Comscore Tracker

Remaja Korban Pemerkosaan di Cimahi Meninggal Setelah Dua Pekan Koma

Korban dicekoki miras, dianiaya lalu diperkosa dua pelaku

Cimahi, IDN Times - Seorang remaja korban pemerkosaan asal Cimahi meninggal dunia pada Rabu (12/2) setelah sempat menjalani perawatan selama dua minggu dalam keadaan koma. ZNS (15) mengalami pemerkosaan sadis, dia dicekoki miras, dianiaya, kemudian diperkosa.

Dua pekan lalu, korban ditemukan warga dalam kondisi tubuh penuh luka dan ditinggalkan begitu saja oleh dua orang pelaku yang menutupi tubuhnya dengan tumpukan bambu di perkebunan.

Isak tangis keluarga ZNS pecah di RSUD Cibabat, Kota Cimahi. Selama di rumah sakit, ZNS ditemani oleh ayah, sanak saudara dan kakak perempuannya. Pada pukul 10.30 WIB, gadis belia itu mengembuskan napas terakhirnya dalam dekapan sang ayah.

"Sempat sadar dua hari kemarin, ditanya juga jawab," kata kakak korban, Mega Arianti Syahrani, saat ditemui di rumah duka, di Kota Cimahi, Jawa Barat.

1. Dua pemerkosa ZNS sudah ditangkap, salah satu pelaku masih di bawah umur

Remaja Korban Pemerkosaan di Cimahi Meninggal Setelah Dua Pekan KomaIDN Times/Bagus F

Dua pelaku pemerkosaan dan penganiayaan ZNS telah diamankan oleh jajaran Satreskrim Polres Cimahi. Mereka adalah Nanang alias Onang (27) dan seorang pelaku yang masih di bawah umur, NN. Keduanya tega menghabisi korban dan memperkosanya dalam keadaan tidak sadar.

Peristiwa keji itu dilakukan oleh kedua pelaku pada 29 Januari 2020 lalu. ZNS ditemukan oleh petani sekitar dalam keadaan terluka parah di sebuah perkebunan, di Kampung Pamoyanan, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Tangan kanannya patah, kemudian ZNS juga mengalami luka di bagian belakang telinga kanan, lalu tusukan wajah sebelah kiri dan luka memar di beberapa bagian tubuh.

Baca Juga: Bejat! Begini Cara Pemerkosa Memperdayai Bocah TR 

2. Pelaku ditangkap satu pekan setelah kejadian tanpa perlawanan

Remaja Korban Pemerkosaan di Cimahi Meninggal Setelah Dua Pekan KomaIDN Times/Bagus F

Polisi menangkap kedua pelaku sepekan setelah peristiwa nahas tersebut, tepatnya pada Kamis (7/2). Dua pelaku berhasil diamankan polisi di wilayah Kota Cimahi tanpa perlawanan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya memperkosa korban dalam kondisi tak sadarkan diri. Sebelum diperkosa, korban diajak bertemu dengan pelaku NN di Cibabat, Cimahi, sekitar pukul 16.00 WIB pada (29/1). Kemudian dengan menggunakan motor keduanya pergi ke sebuah saung di sekitar Cipageran dan bertemu pelaku Nanang. Kemudian NN disuruh membeli miras oleh Nanang. Akhirnya mereka minum serta memaksa korban untuk minum.

Di bawah pengaruh alkohol NN sempat melakukan pelecehan seksual kepada korban di saung tersebut. Kemudian Nanang berpura-pura mengajak korban untuk membeli rokok dan nasi goreng. Namun itu hanya akal-akalan dari pelaku yang berniat memperkosa korban.

Di perjalanan, korban dibawa ke kebun dan kemudian di perkosa oleh pelaku Nanang, sebanyak tiga kali. Korban yang menolak tindakan Nanang mencoba melawan. Namun korban mendapat pukulan menggunakan potongan bambu di sekitar kebun. Akibatnya korban terluka di bagian wajah dengan kondisi cukup parah.

3. Jenazah ZNS diautopsi sebelum dimakamkan, keluarga berharap pelaku dihukum seberat-beratnya

Remaja Korban Pemerkosaan di Cimahi Meninggal Setelah Dua Pekan KomaIDN Times/Bagus F

Setelah mengetahui kejadian nahas yang menimpa putrinya, pihak keluarga pun geram.  Keluarga menginginkan pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya.

"Tadi rencananya mau dimakamin. Tapi kita tadi minta untuk diautopsi terlebih dahulu. Kita ingin pelaku ini dihukum seberat-beratnya," ucap Mega.

4. Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara

Remaja Korban Pemerkosaan di Cimahi Meninggal Setelah Dua Pekan KomaIlustrasi (IDN Times/Sukma Sakti)

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan, akan ada penambahan pasal dalam kasus ini. Hal itu dikarenakan korban meninggal dunia.

Dua pelaku itu, sebelumnya, dikenakan pasal Pasal 81 dan atau 82 UU RI No 17 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

"Karena korban meninggal dunia, ditambahkan Pasal 80 ayat 3 UU perlindungan anak (Kekerasan mengakibatkan meninggal dunia). Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun," kata Yohannes saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Baca Juga: Korban Pemerkosaan yang Dibakar Saat Menuju Persidangan Akhirnya Tewas

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya