Comscore Tracker

Terpidana Kasus Korupsi Nazaruddin Bebas dari Lapas Sukamiskin

Nazaruddin mendapat remisi 45 bulan dan 120 hari

Bandung, IDN Times - Setelah sempat tertunda, terpidana kasus korupsi, Muhammad Nazaruddin akhirnya melenggang keluar dari Lapas Sukamiskin. Konfirmasi soal bebasnya mantan bendahara Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin disampaikan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat pada Selasa (16/6). 

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM, Abdul Aris mengatakan Nazaruddin sudah meninggalkan Lapas Sukamiskin sejak Minggu (14/6) lalu. 

"Nazaruddin keluar Minggu kemarin, dia keluar lantaran untuk melaksanakan cuti menjelang bebas," ujar Aris ketika dihubungi pada Selasa (16/6). 

Fasilitas cuti ini merupakan bagian dari bebas bersyarat yang diterima oleh Nazaruddin. Kenati begitu, Nazaruddin masih akan tetap dipantau oleh Badan Pemasyarakatan Bandung. Ia diwajibkan melapor sekali dalam seminggu melalui video call

Kapan Nazaruddin bisa bebas murni tanpa harus melapor ke bapas?

1. Nazaruddin akan menikmati kebebasan murninya setelah 13 Agustus 2020

Terpidana Kasus Korupsi Nazaruddin Bebas dari Lapas Sukamiskin(Terpidana kasus korupsi Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin) ANTARA FOTO/Reno Esnir

Aris menjelaskan, Nazaruddin dikeluarkan dari Lapas Sukamiskin berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI nomor: PAS-738.PK.01.04.06 2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang cuti menjelang bebas murni.

"CMB mulai tanggal 14 Juni 2020 dan berakhir pada tanggal 13 Agustus 2020 dengan pengawasan dan bimbingan dari Bapas Bandung sesuai domisili penjaminnya," ungkap Azis. 

Proses pembebasan Nazaruddin lebih cepat karena ia kerap mendapatkan remisi atau pemotongan masa tahanan. Remisi biasanya diterima Nazaruddin ketika hari-hari besar seperti Idulfitri. 

Menurut keterangan Aris, Nazaruddin tercatat memperoleh remisi sebanyak 45 bulan dan 120 hari. Padahal, ia dihukum selama 13 tahun untuk dua kasus korupsi berbeda yakni menerima gratifikasi dan terima uang suap. 

Baca Juga: Alasan Muhammad Nazaruddin Dapat 7 Kali Remisi, Termasuk Lebaran 2019

2. Sebelum bebas, Nazaruddin memperoleh remisi 45 bulan dan 120 hari

Terpidana Kasus Korupsi Nazaruddin Bebas dari Lapas SukamiskinDok. Ombudsman

Menurut keterangan Aris, sebelum bebas bersyarat, Nazaruddin sudah menerima remisi selama 45 bulan dan 120 hari. Itu artinya, masa penahanannya sudah dipotong selama tiga tahun lebih. 

Menurut Kepala Lapas Sukamiskin, Tejo Herwanto pada 2019 lalu, salah satu alasan Kemenkum HAM terus memberikan potongan hukuman kepada Nazaruddin lantaran ia mengantongi status sebagai saksi pelaku bekerja sama alias justice collaborator. Itu pula yang menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi apabila ingin mendapatkan remisi. 

Alasan itu juga yang menyebabkan mantan Ketua DPR, Setya Novanto tidak diberi pemotongan masa hukuman. Ia tidak memiliki status JC dan dikenai hukuman denda yang besar yakni Rp500 juta. 

"Seperti Setya Novanto tidak (diberi remisi) karena masa pidananya tinggi terus tidak mendapatkan JC dari KPK. Untuk mendapat remisi memang sulit, salah satunya harus ada JC dari KPK. Selain itu, harus membayar denda dan sebagainya," kata Tejo. 

Novanto diketahui telah melunasi pembayaran dendanya. Namun, ia belum juga membayar penuh uang pengganti sebesar US$7,5 juta. 

3. Nazaruddin menjalani hukuman 13 tahun penjara untuk dua kasus korupsi yang berbeda

Terpidana Kasus Korupsi Nazaruddin Bebas dari Lapas Sukamiskin(Muhammad Nazaruddin) ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

Nazaruddin ditahan di Lapas Sukamiskin Bandung atas dua kasus yang berbeda. Pertama, ia menjalani vonis enam tahun karena terbukti menerima gratifikasi dari PT Duta Graha Indah (PT DGI) dan PT Nindya Karya untuk beberapa proyek di sektor pendidikan dan kesehatan. Jumlahnya mencapai Ro 40,37 miliar.

Kedua, mantan anggota DPR itu juga divonis tujuh tahun penjara karena menerima uang suap sebesar Rp 4,6 miliar karena telah membantu PT DGI menang lelang proyek senilai Rp 191 miliar di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Selama menjalani masa penahanan di Lapas Sukamiskin pun, ia diduga kuat ikut menyuap petugas lapas agar bisa mendapatkan fasilitas mewah di dalam lapas. Hal itu seolah terkonfirmasi ketika jurnalis senior Najwa Shihab ikut melakukan sidak bersama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) pada Juli 2018 lalu.

Saat didatangi oleh Najwa, Nazaruddin terlihat baru saja menunaikan salat. Ia tidak membantah sempat mendengar adanya tawaran untuk memberikan suap agar bisa mendapatkan fasilitas mewah di dalam lapas. Tetapi, ia mengaku tidak ingin ikut terlibat.

"Ya gimana, saya gak bisa komentarlah, ya. Ya gimana bilangnya," ujar Nazaruddin ketika itu.

Saat ditanyakan soal keanehan sel yang ditempati oleh Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat itu berkilah kalau sel yang sebelumnya ia huni adalah sel transit. Najwa mengaku sempat ikut sidak ke sel Nazaruddin di tahun 2013 lalu bersama dengan mantan Wamenkum HAM, Denny Indrayana.

Baca Juga: Untouchables, Kamar Setnov - Nazaruddin di Sukamiskin Segera Dibongkar

Topic:

  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya