Comscore Tracker

Polisi: Sopir Bus yang Masuk Jurang di Sumedang Diduga Tak Hafal Jalan

Tanjakan Cae jalur alternatif yang bukan untuk dilalui bus

Sumedang, IDN Times - Korban meninggal akibat kecelakaan maut Bus Pariwisata Sri Padma Kencana di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang bertambah menjadi 29 orang.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Kushariyanto mengatakan, insiden maut yang terjadi pada Rabu (10/3/2021) pukul 19.00 WIB ini lantaran bus melalui jalan menurun dari arah Tasikmalaya menuju arah Subang dengan melintasi Tanjakan Cae.

"Bus dari sana (sebelum tanjakan) tuh sudah goyang, goyang dia, nah karena kondisi penumpang itu 66 orang yang notabene di situ harusnya cuma 62 atau 63 orang, dia itu goyang karena muatan," ujar Kushariyanto saat ditemui di lokasi, Kamis (11/3/2021).

1. Tanjakan Cae bukan untuk bus, sopir diduga baru kali pertama melewati jalan itu

Polisi: Sopir Bus yang Masuk Jurang di Sumedang Diduga Tak Hafal JalanPetugas mengevakuasi korban kecelakaan bus PO Sri Padma Kencana di Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3/2021). Hingga Rabu (10/3) malam, petugas kepolisian mencatat sebanyak 22 orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut dan 28 korban selamat dilarikan ke RSUD Kabupaten Sumedang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Setelah oleng, menurut Kushariyanto, bus langsung bergeser ke arah kanan dengan kondisi ban sudah sempat masuk ke parit di sekitar Tanjakan Cae. Ia menduga, sopir bus baru kali pertama melewati jalan itu.

"Sopir ini belum pernah melewati sini. Ini merupakan jalur alternatif, dan peruntukannya bukan untuk bus. Akhirnya sopir ini banting ke kiri, dia sempat muter kena guard rail ini. Jadi dari kepala posisi di depan, dia langsung muter ke sana," tuturnya.

Baca Juga: [UPDATE] Daftar 27 Korban Tewas dalam Kecelakaan Maut Sumedang

2. Bus melaju dengan kecepatan tinggi

Polisi: Sopir Bus yang Masuk Jurang di Sumedang Diduga Tak Hafal JalanKecelakaan bus di Wado, Sumedang (IDN Times/Azzis Z.)

Bus terguling dengan perkiraan sudah dalam posisi menabrak tiang listrik yang ada di lokasi. Setelah menabrak, sopir kemudian membanting setir. Menurut dia, besar kemungkinan ketika itu bus dalam kecepatan tinggi.

"Ini langsung balik dan bergeser, guard rail gak kuat, posisi kepala bus miring. Mungkin saking hempasannya kencang, hingga (penumpang) bisa tumpah," ucapnya.

3. Sopir diduga menggunakan aplikasi petunjuk jalan

Polisi: Sopir Bus yang Masuk Jurang di Sumedang Diduga Tak Hafal JalanKecelakaan bus di Wado, Sumedang (IDN Times/Azzis Z.)

Berdasarkan pengamatan awal, kecelakaan terjadi karena memang jalan bukan diperuntukkan bus. Kemudian, sopir juga belum hafal dengan jalur Wado yang berkelok-kelok, sehingga berbagai kemungkinan bisa saja terjadi dari peristiwa ini.

"Perkiraan kita sopir mungkin menggunakan maps atau waze itu kita belum tahu. Jalur Nagreg mungkin merah (petanda macet) sementara di sini hijau, mungkin dia ke sini. Itu masih perkiraan ya, nanti hasil lidik segera disampaikan," katanya.

4. Jalan disarankan sementara ditutup dengan portal

Polisi: Sopir Bus yang Masuk Jurang di Sumedang Diduga Tak Hafal JalanKecelakaan bus di Wado, Sumedang (IDN Times/Azzis Z.)

Polisi saat ini masih akan melakukan diskusi terbatas dengan instansi terkait lainnya. Sejumlah penyebab dan kendala dari peristiwa ini akan diungkap. Beberapa solusi juga akan diberikan dengan lengkap.

"Saya sarankan ada larangan kendaraan besar di sini. Sekarang kalau hanya larangan rambu tidak di dengar, ya mungkin pakai portal saja," kata dia.

"Karena ini kejadian sudah dua kali, tahun 2012 pernah kejadian juga dan 12 orang meninggal. Ini besar juga," tutur dia.

Baca Juga: Dishub: Bus dalam Kecelakaan Maut di Sumedang Langgar Aturan

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya