Comscore Tracker

Takut Dianiaya, Surat Diselamatkan DKM Ditulis Ninoy Dalam Tekanan?

Surat itu ditandatangani Ninoy di bawah tekanan

Jakarta, IDN Times - Pegiat media sosial sekaligus relawan Jokowi, Ninoy Karundeng, mengaku menjadi korban penculikan dan penganiayaan. Ia menyebut dirinya dianiaya oleh beberapa orang di Masjid Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Minggu (30/9) lalu. Proses hukum kasus penganiayaan ini masih berjalan.

Belum tuntas kasus ini diungkap, beredar surat pernyataan dari Ninoy, yang meminta maaf kepada pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah. Lantas, benarkah surat pernyataan itu?

1. Ninoy takut dianiaya lagi

Takut Dianiaya, Surat Diselamatkan DKM Ditulis Ninoy Dalam Tekanan?Dok. Istimewa

Rekan dari Ninoy Karundeng, Jack Lapian, membenarkan kabar surat pernyataan yang beredar tersebut. Jack mengatakan, surat itu juga langsung dibuat oleh Ninoy sendiri.

"Barusan saya konfirmasi ke Ninoy. Ditandatangani Ninoy di bawah tekanan, karena takut dikeroyok dan dianiaya lagi," ungkap Jack saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (10/10).

Berikut ini surat pernyataan Ninoy selengkapnya.

Jakarta,01-10-2

"SURAT PERNYATAAN"

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Ninoy N Karundeng
TTL : Jakarta, 04-05-1976
Alamat : (tidak kami tuliskan)

Menyatakan bahwa saya telah ditolong dan diselamatkan oleh DKM masjid Al Falah dan tim medis serta warga.

Adapun luka memar dan lebam yang saya alami adalah akibat kesalahpahaman.

Dengan ini saya tidak akan menuntut dan mempermasalahkan kejadian ini dan semua sudah diselesaikan dengan baik.

Demikian surat pernyataan ini saya buat berdasarkan kesadaran tanpa paksaan dari pihak manapun.

Saya juga menyatakan terima kasih kepada DKM masjid Al Falah dan tim medis serta masyarakat.

yang membuat pernyataan

Jakarta 01-10-2019

Ninoy N K

2. Polisi periksa Sekum FPI terkait kasus Ninoy

Takut Dianiaya, Surat Diselamatkan DKM Ditulis Ninoy Dalam Tekanan?IDN Times/Axel Jo Harianja

Sekretaris Umum (Sekum) Front Pembela Indonesia (FPI), Munarman, Rabu (9/10) kemarin, diperiksa penyidik Polda Metro Jaya, untuk dimintai keterangan terkait kasus penganiayaan yang menimpa Ninoy Karundeng.

Munarman hadir sejak pukul 11.20 WIB. Dia keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 22.30 WIB. Munarman mengaku dicecar penyidik Polda Metro Jaya sebanyak 20 pertanyaan. Secara garis besar, ia ditanyakan apakah mengetahui peristiwa yang terjadi di Masjid Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat pada Senin (30/9) lalu.

"Saya bilang saya tidak tahu peristiwa itu," katanya di Polda Metro Jaya, Rabu (9/10) malam.

Baca Juga: Diperiksa Terkait Kasus Ninoy Karundeng, Ini Penjelasan Sekum FPI

3. Munarman hanya sekadar memberikan konsultasi hukum kepada Supriadi

Takut Dianiaya, Surat Diselamatkan DKM Ditulis Ninoy Dalam Tekanan?IDN Times/Axel Jo Harianja

Selain itu, Munarman juga dimintai klarifikasi, soal adanya konsultasi hukum terhadap salah satu tersangka penganiayaan Ninoy, yaitu salah satu Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Al-Falaah yang bernama Supriadi (S).

"Jadi, dia (Supriadi) berkonsultasi mengenai kepengurusan Masjid Al-Falaah yang pada tanggal 30 (September) malam itu ada peristiwa di Masjid Al Falah. Saya tidak tahu persis peristiwanya apa, nah jadi terkait soal itu," ungkap Munarman.

"Konsultasinya salah satu tersangka (Supriadi) yang kebetulan pengurus Masjid itu adalah tanggal 2 Oktober. Jadi dua hari setelah peristiwa di Masjid Al Falah," sambungnya.

Munarman juga menegaskan, saat kejadian penganiayaan Ninoy terjadi, dia tak ada di lokasi. Ia juga belum melihat rekaman CCTV yang ada di Masjid tersebut.

4. Polisi menetapkan 13 orang tersangka terkait kasus penganiayaan Ninoy

Takut Dianiaya, Surat Diselamatkan DKM Ditulis Ninoy Dalam Tekanan?IDN Times/Axel Jo Harianja

Polisi sebelumnya sudah menetapkan 11 orang tersangka terkait penganiayaan itu. Di antaranya AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan AR. Pada Selasa (8/10) kemarin, Sekjen (PA) 212, Doni alias Bernard Abdul Jabbar, dan satu orang lainnya berinisial F alias Ferry, juga telah ditetapkan menjadi tersangka.

Untuk tersangka TR, tidak ditahan lantaran alasan kesehatan. Kemudian, dari 13 orang tersangka itu, tiga di antaranya adalah perempuan. Mereka dijerat Pasal UU ITE, sedangkan yang terlibat penganiayaan dijerat pasal 170 dan 335 KUHP.

Polisi pada Rabu (9/10) kemarin juga telah memintai keterangan dari Sekum FPI, Munarman. Untuk terus mendalami kasus ini, polisi hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap Pengurus DKM Al-Falah, Iskandar dan Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Chaidir Hasan Bamukmin.

5. Ninoy mengaku diculik hingga dianiaya

Takut Dianiaya, Surat Diselamatkan DKM Ditulis Ninoy Dalam Tekanan?IDN Times/Axel Jo Harianja

Ninoy Karundeng mengungkapkan peristiwa penculikan dan penganiayaan yang dialaminya. Ninoy menjelaskan, awalnya dia mengambil gambar saat peristiwa demo pada Senin (30/9) lalu. Kala itu, dia mengikuti anak-anak atau orang yang berlarian karena terkena gas air mata.

"Di situlah saya mengambil foto terus saya diperiksa. Begitu dia tahu bahwa saya adalah relawan Jokowi, langsung saya dipukul dan diseret ke dalam Masjid," kata Ninoy di Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (7/10).

Ninoy menjelaskan, setibanya di Masjid Al-Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat, dia diinterogasi beragam pertanyaan. Namun, setiap dia menjawab, ia malah dipukuli oleh puluhan orang. Ninoy juga meminta agar dikeluarkan dari masjid. Akan tetapi, tidak diizinkan.

Saat itu, lanjut Ninoy, ada seseorang yang dipanggil Habib, memberi ultimatum kepadanya. Habib itu menyebut waktu yang dimiliki Ninoy sangat pendek, sebab kepalanya akan dibelah. Habib tersebut juga menginterogasi Ninoy dan memukulinya.

Ninoy melanjutkan, ketika itu sang Habib menanyakan apakah ada ambulans yang akan datang ke Masjid tersebut. Sebab, Ninoy diancam akan dieksekusi sebelum subuh dan mayatnya dibuang ke wilayah yang terdampak kerusuhan.

"Sekarang setiap saya keluar ke mana-mana saya takut. Karena ada seseorang yang menanyakan tentang nama istri dan anak saya dan seterusnya dan dimasukkan ke dalam HP," katanya.

"Rumah saya juga, banyak beberapa orang asing yang ke situ pada hari kedua. Jadi hari ini saya sudah tidak berada di rumah lagi, tidak mungkin tinggal di rumah bersama anak dan istri saya," sambungnya.

Baca Juga: Kasus Ninoy Karundeng, Warga: Pemukulan Bukan di Masjid Al Faalah

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya