Comscore Tracker

Pendeta di Bandung Barat yang Meninggal Dunia Positif Virus Corona

Seluruh jemaat pendeta itu ditetapkan ODP, akan rapid test

Bandung Barat, IDN Times - Seorang pendeta asal Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu, dinyatakan positif virus corona atau COVID-19. Pasien tersebut sebelumnya berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP). 

Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengonfirmasi hal tersebut. Selain itu, istri dari pendeta itu juga dinyatakan positif COVID-19 dan saat ini tengah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Kita punya pasien positif (COVID-19) 2 orang di Desa Cihanjuang, Parongpong KBB. Yang Pendeta satu meninggal dunia, satunya lagi istrinya yang saat ini diisolasi di RSHS Bandung," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Nanang saat dihubungi, Selasa (24/3).

1. Istri dan seorang dokter di RSUD Lembang juga terinfeksi virus corona

Pendeta di Bandung Barat yang Meninggal Dunia Positif Virus CoronaPersonel Satgas Mobile COVID-19 memeriksa kondisi pasien diduga terjangkit virus Corona (COVID-19) di ruang isolasi Rumah Sakit Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (11/3). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Berdasarkan riwayat perjalanannya, pendeta bersama istrinya sempat mengikuti kegiatan keagamaan yang digelar di Lembang Asri, Kabupaten Bandung Barat. Selain istri pendeta yang terpapar, jemaat lainnya yang mengikuti kegiatan itu juga ikut terinfeksi positif.

Nanang menyebutkan, jemaat yang terinfeksi merupakan seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lembang.

"Iya. Dokter yang bekerja di RSUD Lembang jemaatnya dia, cuma dokter itu beralamat di Kota Bandung," kata Nanang.

Baca Juga: [UPDATE] 195 Negara Telah Terinfeksi Virus Corona, 16.510 Meninggal

2. Semua peserta di Lembang Asri dinyatakan ODP dan akan dites COVID-19 secara massal

Pendeta di Bandung Barat yang Meninggal Dunia Positif Virus Corona(Ilustrasi) ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah

Nanang menyebutkan dari kegiatan keagamaan di Lembang Asri itu, tidak sedikit warga yang terpapar. Saat ini, petugas medis masih melakukan penelusuran jemaat yang hadir. Selanjutnya, jemaat yang hadir di kegiatan keagamaan di Lembang Asri akan dilakukan tes cepat atau rapid test.

"Acara yang di Lembang Asri memang banyak yang terpapar di sana. Sekarang sedang diidentifikasi orang-orangnya. Nanti akan langsung kita rapid test," sebutnya.

"Dinyatakan ODP (Orang dalam Pemantauan) semua yang ikut acara itu. Tindakan sementara, lokasi acara itu sudah disemprot disinfektan," imbuhnya.

3. Pendeta yang meninggal pernah ke Israel

Pendeta di Bandung Barat yang Meninggal Dunia Positif Virus CoronaIlustrasi kebaktian di gereja. IDN Times/Fariz Fardianto

Dari hasil penelusuran Dinkes KBB, menurut Nanang, pendeta tersebut memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Di tengah pandemi COVID-19 di berbagai belahan dunia, pendeta tersebut masih sempat berkunjung ke negara terjangkit.

"Pendeta itu memang mobilitasnya tinggi. Dia pernah ke luar negeri ke Israel. Yang bahayanya, jemaat yang hadir di acara itu ikut tertular bahkan ada yang meninggal juga," tuturnya.

4. Update corona KBB: 67 ODP, 3 PDP, 2 positif

Pendeta di Bandung Barat yang Meninggal Dunia Positif Virus CoronaIlustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Update sementara, Nanang menyampaikan di Kabupaten Bandung Barat per Selasa (24/3) ada 72 orang terdampak. Rinciannya, 67 ODP, 3 PDP dan 2 Positif COVID-19.

"Sekarang PDP ada 3. Satu pasien sudah selesai dipantau dan dinyatakan negatif. Yang dua lagi masih pengawasan. Semuanya ada 72 orang per hari ini. ODP meningkat menjadi 67 orang," kata dia.

Baca Juga: Turut Berduka! Guru Besar UGM yang Positif Virus Corona Meninggal 

Topic:

  • Dwifantya Aquina
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya