Comscore Tracker

Terimbas COVID-19, Begini Jeritan Pengusaha Jasa Cuci Sepatu 

Omzet berkurang hingga 40 persen

Jakarta, IDN Times - Pandemik virus corona atau COVID-19 menjadi momok bagi para pekerja dan pelaku UMKM. Sebab, sejak pemerintah mengimbau masyarakat bekerja dari rumah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan,  pendapatan mereka langsung turun.

Salah satu pelaku UMKM yang merasakan dampak pandemik COVID-19 adalah Robby Arianto. Pemilik memiliki toko penyedia jasa cuci sepatu ini mengatakan omsetnya terus menurun sejak COVID-19 mewabah.

"Orderannya itu bisa sampai turun sekitar 30-40 persen. Itu sudah pasti turun. Karena orang biasanya bisa ke store, kita bisa pick up and delivery," katanya saat dihubungi IDN Times, Rabu (29/4).

1. Pandemi virus corona membuat pelanggan tak berani keluar rumah

Terimbas COVID-19, Begini Jeritan Pengusaha Jasa Cuci Sepatu UMKM yang berjuang di tengah Pandemik COVID-19 (Dok. Pick My Kicks)

Robby mendirikan toko cuci sepatu Pick My Kicks pada November 2019. Ia mengawalinya dengan membuka jasa cuci sepatu secara online pada Februari 2019. 

Wabah virus corona membuat orang tak berani ke luar rumah. Mereka takut ke toko untuk mencuci sepatu. Selain itu imbauan bekerja dari rumah juga membuat sepatu tidak dipakai sehingga tidak kotor.

Jika ada sepatu yang kotor pun pelanggan tidak mau mengantarnya ke toko karena takut terpapar virus corona. Pada saat yang sama Robby juga tidak bisa mengambil sepatu tersebut dengan alasan yang sama.

"Sekarang kayaknya rentan buat tim kita. Karena kita gak berani ambil risiko pick up pick up ke rumah orang," katanya.

2. Robby merelakan pendapatannya untuk karyawan

Terimbas COVID-19, Begini Jeritan Pengusaha Jasa Cuci Sepatu Ilustrasi uang (IDN Times/Mela Hapsari)

Sejak pertengahan Maret 2020, Pick My Kicks tidak lagi beroperasi di toko. Total, ada dua toko di kawasan Serpong, Tangerang dan satu di kawasan Karang Tengah. Robby memutuskan menjalankan usahanya dari rumah.

Untuk mempertahankan bisnisnya, pada 1-7 April lalu, Robby mengadakan promosi Rp10 ribu untuk setiap sepatu yang akan dicuci. Kala itu, ada 110 sepatu yang menggunakan jasa Pick My Kicks. Robby menuturkan, semua pendapatan dari promosi itu dia serahkan kepada karyawannya yang dia sebut sebagai tim.

"Gua mikir, semakin ke sini bisnis bukan cuma soal untung. Jadi gua rasa, oh ya udah ini kan COVID-19 pandemik bersama. Jadi gua rasa selama gua masih bisa hidup, gua gak mau ambil untung sama sekali," tutur Robby.

3. Bergantung hidup lewat tabungan

Terimbas COVID-19, Begini Jeritan Pengusaha Jasa Cuci Sepatu UMKM yang berjuang di tengah Pandemik COVID-19 (Dok. Pick My Kicks)

Kini, kegiatan Pick My Kicks benar-benar dihentikan sementara. Dia juga tak mengeluarkan promosi-promosi lainnya. Hal itu, kata Robby, guna mencegah penularan COVID-19 di kediamannya.

"Gua gak mau memberikan impact parah ke keluarga gua hanya karena gua pengen dapetin uang. Jadi ibaratnya gua hidup dari tabungan aja sih. Kalau buat usahanya, ibaratnya sekarang lagi di-freeze Pick My Kicks," jelasnya.

"Tapi kalau misalnya ada orang yang mau cuci sepatu, kita tetap buka," sambung pria berusia 23 tahun ini.

4. Fokus untuk mengembangkan diri lewat kegiatan lain

Terimbas COVID-19, Begini Jeritan Pengusaha Jasa Cuci Sepatu Dok. Istimewa

Saat ini, Robby memfokuskan untuk mengembangkan kemampuannya dalam berbisnis. Selama work from home (WFH), Robby mengisi kegiatannya dengan membuat konten di media sosial Instagram atau dalam bentuk podcast.

"Salah satu konsep orang yang gua kagumi dari salah satu pengusaha. Dia bilang, 'I don't use people to growing up my business, but I use business to growing up my people'," katanya.

Robby berharap pandemik COVID-19 cepat berlalu. Dia berpesan agar masyarakat yang tidak bekerja dari rumah tetap menjaga kesehatannya.

"Gua cuma bisa kasih pesan semangat berjuang, tetap sehat, jaga kesehatan, olahraga itu penting. Semoga, pandemik ini (COVID-19) cepat kelar," ungkap lulusan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Penyebaran COVID-19 Mulai Stabil Setelah Diterapkan PSBB

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya