabatannya. Salah satunya, Tito meminta jajarannya untuk blusukan mengurai kemacetan setiap Senin pagi dibandingkan melakukan Apel Pagi.

Selain itu, salah satu kasus besar yang dihadapi Tito yaitu teror bom dan penembakan di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat pada awal Januari 2016. Dengan pengalamannya yang mendalam soal terorisme, dalam waktu kurang dari 5 jam Ibu kota sudah kembali dikuasai dan kondusif dan tujuh orang tersangka tertangkap. Menurut Tito, kasus itu merupakan tanggung jawab ISIS serta merupakan perebutan kekuasaan ISIS di Asia Tenggara melalui eks Narapidana Bahrun Naim.

Beberapa kasus lainnya yang banyak menyedot perhatian publik yaitu, dua kali ancaman teror di Mall Alam Sutera, Kota Tangerang, kontroversi penetapan status siaga satu Jakarta saat Final Piala Presiden 2015, penggusuran kawasan prostitusi Kalijodo (Jakarta Utara) penggusuran perumahan bantaran sungai Kampung Pulo (Jakarta Timur).

Kemudian, kasus pembunuhan seorang perempuan 27 tahun bernama Wayan Mirna melalui zat sianida dikedai kopi pusat perbelanjaan Jakarta Pusat. Di mana, Polda Metro Jaya sampai bekerjasama dengan Polisi Federal Australia.

Baca Juga: Tito Karnavian Jadi Mendagri, Polri: Sudah Diberhentikan dengan Hormat

Topic:

  • Anata Siregar

Just For You