Comscore Tracker

Bandung Dikepung Klaster Secapa AD, Pemkot Tetap Lanjutkan Relaksasi

AKB dilanjutkan dengan catatan pengawasan lebih ketat

Bandung, IDN Times - Kasus virus corona atau COVID-19 di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, melonjak naik setelah munculnya klaster baru di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD). Meski demikian,  Pemerintah Kota Bandung memutuskan tetap melanjutkan skema Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Menurut Pemkot, pihaknya akan meningkatkan pengawasan selama kebiasaan baru tersebut berlangsung.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah memerintahkan agar Klaster Secapa AD yang berada di Jalan Hegarmanah nomor 152, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung tersebut untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM). Polemik pun datang karena sejumlah warga sekitar menolak untuk melakukan rapid test.

Selain itu, kasus lainnya muncul pada Sabtu (11/7/2020), dua orang dekat lingkungan Pemkot Bandung yakni, Patwal Wali Kota dan Humas dinyatakan positif COVID-19. Keduanya disebut Dinas Kesehatan memiliki riwayat pergerakan yang belum diketahui secara jelas.

1. Selama masa AKB, sejumlah ruas jalan di Kota Bandung akan ditutup seperti saat PSBB

Bandung Dikepung Klaster Secapa AD, Pemkot Tetap Lanjutkan RelaksasiIDN Times/Humas Bandung

Wakil Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, AKB Kota Bandung tetap dilanjutkan dengan catatan beberapa sektor akan dilakukan pengawasan secara ketat. Sejumlah ruas jalan juga akan ditutup seperti saat PSBB.

"Pada dasarnya kita akan melakukan upaya mengingatkan kepada masyarakat bahwa saat ini kita belum suasana normal. Tadi yang lebih disepakati itu buka tutup beberapa ruas jalan," ujar Yana usai rapat evaluasi AKB di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (10/7/2020).

Yana menuturkan, penutupan ruas jalan sebelumnya dimulai pukul 21.00 WIB-06.00 WIB. Ke depan hal tersebut akan dikoordinasikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Polrestabes Bandung. Penutupan jalan tak lain sebagai mengurai adanya kerumunan di tengah Kota.

"Kegiatan rata-rata tutup pukul 21.00 WIB sehingga kami berikan kelonggaran 1 jam untuk preparing mereka beres-beres dan kita sarankan mereka segera pulang. Oleh karena itu pukul 22.00 sampai jam 06.00 penutupan ruas jalan kembali dilakukan," terangnya.

Baca Juga: Klaster Secapa AD Terungkap karena Perwira yang Periksa Bisul

2. ASN yang WFH akan diminta kembali bekerja untuk mengawasi sektor-sektor yang direlaksasi

Bandung Dikepung Klaster Secapa AD, Pemkot Tetap Lanjutkan RelaksasiIDN Times/Humas Bandung

Dari hasil evaluasi AKB selama dua pekan terakhir, Yana menyatakan belum ada tambahan sektor yang diberikan relaksasi. Menurutnya pelonggaran masih hanya diperuntukkan bagi rumah ibadah, pusat perbelanjaan serta beberapa sarana olahraga dan tempat wisata yang berbasis luar ruangan atau outdoor.

"Kita tidak mungkin membatasi hanya orang KTP bandung yang zonanya biru. Bisa saja itu hadir dari orang dari zona kuning. Akhirnya tadi disepakati teman-teman yang selama ini WFH (Work From Home) difungsikan melakukan pengawasan di sektor-sektor itu," ungkapnya.

3. Bioskop masih belum diizinkan beroperasi

Bandung Dikepung Klaster Secapa AD, Pemkot Tetap Lanjutkan RelaksasiIlustrasi Film di Bioskop (IDN Times/Besse Fadhilah)

Sementara untuk relaksasi tempat hiburan, menurut Yana pihak Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung masih akan mengkaji lebih dalam. Dia mengatakan, jangan sampai kebijakan ini salah sasaran dan kurang matang, semua harus berdasarkan koordinasi.

"Pengusaha bioskop mereka memiliki sirkulasi udara yang menjernihkan virus, tapi kita belum tahu. Jadi kita harus sangat hati-hati," tuturnya.

4. Pemkot Bandung klaim tidak ada peningkatan kasus penyebaran corona

Bandung Dikepung Klaster Secapa AD, Pemkot Tetap Lanjutkan RelaksasiIDN Times/Humas Bandung

Yana mengklaim, sampai saat ini angka reproduksi virus corona di Kota Bandung menurun di angka 0,53 dari sebelumnya di 0,56 per 2 Juli 2020. Lima kecamatan juga terpantau turun level kewaspadaan dari zona hitam ke zona merah, yakni Kecamatan Rancasari, Bandung Kidul, Buahbatu, Ujungberung dan Sukasari.

"Alhamdulillah tidak ditemukan penyebaran virus atau klaster baru. Sehingga ke depannya kalau pun ternyata kita akan melakukan relaksasi betul-betul akan dilakukan secara hati-hati," kata dia.

Baca Juga: Dinkes Jabar: Klaster COVID-19 Secapa AD dan Pusdikpom Tidak Terkait

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya