Comscore Tracker

Ini Potongan Surat Pengampunan yang Diajukan Annas Maamun ke Jokowi

Annas semula meminta hukuman dipotong dari 7 jadi 4 tahun

Bandung, IDN Times - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Abdul Karim, membenarkan Presiden Joko "Jokowi" Widodo memberikan pengampunan atau grasi kepada napi koruptor Annas Maamun. Grasi itu dikabulkan pada akhir Oktober lalu. 

Gara-gara dikabulkan grasi itu, maka Annas akan menghirup udara bebas pada 3 Oktober 2020. Menurut Abdul, Annas mengajukan pengampunan karena faktor usia yang sudah lanjut dan kondisi kesehatannya yang menurun. 

"Alasan-alasan permohonan karena usia 78 tahun, sudah mulai renta, kesehatan sudah mulai menurun dan mengidap berbagai penyakit," kata Abdul berdasarkan keterangan pers yang diterima pada Rabu (27/11).

Ia kemudian turut menunjukkan bagian dari surat yang ditulis oleh Annas untuk memohon pengampunan kepada pressiden. Berikut bagian dari surat tersebut yang ikut diperoleh IDN Times

1. Di dalam surat permohonan, Annas meminta agar hukuman buinya dipotong dari tujuh tahun menjadi empat tahun

Ini Potongan Surat Pengampunan yang Diajukan Annas Maamun ke Jokowi(Tangkapan layar surat Grasi Annas Maamun) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Di dalam surat yang diajukan oleh eks Gubernur Riau itu, tertulis ia memohon agar diberikan grasi berupa potongan hukuman dari semula tujuh tahun menjadi empat tahun. Hal itu tertulis di dalam perihal surat grasi yang diajukan Annas ke presiden melalui Kepala Lembaga Pemasyarakatan.  

Alasan yang diutarakan oleh Annas di dalam surat itu supaya diberikan pengampunan yakni karena usianya yang sudah tua.

Berikut poin lengkap yang membahas mengenai hal tersebut:

"Bahwa saya H. ANNAS MAAMUN, sejak 25 September 2014 hingga sekarang menjalani hukuman penjara di Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, dan sejak tanggal 14 April 2015 sampai sekarang dirawat di Poliklinik Lapas Kelas l Sukamiskin Bandung atas Tindakan Pidana Korupsi Pegawai Negeri Sipil atau Penyelenggara Negara yang menerima pemberian atau janji dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan pangajuan revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau Tahun 2014, kepada Kementerian Kehutanan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 huruf a atau pasal 17 huruf b atau Undang Undang Nomor 31 Tahun1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Bahwa selama pemeriksaan perkara Aquos dilakukan, baik di tingkat penyidik KPK, maupun pemeriksaaan di Pengadilan Tipikor Bandung sangat sering menjalani kendala I hambatan gangguan sesak nafas, karen saya H. ANNAS MAMUN terus sakit dan ditambah usia sudah mecapai 78 tahun dan sudah uzur, pelupa serta sesaknafas sehingga sering tertunda, meskipun akhirnya saya H. ANNAS MAAMUN dihukum dengan hukuman yang telah incracht van gewijsde selama 7 tahun.

Bahwa saat ini saya H. ANNAS MAAMUN telah dijadikan pula tersangka korupsi Provinsi Riau dalam pembahasan RAPBD 2015 TA 2015, meskipun pemeriksaan belum sempat dilakukan karena terus menerus dalam keadaan sakit (terlampir)."

Baca Juga: Dapat Pengampunan dari Jokowi, Annas Maamun Bebas Tahun Depan

2. Annas juga mengaku sudah pikun dan tidak boleh banyak berpikir

Ini Potongan Surat Pengampunan yang Diajukan Annas Maamun ke Jokowi(Tangkapan layar surat Grasi Annas Maamun) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Dengan usianya yang sudah lanjut itu, kondisi kesehatan Annas diakuinya semakin memburuk. Selain menderita beberapa penyakit yang komplikasi, ia harus melakukan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis. 

"Bahwa melihat keadaan kondisi kesehatan saya tersebut, istri beserta anak dan keluarga sangat prihatin karena kondisi kesehatan saya terus menurun dan diharuskan melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter spesialis, diperburuk lagi usianya sudah lanjut (78 tahun) uzur, pikun, sering ketakutan, tidak mau tidur dan makan sangat sangat berkurang serta tidak boleh banyak berfikir.

Bahwa dengan kondisi kesehatan saya H. ANNAS MAAMUN, umur 78 tahun yang semakin menurun dan sudah pikun, maka dengan segala kerendahan hati saya mengajukan permohonan agar berkenan kiranya Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan PENGAMPUNAN PELAKSANAAN HUKUMAN kepada saya H. ANNAS MAAMUN, dari 7 tahun menjadi 4 tahun penjara, sesuai dengan pasal 14 Nomor (1) UUD 1945 yaitu Presiden dapat memberikan GRASI (PENGAMPUNAN) dan ABOLISI (PENGHAPUSAN TUNTUTAN PER KARA) dengan mengehentikan Penyidikan atas dugaan korupsi bersama sama dalam Penambahan RAPBD TA 2015 Provinsi Riau."

3. Annas sudah menjalani hukuman penjara empat tahun dan merasa tidak merugikan keuangan negara

Ini Potongan Surat Pengampunan yang Diajukan Annas Maamun ke Jokowi(Tangkapan layar surat Grasi Annas Maamun) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Selain mengajukan pengampunan, Annas rupanya turut meminta agar tuntutan perkaranya dihapus. Selain itu, ia juga menyebut kendati menerima suap tapi tidak merugikan keuangan negara. Sebagai bukti, tidak ada uang pengganti yang diminta oleh hakim Pengadilan Tipikor Bandung. 

Berikut cuplikan lengkap suratnya:

Adapun Permohonan GRASI (PENGAMPUNAN) dan Permohonan ABOLISI (PENGHAPUSAN TUNTUTAN PERKARA) ini, saya mengajukan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia adalah dengan alasan sebagai berikut :

  • Bedasarkan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, saya
    dipidana 7 tahun tanpa uang pengganti (tidak ada kerugian Negara, tidak ada harta yang disita) dan telah jalani 4 tahun 7 bulan dari hukuman pokok 7 tahun.
  • Bahwa saya sudah berusia 78 tahun dalam kondisi sakit- sakitan, dan bersama ini izinkanlah saya menyampaikan sebagai berikut:

 

  • Sejak saya ditempatkan di lapas Kelas I Sukamiskin Bandung pada 5 Feburari 2015, dan ditempatkan di Bllok Timur Atas Nomor 25, namun hanya beberapa hari ditempatkan di Blok Timur Atas Nomor 25 tersebut, maka pada tanggal 14 April 2015 saya ditempatkan/dirawat di Poliklinik Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, kemudian sejak itu bolak balik dirawat Rumah Sakit yang ada di sekitar Bandung, yaitu (1) Rumah Sakit "Santosa" Bandung, sebnyak 6 kali (2) Rumah Sakit "Santo Yusuf" Bandung, sebnayak 3 kali (3) Rumah Sakit "Hasan Sadikin' Bandung, sebanyak 1 kali (4) Rumah Sakit " St. Boromeus" Bandung, sebanyak 1 kali (5) Rumah Sakit "Hermina" sebnayak 1 kali » Sampai saat ini saya masih dirawat di Poliklinik Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung.

Adapun penyakit yang diderita sesuai dengan keterangan dokter adalah:

PPOK (COPD) akut, Dispepsia Syndrome (Depresi Berat) dan Gastritis/Lambung, Hernia dan hamper setiap hari sesak nafas.

Setelah dirawat di Rumah Sakit di luar lapas Poliklinik lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, saya terus dirawat di Poliklinik Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk berada di Blok Hunian, karena setiap waktu membutuhkan pemakaian 02 (Oksigen), Surat Keterangan Sakit Terlampir."

Sementara, untuk keterangan surat selanjutnya, Annas hanya menjelaskan seputar data pribadi. Surat pun ditutup dengan permohonan grasi kepada Jokowi.

Baca Juga: ICW Kecam Jokowi Beri Pengampunan Bagi Napi Kasus Korupsi

Topic:

Berita Terkini Lainnya