Comscore Tracker

Virus Corona Mewabah, Angka Kriminalitas Menurun di Indonesia

Polisi masih menemui masyarakat yang berkerumun

Jakarta, IDN Times - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol. Argo Yuwono mengklaim, kasus kriminalitas di Indonesia menurun sejak virus corona mewabah di Indonesia.

"Data Asops (Asisten Operasi) Kapolri untuk Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) minggu ke-12 ada 4.245 kasus, dan minggu ke-13 ada 4.197 kasus. Ada penurunan 48 kasus atau 1,43 persen," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/3).

Baca Juga: Mengaku Iseng, 4 Penyebar Hoaks Virus Corona Ditangkap Polisi

1. Polisi masih menemui masyarakat yang berkerumun

Virus Corona Mewabah, Angka Kriminalitas Menurun di IndonesiaPetugas gabungan saat memberikan imbauan ke masyarakat di salah satu tempat nongkrong di Medan (Istimewa)

Argo menjelaskan, meski kasus kriminalitas menurun, masih banyak masyarakat yang tak mengindahkan imbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19. Mereka masih berkerumun atau berkumpul.

"Ada beberapa di Jatim karena membandel, kita bubarkan. Kemudian ada yang beberapa orang kita bawa ke Polres dan Polda di jajaran Jatim. Ada yang 3-5 orang," ujarnya.

Meski dibawa ke kantor polisi, mereka tidak ditahan maupun dikenakan pasal pidana. Mereka hanya dimintai keterangan dan membuat pernyataan.

"Jadi polisi mengedepankan preventif humanis. Dengan harapan, kesadaran masyarakat tumbuh sendiri untuk menjaga jangan sampai penyebaran virus ada di lingkungan kita," jelasnya.

2. Polisi bakal pidanakan masyarakat yang tak patuhi imbauan pemerintah

Virus Corona Mewabah, Angka Kriminalitas Menurun di Indonesiaantaranews.com

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sebelumnya mengeluarkan maklumat terkait pencegahan virus corona atau COVID-19.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol. Muhammad Iqbal mengatakan, 460 ribu anggotanya dari setiap tingkat Kepolisian di Indonesia dikerahkan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat.

"Walau hanya sekedar ngopi di cafe, duduk-duduk, nongkrong-nongkrong di persimpangan dan sebagainya ini bahaya. Penyebaran virus COVID-19 sudah sangat berkembang," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/3) lalu.

3. Polri gelar operasi aman Nusa Dua terkait COVID-19

Virus Corona Mewabah, Angka Kriminalitas Menurun di IndonesiaPolda Metro gelar patroli untuk cegah COVID-19 (Dok. Humas Polri)

Iqbal menjelaskan, polisi sudah menjalankan protokol yang disarankan pemerintah untuk mengurangi penyebaran COVID-19. Seperti social distancing, pengecekan suhu tubuh, dan penyeprotan disinfektan. Kapolri, kata Iqbal, juga memberlakukan konsep operasi khusus kepolisian, yaitu sandi operasi aman Nusa Dua.

"Dalam rangka penanganan virus corona. Dari kemarin tanggal 19 Maret sampai 17 April 2020. Dapat diperpanjang melihat situasi dan kondisi," jelasnya.

"Saat ini Polri juga mengawal konsep sosial distancing. Saat ini teman-teman (media) tidak boleh lagi mendekat ke saya sebagai spokeperson, sebagai juru bicara. Saya menyampaikan informasi tetapi kita juga menggunakan masker dan lain sebagainya," sambungnya.

Iqbal menuturkan, pihaknya tak ingin hanya karena kerumunan masyarakat, penyebaran virus corona terus bertambah. Polri juga tak segan menindak mereka yang acuh terhadap imbauan pemerintah termasuk maklumat Kapolri.

"Pasal 212 KUHP barang siapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang saat ini melaksanakan tugas dapat dipidana. Kita lakukan terus pemantauan dan penyidikan. Pasal 216 dan 218 tambahan pasal. Initinya bisa dipidana," tuturnya.

Baca Juga: [BREAKING] Dua WNI Positif Virus Corona Meninggal Dunia di Luar Negeri  

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya