Comscore Tracker

KN SAR Arjuna 229 Tiba di Banyuwangi, Cari KRI Nanggala-402

Oksigen di KRI Nanggala hanya cukup sampai Sabtu jam 03.00

Badung, IDN Times - Pencarian terhadap kapal selam KRI Nanggala-402 terus dioptimalkan mengingat kondisi oksigen yang semakin menipis. Oksigeen di KRI Nanggala yang hilang kontak sejak Rabu pukul 03.00 WITA hanya cukup hingga Sabtu pukul 03.00 WITA.

Selain meminta bantuan negara asing, tim SAR juga mengerahkan seluruh kekuatannya.  Basarnas Bali telah menggerakkan KN SAR Arjuna 229 menuju Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, pada Kamis (22/4/2021) malam, pukul 23.22 Wita.

Kapal ini bergerak dari Pelabuhan Benoa dengan membawa 21 personel, termasuk ABK serta rescuer.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402 

1. KN SAR Arjuna sudah tiba di Banyuwangi siang ini

KN SAR Arjuna 229 Tiba di Banyuwangi, Cari KRI Nanggala-402KRI Hasan Basri 382 disiagakan sebagai bagian dari operasi pencarian KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/4/2021). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, mengatakan kapal ini bersiaga di Pelabuhan Tanjung Wangi sambil menunggu arahan untuk pergerakan.

"Estimasi KN SAR Arjuna 229 tiba di Banyuwangi sekitar 11.22 WITA. Sampai saat ini belum ditemukan kendala. Pergerakannya selalu kami monitor, begitu pula kapal-kapal SAR lainnya yang turut diperbantukan," ungkap Darmada, Jumat (23/4/2021) pagi.

Saat berita ini diturunkan, diketahui bahwa KN SAR Arjuna 229 telah tiba di Banyuwangi.

Di tempat berbeda, ada 10 rescuer dari Pos SAR Buleleng dan dilengkapi Rigid Inflatable Boat (RIB) juga bersiaga di Pelabuhan Celukan Bawang, Buleleng.

Baca Juga: [BREAKING] Oksigen KRI Nanggala-402 Tersisa 15 Jam, Pencarian Dimaksimalkan

2. Total ada 4 unit kapal Basarnas yang diterjunkan mencari KRI Nanggala-402

KN SAR Arjuna 229 Tiba di Banyuwangi, Cari KRI Nanggala-402KN SAR Antasena 234 yang melintas di Selat Bali terlihat dari Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/4/2021). Kapal SAR yang dilengkapi dengan Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot pintar bawah laut itu akan diterjunkan untuk mencari KRI Nanggala 402 yang hilang kontak saat menggelar latihan penembakan rudal di laut utara Bali pada Rabu (21/4/2021). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

Dalam upaya pencarian KRI Nanggala-402, Basarnas telah menggerakkan kapal SAR sebanyak 4 unit. Sebanyak 2 unit siaga di Pelabuhan Tanjung Wangi, yakni KN SAR Antasena 234 yang bergerak dari Surabaya dan KN SAR Arjuna 229.

Sementara 2 unit lainnya menuju lokasi operasi SAR yakni KN SAR Wisnu 103 bertolak dari Jakarta yang masih dalam perjalanan menuju lokasi. KN SAR Kamajaya diberangkatkan dari Makassar.

3. Basarnas Bali sudah berkoordinasi dengan KNKT

KN SAR Arjuna 229 Tiba di Banyuwangi, Cari KRI Nanggala-402KN SAR Arjuna 229 diberangkatkan ke Banyuwangi. (dok.IDN Times/Basarnas Bali)

Dalam operasi pencarian KRI Nanggala-402 ini, sampai saat ini ada 76 personel SAR Nasional di Banyuwangi. Pencarian kapal selam yang membawa POB 53 orang di Perairan Bali ini masih terus dilakukan.

Selain itu Basarnas Bali juga sudah berkoordinasi dengan pihak KNKT, agar peralatan yang dipersiapkan berupa ROV dan magnetometer bisa dibawa langsung dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.

Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 diperkirakan hilang di perairan Bali sekitar 60 mile laut utara Pulau Bali, pada Rabu (21/4/2021) sekitar pukul 03.00 Wita, dalam manuver menyelam.  

KRI Nanggala-402 menjadi salah satu pelaku pada latihan penembakan rudal di Laut Bali, yang direncanakan dilaksanakan pada Kamis (22/4/2021), disaksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudho Margono. KRI Nanggala-402 memiliki "saudara kembar" yaitu KRI Cakra-401.

Sistem propulsi KRI Nanggala-402 berintikan motor diesel-elektrik Siemens low-speed yang tenaga kerjanya langsung disalurkan ke baling-baling di buritan. Kekuatan daya dorongnya adalah 5.000 shp (shaft horse power), sedangkan baterai-baterai listriknya dengan bobot sekitar 25 persen bobot bruto kapal menyimpan daya listrik. Ada empat mesin diesel MTU diesel supercharged yang bertanggung jawab dalam penyediaan daya listrik kapal. 

Baca Juga: [BREAKING] KRI Nanggala-402 Tak Lagi Bergerak dan Keluarkan Suara

Topic:

  • Umi Kalsum

Berita Terkini Lainnya