Comscore Tracker

5 Bulan Tutup karena Corona, Pariwisata Bali Resmi Dibuka Kembali 

Pariwisata dibuka agar Bali bangkit kembali 

Badung, IDN Times – Pemerintah Provinsi Bali resmi membuka pariwisata daerahnya untuk wisatawan Nusantara atau domestik, mulai Jumat 31 Juli 2020. Peresmian ini ditandai dengan penyambutan penumpang pesawat dari Jakarta di Terminal Kedatangan Domestik Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Wisatawan di era normal baru (new normal) itu disambut oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Com Ace, yang mengalungkan bunga ke wisatawan.

Kepada IDN Times, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengungkapkan, sudah mulai ada peningkatan penerbangan menuju Bali. Namun peningkatan tersebut didominasi oleh wisatawan yang berkepentingan untuk rapat.

“Jadi kami ingin menunjukkan bahwa Bali itu siap. Bali itu bisa mengendalikan virus ini, yang diindikasikan dengan tingkat kesembuhan 80 persen lebih. Tingkat kematian rendah. Dari yang distandarkan oleh WHO (World Health Organization) kan kita rendah sekali. Inilah yang menjadi semacam kekuatan kita untuk bisa bangkit kembali,” terang Astawa, Jumat.

Baca Juga: Luhut: Kita Membuka Bali Ini Bukan Asal Dibuka

1. Pariwisata dibuka untuk menciptakan kepercayaan dan membangkitkan kembali Bali

5 Bulan Tutup karena Corona, Pariwisata Bali Resmi Dibuka Kembali Salah satu pelaku pariwisata di Pantai Kuta sudah mulai beraktivitas (IDN Times/Ayu Afria)

Menurut Astawa, pariwisata dibuka untuk menciptakan trust kepada wisatawan domestik. Termasuk mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa Bali akan bangkit kembali setelah terpuruk selama lima bulan akibat pandemik virus corona.

“Karena kan kita sudah terlalu lama niki (ini), gak bergerak ekonominya. Nah, dengan pelonggaran aktivitas masyarakat melalui penerapan protokol yang dideklarasi kemarin itu, sebagai ajang untuk uji coba atau langkah-langkah persiapan menuju kepada kenormalan baru, supaya ekonomi tetap bergerak kesehatan tetap terjaga,” jelas Astawa.

Baca Juga: Mau Liburan ke Bali, Biaya Tes dan Karantina Ditanggung Wisatawan

2. Bali menyasar pelaksanaan kegiatan MICE

5 Bulan Tutup karena Corona, Pariwisata Bali Resmi Dibuka Kembali Visual Collaborative Exhibition Lensa Community (IDN Times/Istimewa)

Dari pembukaan ini, Pemprov Bali berharap kegiatan-kegiatan kementerian dan lembaga bisa dilaksanakan di Bali, sehingga bisa menggairahkan kembali ekonomi Pulau Dewata. Misalnya rapat kementerian, bisa dilaksanakan di Bali tapi tetap dengan protokol kesehatan.

“Kan gitu ya, sehingga hotel mulai bergerak. Kemudian juga karyawan kita juga bisa dipekerjakan. Kalau terlalu muluk-muluk sih enggak ya,” ungkap Astawa.

“Yang penting kepercayaan dulu. Itu yang penting. Kemudian semangat kita karena kelihatan, Bali dari penanganan Gugus Tugas kita dengan 1.492 desa adat kita. Ini kan yang membedakan Bali dengan daerah lain,” tambahnya.

Ekspektasi kegiatan yang diharapkan dapat mendatangkan wisatawan domestik tahap kedua adalah MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran), dan wisatawan yang traveling.

“Beberapa sudah mulai sih, di beberapa hotel-hotel tadi saya meninjau ya. Dari Jakarta ada juga, sekitaran 15 kamar di beberapa hotel dekat-dekat bandara. Tadi tiyang (saya) cek, adalah peningkatan. Walaupun tidak sesignifikan seperti normal itu," terangnya.

Baca Juga: Langkah Bali Segera Buka Wisata untuk Wisdom Dikritik Pakar Virologi 

3. Kedatangan Garuda GA402 menjadi penanda dimulainya pariwisata Bali di era normal baru

5 Bulan Tutup karena Corona, Pariwisata Bali Resmi Dibuka Kembali kedatangan pesawat garuda dari Jakarta yang menandai Tahap II New Normal Provinsi Bali (Dok.IDN Times/Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali)

Bandara Ngurah Rai menerima kedatangan penerbangan Garuda Indonesia GA402 dari Jakarta pada Jumat, 31 Juli 2020 pukul 19.18 Wita. Pesawat yang membawa 89 penumpang ini merupakan penanda bahwa Tahap II New Normal di Bali telah dibuka.

Co General Manager Commercial PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Rahmat Adil Indrawan, menyampaikan bahwa dibukanya pariwisata Bali untuk wisatawan domestik merupakan hal yang positif. Mengingat pariwisata Bali cukup lama terkena dampak dari pandemik COVID-19.

“Tentunya, pembukaan kembali pariwisata ini dibarengi dengan pengetatan penerapan protokol kesehatan. Terutama di bandara sebagai pintu masuk utama. Kami selalu berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait dalam pelaksanaan serta evaluasi implementasinya,” papar dia.

Sejak 26-30 Juli 2020, tercatat sebanyak 17.757 penumpang rute domestik yang terangkut melalui 278 penerbangan di Bandara Ngurah Rai. Pada pekan sebelumnya, yaitu 19-23 Juli 2020, sebanyak 15.153 penumpang terangkut melalui 256 penerbangan. Sehingga pertumbuhannya sebesar 17 persen untuk jumlah penumpang, serta 8 persen untuk penerbangan rute domestik yang terlayani.

“Hingga tanggal 30 Juli, kami melayani sebanyak 73.875 penumpang, dengan rata-rata harian sebanyak 2.463 penumpang. Sementara di bulan Juni lalu, hanya kurang lebih 17.861 penumpang. Bulan ini tumbuh sangat baik,” ungkapnya.

Baca Juga: Pakar Virologi Unud Prediksi Desember Kasus COVID-19 di Bali Meningkat

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya