Comscore Tracker

Dapat Pengampunan dari Jokowi, Annas Maamun Bebas Tahun Depan

Annas diberi grasi karena alasan kemanusiaan

Bandung, IDN Times - Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin, Abdul Karim membenarkan napi koruptor Annas Maamun akan menghirup udara bebas pada 3 Oktober 2020. Pembebasan Annas lebih cepat satu tahun karena ia mendapatkan pengampunan atau grasi dari Presiden Joko "Jokowi" Widodo. 

Jokowi memberikan grasi pada 25 Oktober lalu dengan alasan kemanusiaan. Usia Annas yang sudah lanjut dan kesehatan yang menurun mendorong mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberi pengampunan. 

"Yang bersangkutan seharusnya keluar 3 Oktober 2021 karena mendapat grasi dikurangi satu tahun jadi (keluar Sukamiskin) pada 3 Oktober 2020," ujar Abdul saat dihubungi pada Rabu (27/11).

Penyakit apa sih yang diderita oleh Annas hingga ia sempat dirawat di rumah sakit selama mendekam di Lapas Sukamiskin?

1. Annas ajukan grasi karena faktor kemanusiaan

Dapat Pengampunan dari Jokowi, Annas Maamun Bebas Tahun DepanIDN Times/Galih Persiana

Pada awalnya, kata Abdul, permohonan grasi tersebut diajukan langsung oleh Annas Maamun kepada Jokowi sudah sejak 16 April 2019. Abdul juga mengaku Lapas Sukamiskin hanya membuatkan surat dan memberikan surat pengantar kepada Jokowi.

Ia mengatakan permohonan grasi Annas didasari faktor kemanusiaan. Ia diketahui menderita komplikasi penyakit di usia 78 tahun. 

"Alasan-alasan permohonan karena usia 78 tahun, sudah mulai renta, kesehatan sudah mulai menurun dan mengidap berbagai penyakit," kata Abdul. 

Baca Juga: ICW Kecam Jokowi Beri Pengampunan Bagi Napi Kasus Korupsi

2. Annas mengidap berbagai penyakit di usia senja

Dapat Pengampunan dari Jokowi, Annas Maamun Bebas Tahun Depan(Napi kasus korupsi dan eks Gubernur Riau Annas Maamun) ANTARA FOTO

Abdul mengatakan, hasil dari keterangan dokter yang diterima petugas Lapas Sukamiskin, Annas mengidap berbagai macam penyakit, mulai dari sesak nafas, hernia hingga gastritis. 

"Sesuai keterangan dokter: PPOK (COPD akut), dispepsia syndrome (depresi), gastritis (lambung), hernia dan sesak nafas (membutuhkan pemakaian oksigen setiap hari)," kata Abdul. 

3. ICW desak Presiden Jokowi cabut grasi bagi napi koruptor

Dapat Pengampunan dari Jokowi, Annas Maamun Bebas Tahun DepanIDN Times/Aldzah Fatimah Aditya

Diberitakan sebelumnya, organisasi Indonesia Corruption Watch (ICW) mengecam tindakan Presiden Jokowi yang memberikan pengampunan terhadap napi kasus korupsi alih fungsi lahan di Provinsi Riau, Annas Maamun. Gara-gara pengampunan yang diberikan oleh presiden, hukuman penjara yang seharusnya dijalani oleh eks Gubernur Riau itu tujuh tahun lalu berkurang menjadi enam tahun saja. 

Menurut peneliti ICW, Kurnia Ramadana, sikap ini lagi-lagi bertentangan dengan komitmen antikorupsi yang kerap disampaikan secara lantang oleh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. 

"Namun, sikap dari Presiden Jokowi ini bisa dimaklumi karena sejak awal presiden memang tidak memiliki antikorupsi yang jelas. Jadi, jika selama ini publik mendengar narasi antikorupsi yang diucapkan oleh presiden, itu hanya omong kosong belaka," kata Kurnia melalui keterangan tertulisnya pada Selasa malam (26/11). 

Oleh sebab itu, ICW mendesak agar pengampunan yang diberikan bagi Annas dicabut oleh Jokowi. 

4. Pengampunan bagi Annas Maamun adalah yang pertama untuk napi kasus korupsi

Dapat Pengampunan dari Jokowi, Annas Maamun Bebas Tahun DepanIDN Times/Lia Hutasoit

ICW menilai alasan kemanusiaan yang disebut oleh Kemenkum HAM memberikan rekomendasi agar Annas diampuni perbuatannya tetap tak bisa diterima. Sebab, indikator kemanusiaan sendiri tidak dapat diukur secara jelas. 

"Harus dipahami bahwa terpidana yang diberi grasi oleh presiden adalah seorang mantan kepala daerah yang awalnya diberikan mandat oleh masyarakat untuk menjadi gubernur. Namun, kepercayaan yang diberikan tersebut malah digunakan untuk kejahatan korupsi," kata Kurnia. 

Apalagi korupsi masuk ke dalam tindak kejahatan luar biasa sama seperti terorisme. Oleh sebab itu, pengurangan hukuman dalam bentuk apapun tidak dapat diterima. 

Dalam catatan ICW, ini merupakan grasi pertama yang diberikan oleh mantan Wali Kota Solo itu terhadap napi kasus korupsi. Sebelumnya, Jokowi juga sempat disebut hendak memberikan grasi bagi terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir dengan pertimbangan serupa. Namun, belakangan tidak jadi.

Baca Juga: Mahfud MD Sebut Jokowi Pernah Lapor Kasus ke KPK Tapi Gak Diungkap

Topic:

Berita Terkini Lainnya