Comscore Tracker

Ancaman Virus Corona, Pemerintah Diminta Tak Diskriminasi Evakuasi WNI

Diamond Princess terus desak pemerintah evakuasi

Jakarta, IDN Times - Warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kapal Pesiar Diamond Princess, yang saat ini sedang berada di Yokohama, Jepang, meminta Presiden Joko Widodo, segera menjemput mereka. Mereka khawatir terpapar virus corona atau Covid-19 jika mereka tak segera dievakuasi.

Seperti yang sudah tersebar di media, setidaknya ada 74 pekerja asal Indonesia yang dinyatakan bebas dari virus corona, namun belum dievakuasi dari kapal jenis cruise itu.

Ketua Keluarga Besar Buruh Indonesia (Kabar Bumi) Iwen Karsiwen mengatakan, banyak penumpang di kapal mewah tersebut yang sudah positif terinfeksi virus corona.

Ratusan penumpang dan pekerja yang berasal dari India, Filipina, dan Hong Kong sudah dievakuasi negaranya masing-masing, namun dari Indonesia belum ada rencana evakuasi hingga kini.

1. WNI di Diamond Princess meminta evakuasi menggunakan pesawat

Ancaman Virus Corona, Pemerintah Diminta Tak Diskriminasi Evakuasi WNIKapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Pelabuhan Yokohama. (ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Kabar Bumi menyatakan, WNI yang berada di Diamond Princess tak mau dievakuasi menggunakan kapal, tapi pesawat terbang agar proses evakuasi lebih cepat. Kekhawatiran mereka muncul karena 188 WNI di Kapal Pesiar World Dream menggunakan KRI Soeharso.

Diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar 34 hari untuk melakukan evakuasi dari Jepang ke Indonesia. Karena, pemerintah juga sebelumnya mengevakuasi 238 WNI dari Provinsi Hubei, Tiongkok, menggunakan pesawat.

Baca Juga: Jokowi Minta Publik Tak Terus Desak Evakuasi WNI di Diamond Princess 

2. Pemerintah diharapkan tidak diskriminasi dalam proses evakuasi

Ancaman Virus Corona, Pemerintah Diminta Tak Diskriminasi Evakuasi WNIRatusan WNI usai menjalani observasi di Natuna. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) juga menuntut pemerintah melindungi WNI di luar negeri dari virus corona. Termasuk mereka yang berada di kapal Diamond Princess, apapun profesi dan status keimigrasiannya.

Seperti halnya pekerja migran di sektor pelayaran juga merupakan tulang punggung bagi keluarganya yang berada di Indonesia, sekaligus menjadi penyumbang devisa untuk menopang ekonomi Indonesia.

3. Pemerintah lebih hati-hati mencegah penyebaran virus corona di Indonesia

Ancaman Virus Corona, Pemerintah Diminta Tak Diskriminasi Evakuasi WNI(ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)

Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengimbau kepada publik agar tidak terus mendesak pemerintah segera mengevakuasi 78 WNI yang bekerja sebagai awak kapal pesiar Diamond Princess. Menurut Jokowi, pemerintah harus mempertimbangkan banyak hal dan melakukan negosiasi dengan pemerintah Jepang.

"Saya selalu pesan pada Menko pada menteri, hati-hati memutuskan. Hati-hati, berhitung dalam menyelesaikan ini. Tidak bisa kita didesak-desak. Tidak bisa kita tergesa-gesa. Gak. Harus tepat. Seperti di Natuna yang kemarin," kata Jokowi di Jakarta Covention Center, Jakarta, Rabu (26/2).

Jokowi mengatakan pemerintah saat ini juga tengah melakukan banyak pertimbangan dan harus berhati-hati saat melakukan proses evakuasi WNI dari Diamond Princess.

"Semuanya keputusan harus hati-hati. Tidak boleh tergesa-gesa. Kita memiliki 267 juta penduduk Indonesia yang juga harus dihitung dikalkulasi semuanya. Hati-hati," ucap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan pemerintah juga tengah pertimbangkan akan mengevakuasi melalui jalur laut dan udara. Semuanya diperhitungkan risikonya. "Ada dua, jalur laut dan pesawat. Ada risiko dan hitung-hitungan semuanya. Pulaunya di mana juga belum. Jangan dianggap mudah," tutur dia.

Jokowi menuturkan evakuasi WNI di Diamond Princess akan dilakukan setelah pemerintah berhasil mengevakuasi WNI di kapal pesiar World Dream. Mantan Wali Kota Solo itu menyebut pemerintah akan berusaha secepat mungkin mengevakuasi WNI di Diamond Princess.

Ia menambahkan, proses negosiasi diplomasi tidak mudah. Sehingga tidak bisa buru-buru. "Karena ini juga masih negoisasi dengan pemerintah Jepang. Tidak segampang itu diplomasi negoisasi," ujar Jokowi.

Baca Juga: Menkes Tak Ingin Buru-Buru Evakuasi WNI dari Diamond Princess, Kenapa?

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya