Comscore Tracker

Koster: Bali Tidak Buru-buru Ikuti New Normal dan Buka Pariwisata

Gubernur juga menyebut Pemprov masih memetakan kasus COVID

Denpasar, IDN Times – Gubernur Bali I Wayan Koster, merespons soal kabar reopening pariwisata di Pulau Bali yang bakal segera dilakukan dalam beberapa bulan ke depan ini. Menurut politikus PDIP ini, Pemerintah Pusat seharusnya tidak buru-buru menetapkan secara sepihak terkait reopening pariwisata di Pulau Dewata.

Koster menilai, Pemerintah Daerah (Pemda) yang lebih paham kondisi di lapangan seperti apa karena langsung berhadapan.

“Jadi kami juga bicara dengan Bapak Menko jangan dulu Pemerintah Pusat menetapkan secara sepihak. Tapi harus atas kajian dan analisis dari Pemerintah Daerah. Karena Pemerintah Daerah yang paling mengetahui lapangannya dan punya tanggung jawab langsung dalam situasi dan kondisi yang dijalankan dalam konteks penanganan COVID-19 ini,” tegasnya, setelah menghadiri acara di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, Jumat (29/5).

Baca Juga: Syarat Masuk ke Pulau Bali Makin Ketat!

1. Saat ini Bali masih sibuk melakukan pemetaan perkembangan COVID-19

Koster: Bali Tidak Buru-buru Ikuti New Normal dan Buka PariwisataIlustrasi pemeriksaan tes virus Corona di RSUP Sanglah. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Koster mengungkapkan, berdasarkan arahan dari Gugus Tugas Nasional dan Pemerintah Pusat, Bali termasuk satu daerah pilot project yang akan dibuka untuk menerapkan new normal (normal baru) agar hidup bersama virus corona.

Namun dalam rapat tersebut, pihaknya menyampaikan Bali saat ini tengah memetakan seluruh wilayahnya yang terdiri dari 8 kabupaten dan 1 kota.

“Sampai ke tingkat desa mengenai perkembangan COVID-19 dengan dinamikanya baik menyangkut pertambahannya yang positif, yang sembuh kemudian sumbernya dari PMI (Pekerja Migran Indonesia), ABK (Anak Buah Kapal) terutama sekali transmisi lokalnya. Itu sedang menjadi bahan untuk memetakan agar kita bisa mengetahui secara tepat bagaimana kondisi Bali dalam perkembangan COVID-19 ini,” paparnya.

Baca Juga: Pengumuman! Masuk ke Bali Kini Tidak Bisa Sembarangan, Ini Syaratnya

2. Pemetaan ini nantinya juga berkaitan dengan daerah mana yang akan dibuka lebih dulu sesuai rencana pembukaan secara bertahap

Koster: Bali Tidak Buru-buru Ikuti New Normal dan Buka PariwisataIDN Times/Rehuel Willy Aditama

“Kemudian yang kedua, kami tengah memetakan dari delapan kabupaten satu kota ini mana yang bisa dibuka. Jadi basisnya adalah wilayah. Wilayah kabupaten turun ke kecamatan sampai ke tingkat desa. Kemudian yang akan dipetakan juga adalah sektor mana yang akan dibuka. Jadi ini sedang dalam pembahasan sebagai satu persiapan,” lanjut Koster.

Termasuk langkah berikutnya adalah menyusun Protokol Tata Kehidupan Bali Era Baru, yang konteks di dalamnya adalah normal baru. Koster sendiri secara tegas menolak jika Bali disebut sudah siap untuk menerapkan normal baru.

Menurut Koster, Protokol Tata Kehidupan Bali Era Baru dianggap lebih pas untuk kondisi Bali saat ini. Judul tersebut pun sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Protokol Tata Kehidupan Bali Era Baru menurutnya lebih luas cakupannya (scope) dari tatanan kehidupan yang sudah dijalankan, termasuk di dalamnya mengandung aspek normal baru.

Baca Juga: Tidak Ada Pertunjukan Tarian Jika Bali Terapkan Normal Baru

3. Pemprov Bali belum bersedia memberikan kepastian kapan akan reopening

Koster: Bali Tidak Buru-buru Ikuti New Normal dan Buka PariwisataIDN Times/Ayu Afria

Atas dasar alasan itulah Koster belum bersedia memberikan kepastian kapan Bali akan dibuka. Bali disebutnya tidak akan mengikuti pula pembukaan pariwisata pada tanggal 5 Juli 2020 mendatang. Sebab menurutnya, Bali diakui mempunyai pemetaan dan hitungan tersendiri, serta punya tahapan yang akan dilakukan. Termasuk upacara secara niskala dan sekala.

“Jadi karena itu kami belum memberi kepastian kapan akan dibuka. Kami masih memetakan dulu dan yang sudah pasti nanti akan dilakukan secara bertahap, terbatas, dan selektif. Dan ini akan diputuskan secara bersama-sama dengan Bupati dan Wali Kota se-Bali,” ujarnya.

Namun rencananya, jika nantinya akan dibuka, maka tahap pertama yang dilakukannya adalah membuka pergerakan masyarakat lokal Bali lebih dulu hingga mencapai titik stabil, yang diperkirakan membutuhkan waktu dua sampai tiga minggu.

Kemudian jika telah mencapai titik kestabilan tersebut, tahap berikutnya baru Bali akan membuka diri untuk masyarakat luar Bali. Pun tahapan pembukaan pariwisata ini diakuinya masih sangat jauh dan panjang. Sembari memetakan kondisi, Bali menunggu kebijakan dari Kementerian Pendidikan, sebagai antisipasi dan persiapan protokol terkait dengan kebijakan ini.

Baca Juga: Bali Gaet Wisatawan Domestik saat 3 Bulan Pertama Normal Baru

4. Dalam rapat terbatas, Koster mengaku Joko “Jokowi” Widodo akhirnya menyetujui usulan keputusan Provinsi Bali

Koster: Bali Tidak Buru-buru Ikuti New Normal dan Buka PariwisataLokasi Pelabuhan Bias Munjul, Desa Ceningan, Nusa Penida Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

Ditanyai soal respons usulan pemetaan yang masih dilakukan oleh Pemprov Bali, Koster menyampaikan bahwa Presiden Jokowi menyetujui rencana tersebut.

“Setuju. Melalui Menteri Pariwisata disampaikan dalam rapat terbatas kemarin dengan Bapak Presiden. Beliau setuju dilakukan bertahap seperti yang dilakukan kajian oleh Pemerintah Provinsi Bali,” ungkapnya.

Bali masih menyusun protokol kesehatan yang direncanakan akan rampung dalam dua hari ke depan. Koster juga mengingatkan kembali, bagi siapa saja yang akan masuk ke Bali harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR (Polymerase Chain Reaction), harus menunjukkan surat pernyataan apa tujuannya ke Bali, berapa lama ke Bali, dan siapa yang akan bertanggung jawab di Bali.

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya