Comscore Tracker

Tambah 6.027 Kasus, 569.707 Orang di Indonesia Terpapar COVID-19

Sebanyak 4.271 orang berhasil sembuh dari COVID-19

Jakarta, IDN Times - Kasus positif COVID-19 di Tanah Air kian bertambah. Dilansir dari website kemkes.go.id, Sabtu (5/12/2020), ada 6.027 orang terinfeksi virus corona hari ini.

Total orang yang terpapar COVID-19 di Indonesia kini mencapai 569.707, di mana sebelumnya berjumlah 563.680 orang.

Baca Juga: [LINIMASA-4] Perkembangan Terkini Pandemik COVID-19 di Indonesia

1. Sebanyak 4.271 orang berhasil sembuh dari COVID-19 hari ini

Tambah 6.027 Kasus, 569.707 Orang di Indonesia Terpapar COVID-19Ilustrasi pasien COVID-19. ANTARA FOTO/Ampelsa

Jumlah pasien positif COVID-19 yang sembuh bertambah 4.271 orang hari ini. Maka secara total kesembuhan kasus virus corona di Indonesia mencapai 470.449 kasus.

Sebelumnya, pada Jumat (4/12/2020), sebanyak 466.178 orang dipastikan sembuh melawan virus corona.

2. Sebanyak 118 orang meninggal karena COVID-19 hari ini

Tambah 6.027 Kasus, 569.707 Orang di Indonesia Terpapar COVID-19Ilustrasi pemakaman pasien positif COVID-19. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Jumlah orang yang meninggal karena COVID-19 hari ini ada 110 orang. Alhasil, total orang yang meninggal karena virus corona sampai saat ini ada 17.589 jiwa.

Pada Jumat (4/12/2020), jumlah orang yang meninggal karena virus corona tercatat mencapai angka 17.479 orang.

3. Telah terbukti, COVID-19 menular melalui airbone

Tambah 6.027 Kasus, 569.707 Orang di Indonesia Terpapar COVID-19Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio mengungkapkan, virus COVID-19 dapat menyebar melalui udara dan hal ini bukan suatu temuan baru. Bahkan, Amin sudah mencurigai hal ini sejak awal kemunculan COVID-19.

"Jika ada droplet (cairan terkecil dari saluran pernapasan) kemudian ada aliran udara yang cukup kuat (virus COVID-19), bisa terbawa angin dan terbang karena volumenya jadi lebih kecil, relatif ringan karena kadar airnya berkurang," ujarnya saat dihubungi IDN Times, Selasa, 7 Juli 2020.

Amin menerangkan, virus COVID-19 bisa keluar bersama droplet (cairan) yang dihasilkan ketika bersin atau batuk. Droplet yang menempel pada benda-benda yang tersentuh orang lain bisa menularkan virus-virus tersebut.

Namun, sebagian virus menyebar lewat udara (airborne) saat droplet berubah menjadi partikel yang lebih kecil dan mudah menyebar di udara.

"Sebagian besar memang menular melalui droplet, tapi dalam situasi tertentu bisa. Seperti di rumah sakit saat dilakukan prosedur pemasangan ventilator, pengisapan lendir, atau terapi nebulizer," jelasnya.

Bahkan menurut Amin, sudah ada bukti dari pengamatan bahwa virus COVID-19 menular melalui airborne. Dia mencontohkan kasus di suatu restoran yang tertutup, misal pengunjung di meja yang bersin maka virus bisa saja satu ruangan kena.

"Ini juga bisa terjadi di ruang kerja, di perkantoran dengan AC split serta tertutup maka droplet bisa terembus udara dan hanya berputar satu ruangan," imbuhnya.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M: Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times

Baca Juga: Ini Penjelasan Satgas soal Lonjakan Kasus Harian COVID-19 Hingga 8.369

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya