Comscore Tracker

Layang-Layang dan Drone Sering Ganggu Penerbangan di Bandara Soetta

Belum banyak masyarakat yang tahu bahayanya, hati-hati ya!

Tangerang, IDN Times - Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI) menyebut ada beberapa faktor yang berpotensi menyebabkan kecelakaan penerbangan, antara lainketidakpahaman masyarakat dan pengguna jasa. Hal yang paling memprihatinkan, masyarakat di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, belum memahami potensi bahaya dari menerbangkan layang-layang, laser hingga drone.

Sementara untuk pengguna jasa, para penumpang pesawat kerap kali membawa barang yang mampu menimbulkan kecelakaan seperti korek gas.

Masalah-masalah ini diungkapkan PPPI untuk menekan angka kecelakaan di dunia penerbangan Indonesia. 

1. Benang layangan pernah menyangkut di sayap pesawat

Layang-Layang dan Drone Sering Ganggu Penerbangan di Bandara Soetta(Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI)) IDN Times/Candra Irawan

Ketua PPPI Capt Rizky Budimansyah Juzar menjelaskan, pada faktor masalah layang-layang pihaknya pernah menemukan kasus di mana benang layangan menyangkut di sayap pesawat, dan juga ada penggunaan laser yang diarahkan ke cockpit pesawat hingga membuat penglihatan pilot terganggu.

"Hal ini harus diketahui oleh masyarakat umum, terutama pengguna jasa dan masyarakat sekitar Bandar Udara," jelasnya usai menggelar Aviation Safety Campaign 4.0, di Gedung Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis lalu.

Baca Juga: AP II Resmi Operasikan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta 

2. Masyarakat belum tahu bahaya menerbangkan drone di sekitar bandara

Layang-Layang dan Drone Sering Ganggu Penerbangan di Bandara Soetta(Ilustrasi drone) IDN TImes/Dhana Kencana

Selain itu, bermain drone di sekitar bandara juga berpotensi membahayakan penerbangan. Untuk menanggulangi hal tersebut pihaknya kerap memberikan sosialisasi ke masyarakat agar tidak mengulangi hal serupa.

"Untuk itu kita sedang mengembangkan aplikasi yang nantinya akan digunakan untuk menyosialisasikan tentang apa saja yang membahayakan penerbangan dari sisi pengguna jasa, maupun dari sisi masyarakat sekitar bandara," ujar Rizky.

3. Tidak hanya masyarakat, pengguna jasa juga kerap menyalahi aturan

Layang-Layang dan Drone Sering Ganggu Penerbangan di Bandara SoettaBandar Udara APT Pranoto Samarinda tutup 26 hari, ribuan penerbangan dialihkan ke Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan (IDN Times/Yuda Almerio)

Rizky melanjutkan, kampanye keselamatan penerbangan saat ini menjadi sangat penting, tidak hanya melalui aplikasi. Sosialisasi terjun langsung juga harus dilakukan, termasuk ke pengguna jasa. Karena kerap kali pengguna jasa penerbangan tidak memahami aturan baik di dalam pesawat maupun barang bawaan.

"Yang kita inginkan adalah aplikasi ini bisa dibuka oleh pengguna jasa untuk mengingatkan diri apakah ketika mereka mau terbang," katanya.

4. Oknum yang membahayakan penerbangan dapat dikenakan sanksi

Layang-Layang dan Drone Sering Ganggu Penerbangan di Bandara Soetta(Bandara Ahmad Yani Semarang) IDN Times/Fariz Fardianto

Rizky menambahkan, selain pengguna jasa, masyarakat di sekitar bandara juga dapat dikenakan sanksi apabila melakukan pelanggaran-pelanggaran.

"Kami berharap masyarakat sudah mematuhi semua aturan yang ada dan juga mengetahui akibatnya jika melakukan pelanggaran yang mengancam keselamatan penerbangan," ucap Rizky.

Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb

Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Punya Robot untuk Bersihkan Lantai Terminal 

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya