Comscore Tracker

Jabar Mulai Terapkan Normal Baru di 15 Kabupaten/Kota Pada 1 Juni

Fase normal baru dimulai dengan dibukanya pabrik dan kantor

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mulai menerapkan tatanan normal baru atau new normal di 15 kabupaten/kota, pada Senin 1 Juni 2020.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, penerapan normal baru akan dimulai dari sektor ekonomi dengan risiko kecil. Hal ini berdasarkan hasil kajian dari ilmuwan Jabar yang menyebut, bidang ekonomi mesti kembali dirangsang karena memiliki risiko kecil namun pengaruh yang besar.

Karena itu, Ridwan Kamil akan lebih dulu mulai menerapkan normal baru di bidang tersebut, dibandingkan dengan mal dan beberapa sektor lainnya. "Tahap satu pembukaan ekonomi adalah industri dan perkantoran. Ini akan lebih didahulukan," ujar Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, saat konferensi pers, Jumat (29/5).

Baca Juga: Pemprov Jabar Klaim Perekonomian di Jabar Masih Aman Meski Menurun

1. Mal masih tutup di hari pertama penerapan normal baru

Jabar Mulai Terapkan Normal Baru di 15 Kabupaten/Kota Pada 1 JuniIDN Times/Mela Hapsari

Emil mengatakan, setelah tahap tersebut berjalan maka akan dilanjutkan dengan membuka mal, toko, ritel, dan beberapa sektor ekonomi lainnya. Menurutnya, pada tahap pembukaan mal, pemerintah setempat akan tetap diminta menerapkan protokol pencegahan virus corona (COVID-19).

"Tahap ketiga adalah ritel, shopping mal, dan jual beli yang sifatnya orang keluar masuk hilir mudik silih berganti," ungkap Emil.

2. Sebagian daerah menerapkan normal baru, sebagian lagi masih terapkan PSBB

Jabar Mulai Terapkan Normal Baru di 15 Kabupaten/Kota Pada 1 JuniDok.Humas Jabar

Tercatat ada 15 wilayah yang akan menerapkan normal baru yakni Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kabupaten Ciamis, Cianjur, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Sumedang, Tasikmalaya, Kota Banjar, Kota Cirebon, Kota Sukabumi, dan Kota Tasikmalaya.

Sedangkan wilayah yang masuk dalam zona kuning, di mana tetap melanjutkan PSBB, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kabupaten Sukabumi, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi, dan Kota Depok.

Sebelumnya, Emil menjelaskan, keputusan normal baru dan PSBB sudah berdasarkan pada sistem evaluasi dan data yang ada. Sehingga dalam memutuskan wilayah mana yang menerapkan normal baru sudah dikaji bersama para ahli.

"Kami setiap mengambil keputusan berdasarkan data, kami tidak ingin asal-asalan dan salah satu pencapaian hari ini angka reproduksi COVID-19 selama 14 hari angkanya 1 kemarin nol koma sekian," jelasnya.

3. Ridwan Kamil klaim kasus COVID-19 di Jabar menurun

Jabar Mulai Terapkan Normal Baru di 15 Kabupaten/Kota Pada 1 JuniIDN Times/Bagus F

Selama 14 hari terakhir, kata Emil, kasus COVID-19 di Jabar terkendali berkat beberapa pihak yang terlibat dalampenanganan COVID-19 Jabar. Angka ODP turun lantaran pihak kepolisian memutarbalikkan kendaraan selama PSBB dan menahan pemudik dari Bandung ke Jakarta.

"Laju ODP juga turun, ini akibat Kapolda putar balikkan kendaraan dari Jawa Tengah dan menahan warga Jabar ke Jakarta," ungkapannya.

Angka PDP juga menurun berkat tenaga medis yang sudah bekerja dengan maksimal. Menurutnya, letak geografis Jabar berbeda dengan wilayah lainnya.

"PDP menurun ini akibat kerja tenaga medis. Evaluasi PSBB Jabar dilakukan secara proposional dan ini wilayah geografisnyRidwan Kamil.

Baca Juga: Bodebek Dipastikan Tidak Ikut New Normal Pemprov Jabar

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya