Comscore Tracker

Usai Gencatan Senjata, Bantuan Kemanusiaan Telah Sampai di Gaza

Baik Israel dan Palestina sama-sama klaim kemenangan

Ramallah, IDN Times - Usai sepakat melakukan gencatan senjata, berbagai bantuan kemanusiaan telah tiba di Jalur Gaza pada hari Jumat (21/05/2021) waktu setempat. Baik Israel dan Palestina sama-sama mengklaim kemenangannya beberapa jam setelah gencatan senjata. 

1. WHO menyerukan pembuatan koridor bagi para korban luka-luka untuk dievakuasi

Usai Gencatan Senjata, Bantuan Kemanusiaan Telah Sampai di GazaSuasana di Palestina usai konflik antara Israel-Palestina berlangsung. (Twitter.com/HAMID_ARA)

Dilansir BBC, konvoi pertama bantuan kemanusiaan telah tiba di Jalur Gaza pada hari Jumat (21/05/2021) waktu setempat, beberapa jam setelah gencatan senjata antara Israel dan Palestina diberlakukan. Ribuan warga Palestina kembali ke rumah mereka dengan menyaksikan kehancuran dan para pejabat setempat mengatakan rekonstruksi yang diperkirakan akan memakan waktu selama beberapa tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan pembuatan koridor bagi para korban luka-luka untuk dievakuasi.

Lebih dari 250 orang tewas dalam konflik yang memakan waktu selama 11 hari terakhir tersebut dan sebagian besar dari mereka berada di Jalur Gaza. Pejabat Palestina mengatakan sebanyak puluhan juta dolar Amerika Serikat akan dibutuhkan untuk membangun kembali daerah yang juga mengalami kemiskinan akibat pandemi COVID-19.

Juru bicara WHO, Margaret Harris, menyerukan akses segera untuk pasokan dan personel kesehatan yang juga mengatakan bahwa fasilitas kesehatan di wilayah itu berisiko kewalahan oleh ribuan korban yang mengalami cedera.

Baca Juga: Daftar 5 Negara Pemasok Senjata Terbesar ke Israel

2. Jalur Gaza menjadi sasaran pembatasan Israel dan Mesir atas pembatasan pengiriman barang serta orang-orang yang berkunjung selama bertahun-tahun

Usai Gencatan Senjata, Bantuan Kemanusiaan Telah Sampai di GazaSuasana di Palestina usai konflik antara Israel-Palestina berlangsung. (Twitter.com/adalalt)

Selama bertahun-tahun lamanya, Jalur Gaza menjadi sasaran pembatasan Israel dan Mesir atas perjalanan orang-orang serta pengiriman barang, dengan kedua negara mengutip kekhawatiran mengenai senjata yang sampai ke kelompok Hamas.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNWRA) mengatakan prioritasnya adalah untuk mengidentifikasi serta membantu puluhan ribu orang terlantar dan bahwa mereka segera mencari bantuan senilai 38 juta dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp545,9 miliar. Pada hari Kamis, 20 Mei 2021, waktu setempat, Kementerian Perumahan Gaza mengatakan sebanyak 1.800 unit rumah tidak layak huni dan 1.000 unit rumah lainnya telah hancur.

Direktur Regional Timur Tengah untuk Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Fabrizio Carboni, mengatakan kerusakan yang diakibatkan dalam waktu kurang dari 2 minggu akan membutuhkan waktu selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, untuk bisa dibangun kembali.

Salah seorang warga setempat bernama Samira Abdallah Nasser mengatakan rumah dua lantai di dekat Beit Hanoun terkena ledakan selama pertempuran dan membuatnya menjadi reruntuhan. Seorang warga lain bernama Azhar Nasir mengatakan ia telah melihat adanya kerusakan besar serta ini adalah pertama kalinya dirinya melihat sejarah ini.

3. Bentrokan sempat terjadi di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa yang bertujuan menguji gencatan senjata

Usai Gencatan Senjata, Bantuan Kemanusiaan Telah Sampai di GazaSuasana di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa saat konflik antara Israel-Palestina. (Twitter.com/hana_and_only)

Bentrokan sempat terjadi di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur pada hari Jumat (21/05/2021), waktu setempat dengan menguji gencatan senjata. Juru bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, mengatakan bahwa warga Palestina telah melemparkan batu ke arah petugas serta bahwa tindakan penindasan kerusuhan telah diambil sebagai tanggapan.

Namun, gencatan senjata tampaknya diberlakukan pada malam di hari yang sama waktu setempat, meski Israel sementara membuka penyeberangan ke Jalur Gaza dengan mengizinkan pengiriman makanan, bahan bakar, serta obat-obatan masuk ke wilayah itu.

Tak hanya itu saja, Israel juga mencabut pembatasan darurat di dalam perbatasannya sendiri. Selama konflik berlangsung, militan Israel mengatakan bahwa lebih dari 4.300 roket ditembakkan ke wilayahnya oleh Palestina serta menyerang lebih dari 1.000 sasaran militan di Jalur Gaza. 

Baca Juga: Pasca-Gencatan Senjata, Israel Tembakkan Gas Air Mata di Al-Aqsa

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ernia Karina

Berita Terkini Lainnya