Comscore Tracker

Kasus Ambulans Gerindra, Ini Keterangan dari Perusahaan Pemilik

Saksi dari PT Arsari Pratama akan dipanggil polisi

Jakarta, IDN Times - Direktur PT Arsari Pratama, Daniel Poluan menegaskan, pihaknya sama sekali tidak terkait dengan mobil ambulans berlambang Partai Gerindra, yang diamankan pihak Polda Metro Jaya saat kerusuhan pada Rabu (22/5) lalu. Menurut Daniel, PT Arsari Pratama hanya menyumbang mobil tersebut kepada Kesira (Kesehatan Indonesia Raya) untuk keperluan medis.

"Intinya PT Arsari membeli aset dan pinjam pakai kan ke Kesira. Dan Kesira mendistribusikan ke DPC-DPC untuk program pelayanan kesehatan," kata Daniel dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times di Jakarta, Jumat(24/5).

1. Beban pajak ambulans bukan jadi tanggungan PT Arsari Pratama

Kasus Ambulans Gerindra, Ini Keterangan dari Perusahaan PemilikIDN Times/Axel Jo Harianja

Selain itu, masa berlaku STNK pada mobil tersebut diketahui sudah habis setahun lebih. Hal tersebut, menurut Daniel, bukan menjadi urusan perusahaan.

"Kami tegaskan, tanggung jawab penggunaan, pemakaian dan pembayaran pajak kendaraan dibebankan ke pengguna atau yang pihak dikuasakan," tegasnya.

Sumbangan mobil pelayanan kesehatan bernomor polisi B 9686 PCF tersebut, kata dia, diberikan sudah sejak lama. "Kami juga tidak ingat kapan mobil itu disumbangkan. Pokoknya sudah lama banget. Dan sekali lagi, itu untuk pelayanan medis," ungkapnya.

2. Saksi dari PT Arsari Pratama akan dipanggil polisi

Kasus Ambulans Gerindra, Ini Keterangan dari Perusahaan PemilikIDN Times/Axel Jo Harianja

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono sebelumnya mengatakan pihaknya akan memanggil saksi dari perusahaan terkait mobil ambulans berlambang Partai Gerindra yang berisikan batu.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, ambulans tersebut dimiliki perusahaan yang bernama PT Arsari Pratama. "Kan ada PT-nya, nanti akan kita panggil sebagai saksi. Nanti kalau sudah kita panggil kita tahu keterangan PT seperti apa," ujar Argo dalam Konferensi Pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/5).

Namun, Argo belum dapat memastikan kapan akan memanggil saksi dari perusahaan tersebut.

3. Polisi menangkap lima orang termasuk Sekretaris DPC Partai Gerindra Tasikmalaya

Kasus Ambulans Gerindra, Ini Keterangan dari Perusahaan PemilikIDN Times/Dok. Istimewa

Argo sebelumnya mengatakan pihaknya mengamankan lima orang terkait mobil ambulans berlambang Partai Gerindra yang di dalamnya berisikan batu. Tiga orang di antaranya berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ketiga tersangka itu adalah Yayan Hendrayana alias Yayan sebagai supir, Obby Nugraha alias Obby sebagai kernet, dan Iskandar Hamid yang merupakan Sekretaris DPC Partai Gerindra Tasikmalaya.

'Mereka (bertiga) menggunakan mobil ambulans berangkat ke Jakarta karena ada intruksi. Ada perintah dari ketua DPC (Partai Gerindra Tasikmalaya)," kata Argo.

4. Ketua DPC Partai Gerindra Tasikmalaya perintahkan kirim ambulans ke Jakarta

Kasus Ambulans Gerindra, Ini Keterangan dari Perusahaan PemilikIDN Times/Axel Jo Harianja

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, ambulans itu dikirimkan ke Jakarta atas perintah dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Tasikmalaya. Argo menuturkan, tujuan dikirimkannya ambulans itu ke Jakarta ialah untuk memberikan bantuan bila jatuh korban dalam aksi unjuk rasa 22 Mei 2019 kemarin.

Baca Juga: Panggil Perusahaan Ambulans Gerindra, Polisi Periksa Keluarga Prabowo?

5. Kronologi penangkapan mobil ambulans

Kasus Ambulans Gerindra, Ini Keterangan dari Perusahaan Pemilik(Mobil ambulans dengan logo Partai Gerindra yang disita oleh polisi) Dokumentasi Polda Metro Jaya

Argo membeberkan, ketiganya berangkat dari Tasikmalaya pada Selasa (21/5) sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka tiba di Jakarta pada hari berikutnya sekitar pukul 02.30 WIB dan sudah mengangkut dua orang penumpang lainnya. Mereka bernama Hendrik Syamrosa dan Surya Gemara Cibro.

"Dalam perjalanan sampai di daerah Cokroaminoto Jakarta, di sana dia berhenti dan ada dua orang yang ikut menumpang. Dua orang itu dari Riau. Setelah kita cek mereka simpatisan. Jadi berlima mereka berangkat ke arah Bawaslu," beber Argo.

Sekitar pukul 04.00 WIB, lanjut Argo, terjadi aksi lempar-lemparan antara massa dengan aparat kepolisian di sekitar Bawaslu. Kemudian, ada saksi yang melihat ada batu yang diambil dari mobil ambulans tersebut.

"Kemudian tim menyisir dan ditemukan dan dibawa ke Polda," sambung Argo.

Dari hasil pemeriksaan, para tersangka mengaku tidak tahu jika ada batu di dalam mobil tersebut. Polisi kata Argo, masih terus berupaya untuk mendalami hal tersebut.

Baca Juga: Gerindra akan Investigasi Ambulans Pembawa Batu Saat Kerusuhan

6. Tiga tersangka dari Tasikmalaya tidak memiliki kualifikasi petugas medis

Kasus Ambulans Gerindra, Ini Keterangan dari Perusahaan PemilikIDN Times/Dok. Istimewa

Argo melanjutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tiga orang tersangka yang berasal Tasikmalaya tidak memiliki kualifikasi sebagai petugas medis. Kemudian, di dalam mobil ambulans itu juga tidak ditemukan peralatan medis, melainkan berisi batu.

Barang bukti yang diamankan dari penangkapan tersebut diantaranya satu unit mobil ambulans Partai Gerindra Tasikmalaya (B 9686 PCF), 10 buah batu, uang senilai Rp.1.200.000 serta beberapa buah Handphone dan KTP.

"Mereka dibekali uang Rp. 1.200.000 untuk operasional dari Ketua DPC (Parta Gerindra Tasikmalaya)," jelasnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal berlapis yakni pasal 55,56,170,212, 214 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun ke atas.

Baca Juga: Ambulans Gerindra Angkut Batu, Polisi Akan Periksa Keluarga Prabowo

Topic:

  • Anata Siregar

Just For You