Comscore Tracker

Polisi Bongkar Industri HP Ilegal, Awas Dijual di Toko Online!

Pelaku merekondisi HP merek Apple yang sudah rusak

Tangerang, IDN Times - Industri perakitan handphone ilegal di Ruko Boulevard Blok E kawasan Citra Raya, Kabupaten Tangerang, Banten, berhasil dibongkar Kepolisian Polresta Tangerang. 

Meski baru beroperasi dua bulan, industri handphone (HP) ilegal itu mampu menghasilkan Rp150 juta per bulan dari seluruh penjualan HP ilegal. 

Pelaku yakni R (25), WS (28), serta M saat ini masih dikejar polisi. Komplotan perakit HP tersebut terbilang spesialis, karena hanya merakit atau merekondisi HP merek Apple yang diimpor dari Singapura.

Baca Juga: Industri HP Ilegal di Tangerang Terbongkar, Awas Dijual di Toko Daring

1. HP diimpor dalam kondisi rusak hingga 70 persen

Polisi Bongkar Industri HP Ilegal, Awas Dijual di Toko Online!Industri HP ilegal (IDN Times/Candra Irawan)

Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, industri perakitan HP tersebut dapat terbongkar karena adanya laporan dari masyarakat.

Setelah polisi menelusuri, ditemukan ruko lantai tiga di kawasan Citra Raya Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang. Diduga kuat industri tersebut memperdagangkan HP produksinya tanpa dokumen resmi atau ilegal.

"Saat dilakukan pengecekan di ruko itu, anggota Satreskrim Polresta Tangerang menemukan kegiatan dari beberapa orang sedang memperbaiki HP rusak, dan setelah diintrogasi, HP ini didapat dari proses impor dalam kondisi rusak 30 sampai 70 persen," jelas Ade kepada IDN Times saat gelar perkara di TKP, Minggu (17/11).

Baca Juga: Rampas Handphone, Dua Penjambret Nyaris Kehilangan Nyawa

2. HP rakitan atau ilegal tersebut dijual ke toko daring

Polisi Bongkar Industri HP Ilegal, Awas Dijual di Toko Online!IDN Times/Candra Irawan

Ade mengatakan, di ruko tersebut berbagai aktivitas produksi HP ilegal dilakukan. Mulai dari servis, pengemasan hingga pemasaran secara online. Komplotan itu memakai toko daring Bukalapak dengan dua akun atau nama toko berbeda, seperti Panda House dan Lin Store dengan harga jual dari Rp4 juta sampai Rp8 juta per unit HP.

"Sampai hari ini belum ditunjukkan dokumen impor, izin perdagangan hingga izin usaha perindustrian di ruko tersebut. Kemudian setelah pemeriksaan kami menetapkan dua orang tersangka yaitu R, yang berperan sebagai orang yang menjalankan atau bertanggung jawab di ruko ini, dan WS ikut mengawasi dan membantu memasarkan HP rekondisi ini," ujar Ade.

3. Ini tipe HP Apple yang diproduksi pelaku

Polisi Bongkar Industri HP Ilegal, Awas Dijual di Toko Online!industri HP ilegal (IDN Times/Candra Irawan)

Total, lanjut Ade, ada 1.697 HP merek Apple dengan tipe Iphone 7, Iphone 7 plus, Iphone 5SE, Iphone 6S, Iphone 6S plus, Iphone 8, Iphone 8 plus, Iphone X, Iphone XR, Iphone X Max, dan Iphone SE. Kalau ditotal nilai barang bukti tersebut mencapai Rp8,5 miliar.

"Kami masih melakukan pendalaman dan kami mengejar pelaku yang melakukan impor, dan kami masih mendalami kasus ini karena menurut pengakuan mereka (pelaku) baru dua bulan menjalankan industri ini. Rata-rata sehari mereka mampu menjual 50 sampai 100 unit HP dengan keuntungan dari Rp50 ribu sampai Rp200 ribu per unit," katanya.

4. Selain beli HP rusak dari Singapura, pelaku juga palsukan IMEI

Polisi Bongkar Industri HP Ilegal, Awas Dijual di Toko Online!IDN Times/Candra Irawan

Menurut Ade, para pelaku membeli HP rusak jenis Apple berbagai tipe dari Singapura tanpa dilengkapi izin impor, dan mereka memperbaiki serta mengganti komponen dengan suku cadang bukan originalnya seperti earphone, charger, LCD, dan komponen kamera.

"Para pelaku juga mencetak sendiri nomor IMEI serta melengkapi HP dengan data palsu," ujarnya.

5. Pelaku dijerat pasal berlapis dan terancam hukuman penjara di atas 5 tahun

Polisi Bongkar Industri HP Ilegal, Awas Dijual di Toko Online!IDN Times/Candra Irawan

Ade menambahkan, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis.  Di antaranya Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf f dan j Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Pasal 104 dan 106 Undang-Undang Perdagangan, Pasal 120 ayat (1) Undang-Undang Perindustrian, Pasal 52 Undang-Undang Telekomunikasi, dan Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang.

"Ancaman hukuman untuk para tersangka di atas 5 tahun penjara," ucap Ade.

Baca Juga: Curi 61 Handphone dari Toko, Polisi Lumpuhkan Pelaku dengan Tembakan 

Topic:

  • Sunariyah
  • Umi Kalsum

Just For You