Potensi Agen BRILink Percepat Inklusi dan Literasi Keuangan Indonesia 

Nasabah tanpa antre berjam-jam, mending ke Agen BRILink

Jakarta, IDN Times – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar konferensi pers terkait Agen BRILink Bank BRI oleh Civitas Akademika Universitas Indonesia di Kampus UI, Salemba, Jakarta Pusat (29/8). Dengan mengusung tema ‘BRILink: Bringing Banking to The People’, selama acara berlangsung penyampaian materi dipaparkan tim peneliti yang terdiri dari Arief W Lubis, Ida Ayu Agung F, dan Febrio Giring. Konferensi pers ini juga dihadiri Kepala Desk Jaringan BRILink Bank ‎BRI, Agung Suprapto.

Teknis pelaksanaan survei atau riset tim peneliti selama tujuh hari, yakni dari tanggal 14-22 Agustus 2019. Riset ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana agen BRILink dapat mendukung percepatan inklusi keuangan dan juga bagaimana tingkat kepuasan nasabah saat ini terhadap layanan agen BRILink. Responden yang mendukung penelitian ini sebanyak 3.153 nasabah yang pernah menggunakan agen BRILink di berbagai provinsi.

1. Jumlah agen BRILink di Indonesia sudah mencapai 300 ribu lebih

Potensi Agen BRILink Percepat Inklusi dan Literasi Keuangan Indonesia IDN Times/Ester Ajeng

BRILink merupakan produk Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) BRI. Program yang digagas oleh BRI ini menyediakan layanan keuangan, layanan keuangan berbasis ponsel, dan layanan mini ATM BRI dengan mesin EDC dan smartphone. Terhitung sampai tanggal 25 Agustus 2019, jumlah agen BRILink mencapai 374.829 di seluruh Indonesia.

2. Layanan BRILink memudahkan kebutuhan masyarakat bertransaksi

Potensi Agen BRILink Percepat Inklusi dan Literasi Keuangan Indonesia IDN Times/BRI

Mayoritas responden menyatakan bahwa sebelum melalui Agen BRILink, mereka belum pernah menggunakan layanan keuangan untuk transaksi seperti pembayaran tagihan air, pencairan bantuan sosial non tunai, pembayaran BPJS Ketenagakerjaan, premi asuransi dan cicilan pinjaman. Jenis layanan agen BRILink yang paling banyak digunakan untuk transfer antar/sesama bank, namun untuk daerah luar Jawa paling banyak digunakan untuk setor tunai.

3. Faktor yang mendorong nasabah memanfaatkan layanan agen BRILink

Potensi Agen BRILink Percepat Inklusi dan Literasi Keuangan Indonesia IDN Times/Ester Ajeng

Selain sebagai wadah melayani masyarakat, BRILink berperan meningkatkan literasi keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, agen BRILink merangkul para nasabah dengan begitu ramah. Hal ini yang menjadi salah satu faktor mengapa masyarakat menggunakan layanan BRILink. Di satu sisi, karena faktor lokasi agen BRILink yang dekat dengan rumah dan tempat usaha.

“Kita tidak mengatur jarak agen BRILink. Kita serahkan pada mekanisme pasar. Karena titik tertentu agen-agen kita yang dekat kantor bank, itu jg tidak sepi. Di beberapa BRI unit itu sangat antre, kalau sudah begitu pilihannya padahal dia sendiri menunggu toko, daripada saya menunggu setengah jam, lebih baik saya ke agen. Ya mungkin sekitar 200 meter dari kantor. Yang seperti itu masih suka ramai,” ujar Agus Suprapto.

Faktor yang terakhir, reputasi BRI adalah pendorong terpenting sebagai bank terbesar di Indonesia.

4. Pendapatan rata-rata agen BRILink

Potensi Agen BRILink Percepat Inklusi dan Literasi Keuangan Indonesia IDN Times/Ester Ajeng

Penggunaan Laku Pandai satu agen bisa sampai 300 transaksi dalam sehari. Agus menyebutkan misalnya agen BRILink di daerah Hayam Wuruk. Yang di Jakarta saja bisa dapat Rp10-15 juta per bulan.

“Pendapatan rata-rata agen BRILink mencapai Rp10 juta. Sementara pendapatan tertinggi dapat menembus nominal Rp20 juta. Di Skouw, perbatasan Papua, Agen BRILink bisa dapat Rp20 juta. Karena daerah sana sulit mendapatkan layanan perbankan," kata Kepala Desk Jaringan BRILink Bank ‎BRI ini.

5. Target akhir tahun, dana transaksi BRILink ada di angka Rp600 triliun

Potensi Agen BRILink Percepat Inklusi dan Literasi Keuangan Indonesia IDN Times/BRI

Hingga Juli 2019, Jumlah dana yang ditransaksikan melalui BRILink mencapai Rp395 triliun. Sementara, target akhir tahun dapat mencapai Rp600 triliun.

Nasabah dikenakan biaya Rp3.000 untuk setiap melakukan transaksi melalui BRILink. Kemudian biaya tersebut dibagi dua, Rp1.500 untuk BRI dan Rp1.500 untuk agen BRILink, namun belum termasuk potongan pajak.

Topik:

  • Ajeng

Berita Terkini Lainnya