Comscore Tracker

Lutfi Mengaku Disetrum Penyidik, Polri: Sudah Sesuai Prosedur

Apakah penganiayaan ini dibenarkan dalam penyidikan?

Jakarta, IDN Times - Lutfi Alfiandi mengakui bahwa selama dimintai keterangan oleh penyidik Polres Jakarta Barat dia merasa tertekan, sebab oknum penyidik menganiayanya dengan menyetrum dan memukuli, alih-alih memaksanya agar mengaku melempari petugas dengan batu saat berunjuk rasa. 

Saat dikonfirmasi terkait pengakuan Lutfi itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Argo Yuwono menyatakan, pihaknya sudah menangani kasus Lutfi sesuai prosedur. Namun, Argo tak menjelaskan secara spesifik apa yang dimaksud sesuai prosedur itu.

Selain itu, Argo masih enggan menjawab dugaan penyiksaan Lutfi oleh oknum penyidik di Polres Metro Jakarta Barat.

''Polisi sudah sesuai dengan prosedur. Biarlah sidang berjalan sampai selesai," kata Argo saat dikonfirmasi IDN Times di Jakarta, Selasa (21/1).

Lutfi merupakan pemuda yang fotonya viral lantaran memegang bendera merah putih saat aksi demo pelajar STM di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI pada September 2019 lalu. Ia membuat pengakuan mengejutkan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (20/1) kemarin.

"Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jam," kata Lutfi di hadapan Majelis Hakim.

1. Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu, dimutasi setelah tangani kasus Lutfi

Lutfi Mengaku Disetrum Penyidik, Polri: Sudah Sesuai ProsedurSidang Dede Lutfi, Pembawa bendera pada demonstrasi Pelajar di ON Jakarta Pusat (IDN Times/Margith Juita Damanik)

IDN Times sudah mencoba menghubungi dan meminta tanggapan dari mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Edy Suranta Sitepu. Sebelum dimutasi menjadi Kapolres Pemalang, Edy ikut menangani kasus Lutfi.

Namun hingga berita ini dipubllikasikan, Edy belum memberikan tanggapan.

Pada Rabu 2 Oktober 2019 lalu, Edy sempat menyatakan Lutfi terlibat melempari aparat kepolisian. Edy juga mengklaim, Lutfi bukanlah pelajar.

"Dia (Lutfi) bukan pelajar dan diamankan pada saat terjadinya kerusuhan tanggal 30 September 2019. (Penangkapan) Tidak ada kaitannya dengan pelecehan bendera. Terima kasih," ujar Edy.

Baca Juga: Pengakuan Lutfi Disetrum dan Dipaksa Penyidik Mengaku Lempari Polisi

2. Penyiksaan berhenti setelah polisi tahu foto Lutfi viral di media sosial

Lutfi Mengaku Disetrum Penyidik, Polri: Sudah Sesuai ProsedurInstagram/lutfialfiandi

Sidang yang berlangsung pada Senin sore kemarin beragendakan pemeriksaan terdakwa. Dalam persidangan, Lutfi mengungkapkan beberapa hal. Termasuk kisah bagaimana dirinya bisa memegang sang merah putih.

Oknum penyidik tersebut, kata Lutfi, memaksanya mengaku melempar batu ke aparat kepolisian.

"Saya disuruh ngaku kalau lempar batu ke petugas. Padahal saya gak melempar," kata dia.

Penyiksaan itu, menurut Lutfi, berhenti ketika polisi menyadari bahwa fotonya menjadi viral di media sosial. "Saat itu kuping saya dijepit, disetrum, disuruh jongkok juga," kata dia.

3. Lakukan aksinya karena kemauan sendiri

Lutfi Mengaku Disetrum Penyidik, Polri: Sudah Sesuai ProsedurSidang Dede Lutfi, Pembawa bendera pada demonstrasi Pelajar di ON Jakarta Pusat (IDN Times/Margith Juita Damanik)

Di hadapan majelis hakim Lutfi mengaku ikut turun ke jalan melakukan aksi atas kemauannya sendiri. Dia menolak jika disebut mendapat bayaran untuk tindakan yang dilakukannya.

Lutfi mengatakan informasi soal massa aksi kala itu didapatkannya dari media sosial. Merasa ingin menyuarakan aspirasinya, Lutfi memilih ikut turun melakukan aksi.

4. Lutfi didakwa dengan tiga pasal

Lutfi Mengaku Disetrum Penyidik, Polri: Sudah Sesuai ProsedurSidang ketiga kasus pemuda pembawa bendera Merah Putih, Lutfi Alfiandi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (IDN Times/Lia Hutasoit)

Lutfi didakwa melawan aparat yang menjalankan tugas. Dia didakwa dengan tiga pasal yang berlaku secara alternatif.

Lutfi diancam pidana dalam pasal 212 KUH Pidana juncto pasal 214 ayat 1 KUH Pidana atau pasal 170 ayat 1 KUH Pidana atau 218 KUH Pidana.

Baca Juga: Ini Alasan Lutfi Bawa Bendera Merah Putih dari Rumah Saat Demo DPR

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya