BMKG Peringatkan Potensi Hujan Intensitas Tinggi pada Februari Ini

Sudah ada 297 bencana selama Januari 2020

Jakarta, IDN Times - Memasuki Februari 2020, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat tetap hati-hati.

Sebab, kata BMKG, sebagian besar wilayah di Indonesia memiliki potensi hujan dengan intensitas tinggi pada periode 31 Januari sampai 5 Februari 2020.

Khusus untuk wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua harus mewaspadai hujan dengan  intensitas tinggi pada Februari hingga Maret mendatang.

Masyarakat diimbau tetap waspada karena jumlah korban terkait bencana alam tidak bisa dibilang sedikit. Dalam Januari 2020 ini saja, kata Kepala Pusat Data dan Informasi Humas BNPB Agus Wibowo, sudah ada 297 bencana.

"Kemudian banjir ada 111, tanah longsor ada 60, gelombang pasang atau abrasi ada 2, lalu puting beliung ada 110," ucap Agus dalam konferensi terbuka bersama INFIS, PUPR, PVMBG, Kementerian Kesehatan dan BAPPENAS, membahas perkembangan informasi bencana yang terjadi di Indonesia pada awal tahun, Jumat (31/1).

Baca Juga: Cegah Penularan Virus Corona, BNPB Beri 10 Ribu Masker N95 untuk WNI

1. Pertengahan Januari 2020, 99 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan, namun 3 provinsi belum

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Intensitas Tinggi pada Februari IniIDN Times/Daffa Maududy Fitranaarda

Berdasarkan pantauan BMKG, hingga pertengahan Januari 2020, 99 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan, namun untuk wilayah NTT, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara belum terkena musim hujan.

Sementara untuk ketinggian gelombang di daerah Laut Natuna Utara, Perairan utara Kepulauan Anambas - Kepulauan Natuna, Samudra Hindia selatan Jawa, diperkirakan akan mengalami gelombang tinggi sekitar 2,5 - 4 meter. Daerah yang menyusul mengalami kenaikan ketinggian gelombang adalah Perairan Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Halmahera.

Baca Juga: BMKG: Fenomena Langka Penyebab Pantura Jarang Hujan Selama Januari

2. Aktivitas gunung api di Indonesia periode akhir 2019 sampai Januari 2020

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Intensitas Tinggi pada Februari IniIDN Times/Daffa Maududy Fitranaarda

Posisi Indonesia yang memiliki 127 gunung api aktif, di mana 13 persen dari total gunung api di seluruh dunia, menyebabkan Indonesia memiliki risiko bencana yang disebabkan oleh gunung api paling besar di dunia, karena banyak masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung api tersebut.

"Panjangnya lintasan gunung api kalau disusun dari Barat ke Timur itu sekitar 7.000 kilometer, luar biasa sekali, hal ini bukan merupakan potensi ancaman bahaya saja, namun juga bisa ada potensi turisme ataupun menjadi pusat dari bio-thermal," ucap Devy, selaku Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api untuk wilayah Timur.

Terdapat 4 gunung yang mengalami letusan akhir-akhir ini, yaitu Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Dukono, dan Gunung Semeru.

Dalam periode Januari 2020, pembaharuan untuk tingkatan status Gunung Api yaitu Level 1 (Normal), di mana terdapat 47 gunung api. Lalu Level 2 (Waspada), yang sempat terjadi pada Anak Krakatau, Merapi, Bromo, Ibu, Rinjani, dan beberapa lainnya. Level 3 (Siaga), untuk Sinabung, Agung, dan Karangetang. Untuk Level 4 (Awas) tidak ada informasi kejadian pada 2020.

3. Jumlah korban bencana lebih banyak Januari tahun ini dibandingkan pada 2019

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Intensitas Tinggi pada Februari IniIDN Times/Daffa Maududy Fitranaarda

Dari seluruh pendataan yang dikumpulkan oleh BNPB, tercatat 93 korban meninggal dan 2 orang masih berstatus hilang. Kemudian untuk korban luka mencapai 120 orang, warga mengungsi 893.996 orang, dan 10.586 unit rumah dipastikan rusak, dalam rincian sebanyak 2.401 rumah dalam kondisi rusak berat, 1.671 rusak sedang, dan 6.541 rusak ringan.

Selain itu, dijelaskan bahwa sarana umum yang rusak seperti sekolah dan fasilitas pendidikan yang rusak sebanyak 132 unit, 103 rumah ibadah, 11 unit fasilitas kesehatan, 44 unit kantor, dan sebanyak 82 jembatan yang rusak pada Januari 2020.

"Terdapat penurunan jumlah korban dibanding tahun sebelumnya, dimana terdapat 105 korban meninggal dan hilang pada 2019, namun untuk jumlah pengungsi lebih banyak di tahun ini karena ada peningkatan bencana khususnya di Kabupaten Bogor," tambah Agus.

4. Kemenkes: Indonesia sudah siap hadapi virus corona

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Intensitas Tinggi pada Februari IniIDN Times/Daffa Maududy Fitranaarda

Pada kesempatan yang sama, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa cara yang dipercaya dapat mencegah seseorang terjangkit virus corona. Endang Budi Hastuti, perwakilan dari Kemenkes menyatakan, Indonesia sudah siap untuk menghadapi virus corona, baik dalam fasilitas maupun tenaga medis. Sampai saat ini, tercatat sebanyak 19 pasien yang diduga terjangkit virus corona sudah mendapat penanganan khusus.

"Penularan melalui mata itu gak ada, adanya tatapan mata menyejukkan hati," kata Endang.

Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 100 rumah sakit rujukan yang dapat menangani virus corona, seperti Rumah Sakit Persahabatan dan RSCM, yang sudah lengkap dari segi fasilitas maupun tenaga medis yang dibutuhkan.

Baca Juga: Cegah Penularan Virus Corona, BNPB Beri 10 Ribu Masker N95 untuk WNI

Topik:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya