Comscore Tracker

Petugas Gabungan Bubarkan Warga yang Takbiran Keliling di Pamekasan

Warga keliling pakai mobil bak terbuka dan pengeras suara

Jakarta, IDN Times - Petugas gabungan dari unsur polisi, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Pamekasan, Jawa Timur, membubarkan takbir keliling yang dilakukan warga di tengah pandemik COVID-19.

"Pembubaran takbir keliling ini sesuai dengan instruksi Bupati Pamekasan yang melarang adanya takbir keliling untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Kasi Penegak Perundang-undangan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno seperti dikutip dari Antara, Sabtu (25/5).

1. Warga yang menggelar takbiran keliling dari pelosok desa

Petugas Gabungan Bubarkan Warga yang Takbiran Keliling di PamekasanIlustrasi takbiran keliling. (IDN Times/Yudi Pane)

Yusuf menjelaskan, warga yang menggelar takbiran keliling di Kota Pamekasan itu ternyata dari pelosok desa. Mereka datang ke Pamekasan, dengan membawa mobil bak terbuka dan pengeras suara.

"Alhamdulillah, mereka mau mengerti penjelasan petugas dan rombongan takbir keliling tersebut kini sudah kembali," jelas Yusuf.

Baca Juga: Satpol PP DKI: Takbir Keliling Tidak Diperbolehkan

2. Sebanyak 200 personel diterjunkan untuk mengantisipasi takbiran keliling

Petugas Gabungan Bubarkan Warga yang Takbiran Keliling di PamekasanIlustrasi takbiran keliling. (IDN Times/Yudi Pane)

Pada malam Idulfitri hari ini, 200 personel gabungan dari berbagai satuan diterjunkan. Selain untuk mencegah adanya warga yang melakukan takbiran keliling, petugas gabungan juga ditugaskan menjaga pusat-pusat perbelanjaan di daerah setempat.

"Di lokasi ini petugas meminta warga untuk menggunakan masker dan memperhatikan jarak fisik saat berbelanja," katanya.

3. Pusat perbelanjaan di Pamekasan tampak ramai pengunjung

Petugas Gabungan Bubarkan Warga yang Takbiran Keliling di PamekasanIlustrasi pengunjung Mal. IDN Times/Yurika Febrianti

Pada malam Lebaran 2020, pusat-pusat perbelanjaan di Pamekasan tampak ramai oleh pengunjung, terutama di toko pakaian, sandal dan sepatu, serta toko swalayan.

Petugas juga menegur pemilik toko yang tidak menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir di depan tokonya.

Baca Juga: PSBB di Makassar Berakhir, Sekolah hingga Mal Dibuka Lagi

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya