Comscore Tracker

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 

Vivick pernah kerja sambilan jadi artis

Jakarta, IDN Times - Kasus narkoba menjadi salah satu fokus Kepolisian. Di masa pandemik COVID-19 ini, kasus tersebut mengalami peningkatan. Pada awal Mei lalu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Nana Sudjana mengatakan, kasus narkoba di wilayah hukum Polda Metro Jaya meningkat 120 persen. Hal itu terhitung sejak April lalu.

Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan juga menjadi pihak yang gencar memberantas narkoba. Baru-baru ini, tim yang dipimpin oleh Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Polisi (Kompol) Vivick Tjangkung, menangkap artis sekaligus paranormal Roy Kiyoshi.

Dalam wawancara khusus (wansus) dengan IDN Times pada Kamis (14/5), Vivick membagikan pengalamannya selama bertugas mengungkap kasus narkoba. Berikut ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Polisi Sita 21 Butir Psikotropika Jenis Benzo dari Roy Kiyoshi

Apa yang memotivasi Anda menjadi Polwan?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 IDN Times/Axel Joshua Harianja

Saya sebenarnya orang seniman, saya juga menyanyi, suka menari, saya juga pemain oratori, teater dan baca puisi. Kemudian suka model. Jadi, seluruh kegiatan-kegiatan yang berbau seni itu saya lakoni karena hobi.

Awalnya memang secara jujur saya tidak tertarik untuk profesi saya saat ini. Dengan kondisi waktu zaman itu tahun 89 kelas 3 SMA persiapan untuk ujian, saya menginginkan sekolahnya di Surabaya ikut dengan kakak-kakak yang lain. Karena, kakak-kakak saya sekolah di Surabaya. Tapi mendadak orang tua, 'gak kamu di sini aja karena bapak udah gak sanggup biayain'.

Nah disitulah saya mencari solusi sendiri dan akhirnya saya mendaftar, tapi dengan tekad gak asal-asalan. Keinginan saya, ingin coba berkiprah dari luar lingkup saya berasal. Saya kan aslinya NTT tapi saya besarnya di Timor Leste. 

Bagaimana proses sampai akhirnya Anda dipercaya menangani kasus narkoba?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan ungkap kasus narkoba ganja yang ditanam di rumah (Dok. Humas Polres Metro Jakarta Selatan)

Setelah tamat dari sekolah polwan itu saya masuk di serse umum, serse umum di bagian menangani masalah anak-anak dan wanita. Dari situ saja itu sudah beberapa kasus yang membutuhkan intens kegiatan-kegiatan untuk kasus-kasus anak-anak, remaja, dan wanita.

Kemudian pada saat adanya tim yang dibuat oleh pimpinan, ada tim narkotika waktu itu, nah saya dilibatkan, disitulah keterlibatan saya awalnya hanya sebagai penyamar kemudian berhasil. Nah, dari situlah kegiatan itu terus berlanjut. Dengan berjalannya waktu, saya akhirnya juga sempat berkiprah di Sat (Satuan) lain seperti lalu lintas, di Pam Obvit (Pengamanan Objek Vital), dan di Narkotika.

Apa yang harus dipersiapkan saat akan mengungkap kasus narkoba?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung, Senin (16/9/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Keberanian, tekad, dan harus punya insting yang kuat bahwa satu informasi yang kita dapat itu benar-benar informasi yang valid dan bisa terungkap.

Tadi Anda bilang pernah menyamar. Pernah nyamar jadi apa aja?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Hahaha, paling sering kena di lokasi itu tempat keramaian, waktu itu ya tempat-tempat diskotik ya. Mau gak mau mencoba sebagai pengunjung diskotik aja, salah satunya itu lah. 

Tantangan terberat selama mengungkap kasus narkoba, apa saja?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 Ilustrasi narkoba dilakban dan dimasukkan ke dalam kotak makanan ringan (IDN Times/Yuda Almerio)

Ya tantangan terberat itu karena untuk kayak saya, saya kan sempat tinggal di asrama Polwan bergabung sama teman-teman Polwan. Dan yang saya jalani adalah yang tidak boleh diketahui orang luar. Nah, itu tantangannya.

Teman-teman saya juga gak boleh tahu. Yang kadang-kadang waktunya tidak harus saya pulang sore bahkan menjelang pagi. Nah, kadang-kadang teman-teman tidak tahu saat saya melakukan kegiatan penyelidikan penyamaran. Nah, itu beban mental banget, sana sini gitu kan. Ngomong ini ngomong itu.

Ya kita harus kuat-kuatkan hati karena kalau saya ngomong saya sedang melakukan ini saya sedang melakukan itu, ya sama aja bohong. Jadi, saya benar-benar berperang dengan perasaan karena sesama lingkungan juga tidak tahu.

Tapi apa ya, isu-isu yang membuat saya jadi miris tapi setelah berhasil 'oh ternyata dia lagi lakukan kegiatan ini' 'oh ternyata dia ngungkap kasus ini'. Dan akhirnya teman-teman memahami dan mau menerima keadaan saya, seperti itu. Itu beban mental banget, tapi setelah suatu keberhasilan itu bisa dilihat oleh pimpinan dan teman-teman juga tahu, itu kepuasan batin yang luar biasa. 

Apa pengalaman paling berkesan ketika mengungkap kasus narkoba?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung (baju hitam) memegang barang bukti narkoba jenis ganja yang diamankan dari tiga mahasiswa di Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Pertama tentu kasus Zarima (artis tahun 90-an) lah. Waktu itu saya masih Bintara kemudian saya diikutkan ke dalam satu tim besar, pimpinan-pimpinan yang berpengalaman yah. Kemudian saya bisa diberangkatkan ke luar negeri, itu pengalaman saya yang tak terhingga, karena di sana juga saya  dibutuhkan secara psikologi, menguatkan psikologi si Zarima.

Jadi benar-benar pengalaman yang luar biasa. Kedua saya juga punya pengalaman setelah saya mengungkap salah satu kasus, bergabung dengan tim yang waktu itu tim yang benar-benar dibanding tim yang lain, punya aktivitas yang bagus, dan kita berhasil mengungkap jaringan Inggris waktu itu dan saya yang mengawali target itu. Jadi, ada dua yang saya anggap itu amazing banget.

Anda kan sering mengungkap kasus narkoba, pernah kah diteror?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 Ilustrasi narkoba (IDN Times/Mia Amalia)

Syukur kepada Tuhan selama saya melakukan kegiatan penyamaran saat itu yah, ndak pernah. Kekuatan doa saya sangat kuat sekali, setiap saya melakukan pekerjaan saya, saya selalu mohon kepada Tuhan dan tidak ada teror, syukur kepada Tuhan tidak ada.

Berawal dari tekad yang baik karena berantas narkoba ini juga satu pekerjaan yang mulia, memulihkan orang-orang yang terjerumus dari jaringan narkoba. Jadi, saya yakin pekerjaan yang saya lakukan ini selalu diberkati Tuhan. Sehingga, saya tidak mengalami hal-hal yang mengecewakan pimpinan, institusi, keluarga maupun diri saya sendiri. Saya berterima kasih pada Tuhan dan seluruh orang-orang yang mendukung saya selama ini. Terutama keluarga yah.

Untuk kasus narkoba di masa pandemik (COVID-19) ini ada peningkatan kah?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 Ilustrasi narkoba (IDN Times/I Made Argawa)

Pasti, pasti. Situasi sekarang ini justru meningkat penggunaan narkoba. Wilayah Jakarta Selatan ini memang wilayah pengguna dibanding sebagai wilayah pengedar. Mungkin tingkat ekonomi wilayah Jakarta Selatan ini stratanya berbeda dengan jajaran lain, jadi penyalahgunaan narkobanya cukup tinggi.

Kami tentunya cukup sedikit kesulitan menghadapi situasi ini, karena saat kita melakukan kegiatan penyentuhan di titik-titik yang dianggap kita bisa melakukan penangkapan, targetnya sudah pasti dia ada barang bukti narkoba, kita juga harus mawas diri dengan situasi.

Karena, kita harus menggunakan alat bantu berpakaian APD dan kita harus menjelaskan kepada keluarga lingkungan setempat bahwa kita lakukan dengan menggunakan APD ini, untuk antisipasi supaya kita sama-sama juga tidak terjangkit virus corona. Dan ini yang cukup berbeda dengan keadaan-keadaan sebelumnya.

Tapi syukur sekali selama kita melakukan kegiatan-kegiatan penindakan adanya penyalahgunaan narkoba, antuasiasme masyarakat tetap ada. Kemudian lingkungan terdekat seperti keluarga yang saat kedatangan anggota kami, juga menerima cukup baik. Dan sepertinya mereka cukup memahami tindakan (ungkap kasus) yang ada di dalam lingkup rumah. Jadi, mereka pun membantu untuk mempersilakan anggota kami melakukan kegiatan penyelidikan. 

Untuk Jakarta Selatan, wilayah mana yang paling rentan kasus narkoba?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 IDN Times/Axel Joshua Harianja

Wilayah Jakarta Selatan ini, untuk-untuk tempat hiburan itu adanya daerah Kemang, Senopati. Kita memang seringkali melakukan kegiatan-kegiatan operasi untuk patroli. Bahkan, penyentuhan di tempat-tempat yang sangat dianggap rawan. Karena, kumpulan anak-anak remaja yang melakukan kegiatan-kegiatan enjoy.

Tapi, selama belakangan ini sebelum kejadian COVID ini, kita juga melakukan penyentuhan di tempat-tempat hiburan malam dengan menggunakan bantuan alat test kit urine. Syukur yah semua tidak terlihat signifikan hasilnya positif. Karena, hasil dari alat test kit itu rata-rata negatif. Ini membuktikan bahwa anak-anak tanggung, anak-anak remaja yang kongkow-kongkow di tempat hiburan malam hanya sekedar untuk melepas enjoy mereka di tempat mereka. Karena pada saat melakukan test urine mereka negatif.

Tapi yang paling harus kita jaga adalah perbatasan-perbatasan wilayah Jakarta Selatan seperti daerah perbatasan yang dekat antara Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Kemudian daerah Depok dengan wilayah Jakarta Selatan itu Jagakarsa, kemudian perbatasan di daerah Manggarai. Nah, itu memang yang harus kita antisipasi karena selama ini tawuran terjadi dan informasinya sudah dapat dibuktikan.

Pada saat tawuran itu terjadi di wilayah Manggarai, itu adanya transaksi berjalan dan kita sudah pernah menangkap transaksinya cukup banyak pada saat terjadi tawuran. Dan itu sudah kita tangkap dua kali dengan barang bukti yang tidak sedikit di wilayah kita. Jadi, tetap terus kita antisipasi tempat-tempat yang dianggap rawan. Apalagi, ada juga di wilayah yang dulunya sudah brand-nya itu bisa dikatakan sudah jadi perkampungan, brand-nya itu di daerah Kebayoran Lama.

Nah, itu kita lakukan penyentuhan secara lunak sudah dua kali, ketiga kali kita juga melakukan pengobatan, kita sertakan dengan IDI Jakarta Selatan menyatakan obat-obatan ringan yang bisa membantu masyarakat setempat.

Kemudian kita memberikan sembako, kita memberikan simpatik kepada masyarakat setempat supaya mau menjadi masyarakat yang bebas narkoba dan tentunya meminimalisir kriminal yang ada di lingkungannya. Begitu juga di wilayah Manggarai, kita juga melakukan hal yang sama. 

Kenapa terkadang polisi menangkap seseorang di wilayah Jakarta Barat tapi yang menangani kasusnya polisi dari Jakarta Selatan?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 Ilustrasi (IDN Times/Sukma Sakti)

Tidak masalah sih. Pada saat laporan dari masyarakat itu kita terima, kita polisi Republik Indonesia, polisi narkotika harus cepat bertindak. Karena, kasus narkoba ini jika lamban menanganinya maka buyar.

Nah ini yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat Indonesia kalau pun tahu, mendengar, mengetahui, atau melihat langsung, punya kenalan polisi yang bekerja luar dari wilayah itu, boleh-boleh aja, atau polisi terdekat hubungi aja. Jadi, polisi Republik Indonesia bisa melakukan penindakan di wilayah mana pun dengan hasil penyelidikan yang maksimal dan pembuktiannya ada.

Kalau kasus Roy Kiyoshi proses pengintaiannya berapa lama?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 Artis sekaligus paranormal Roy Kiyoshi saat menghadiri Panasonic Award ke-22. IDN Times/Nur Malika

Ini hanya informasi saja dari masyarakat dan kita melakukan apakah informasi itu betul atau tidak. Jadi secara langsung ada informasi, kita lakukan penindakan. Kami selalu menyampaikan ke tempat-tempat yang kami datangi, keluarga, bahwa informasi ini kita ingin membuktikan, apakah benar informasi ini sesuai?

Kalau pun tidak sesuai tidak apa-apa kita akan ucapkan minta maaf, yang paling terpenting adalah mereka menyadari bahwa informasi itu mereka tahu bahwa harus hati-hati. Karena, jika sudah ada masuk informasi berarti indikasi adanya penyalahgunaan.

Jadi itu yang harus diantisipasi dan rata-rata masyarakat sangat paham, kita secara baik-baik, kita santun, kita menunjukkan kita punya surat perintah, bicara yang sopan dan mereka menerima. Karena, mereka menyadari penyalahgunaan narkoba ini sangat membahayakan bukan pada diri seseorang saja, tapi lingkungan paling terdekat juga untuk secara umum.

Pernahkan anak marah karena padatnya tugas Anda sebagai polisi?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 Ilustrasi Polres Metro Jakarta Selatan (IDN Times/Axel Jo Harianja)

Itu sangat sering, awalnya memang dari kecil yah, karena saya tugas saya lapangan, anak saya masih kecil itu saya ajak. Pernah ajak sekali sih waktu dia umur sekitar 5 tahun, karena dia nangis terus teriak seperti ketakutan. 'Oke mama ajak'. Nah setelah saya ajak lalu dia lihat sendiri, lalu dia tidak mau lagi.

Sudah umur 17 tahun sekarang ini dia sangat memahami. Anak-anak saya, bahkan mereka sering datang ke kantor hanya untuk melihat saya sebentar lalu pulang. Jadi, mereka sudah mengerti keadaan pekerjaan mamanya, dan saya selalu mencoba untuk menyiapkan waktu yang khusus walaupun sangat sedikit tidak seperti ibu-ibu rumah tangga lain, hanya bercanda sebentar itu mereka sudah merasa puas.

Bagaimana Anda bisa menjalankan hobi, tapi tetap mematuhi aturan-aturan terkait COVID-19?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan (Dok. Instagram @vivicktjangkung)

Ya saya suka olahraga, dulu saya suka ikut di klub untuk aerobik kemudian yoga, kemudian di tempat fitness, kemudian yang keadaan COVID ini saya harus ikut aturan. Di rumah juga ada alat bantu olahraga dan saya gunakan kegiatan olahraga di rumah. 

Pernah berkecimpung di dunia tarik suara dan di sinetron, itu gimana ceritanya?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung (Dok. Pribadi)

Kalau tarik suara menyanyi itu masa saya pendidikan, saya sudah ikut grup nyanyi kemudian berlanjut sampai saya menjelang sekolah perwira. Jadi, kegiatan-kegiatan di Polda Metro, acara pimpinan itu kita selalu diminta untuk menyanyi karena punya grup ya, ada bandnya, band hunter waktu itu, dan saya salah satu penyanyinya.

Kemudian main sinetron itu sebenarnya hanya nambah-nambah uang saku waktu itu. Saya kan kuliah, kemudian saya sempat janji sama bapak saya, saya mampu kok kuliah dengan uang saya sendiri. Kan waktu itu Bapak ngirimin saya uang untuk kuliah terus saya berpikir saya kan suka nyanyi, suka MC, kenapa saya tidak gunakan itu, saya suka fashion.

Jadi, segala kegiatan-kegiatan ada perlombaan apa pun yang bisa hasilkan uang. Saya tes, termasuk jadi presenter di TPI, di LaTivi waktu itu saya ikut. Kemudian saya pernah nyanyi dikontrak oleh TPI juga, kontrak waktu-waktu malam minggu juga saya ambil. Kemudian ikut juga kontrak acara waktu itu dengan beberapa, Edo Kondologit, lelucon-lelucon gitu ada episode lelucon itu saya gabung.

Kemudian sinetron. Walaupun saya berangkat habis kegiatan kantor, berangkat untuk shooting, terus saya bagi juga untuk kuliah. Saya juga bingung, semua kok bisa saya lakoni, saya bingung juga. Bekerja kantor juga seperti biasa, sempat juga waktu saya dipanggil oleh pimpinan, jadi satu pertanyaan besar 'kamu tuh mau jadi polwan atau mau jadi artis? Kalau kamu mau jadi polwan, kamu berhenti dong keartisannya'.

Akhirnya, saya pilih saya jadi polwan, saya bisa gini kan karena polwan. Jadi, saya kembali aktivitas saya sebagai polwan. Saya berhenti semuanya, nyanyi saya berhenti walaupun saya pernah rekaman, saya buat rekaman pertama, kemudian saya buat daur ulang lagi, tapi akhirnya pelan-pelan saya berpikir saya harus fokus satu kegiatan yang betul-betul membutuhkan intens dan saya pilih di kegiatan koefisien saya. Yang lain-lain saya anggap hanya hobi. 

Ada pesan-pesan untuk masyarakat selama pandemik COVID-19 ini?

[WANSUS] Aksi Vivick Tjangkung Memberangus Narkoba di Tengah COVID-19 (IDN Times/Arief Rahmat)

Seluruh yang menonton hari ini, kita mengalami sama, masa-masa sulit ini, kita harus mendukung anjuran pemerintah. Karena, hanya dengan anjuran pemerintah ini yang bisa membantu situasi ini normal kembali.

Gunakan masker selalu, jaga kondisi kesehatan dan tetap beraktivitas yang positif, tetap berolahraga walaupun dalam rumah. Berkomunikasi dengan keluarga tetap jalin, dan selalu optimis situasi ini akan berlalu.

Baca Juga: [BREAKING] Artis Roy Kiyoshi Ditangkap Terkait Dugaan Kasus Narkoba

Topic:

  • Sunariyah
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya