Comscore Tracker

Lebih dari 1.000 Surat Suara Pilkada Bantul Rusak karena Salah Ukuran

Surat suara juga rusak karena warna tidak standar

Bantul, IDN Times - ‎Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul menemukan lebih dari 1.000 surat suara rusak. Kerusakan surat suara karena potongan tidak presisi sehingga ukuran standar yakni 18 cm X 23 cm, tidak terpenuhi. 

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan, tak hanya ukuran yang tidak sesuai, tapi juga warna surat tidak cerah atau buram. 

1. Jumlah surat suara yang diterima juga kurang

Lebih dari 1.000 Surat Suara Pilkada Bantul Rusak karena Salah UkuranKetua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho. IDN Times/Daruwaskita

Tak hanya surat suara yang rusak, KPU Bantul juga kekurangan menerima surat suara. Menurut Joko hal ini disebabkan satu bundel surat suara yang harusnya berisi 2.000 surat suara, hanya diterima tak lebih dari 1.000 lembar.

"Kita akan segera membuat berita acara kerusakan surat suara dan kekurangan surat suara agar segera dikirim oleh percetakan," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (24/11/2020).

2. Surat suara yang rusak akan dimusnahkan‎

Lebih dari 1.000 Surat Suara Pilkada Bantul Rusak karena Salah UkuranProses sortir dan lipat kertas surat suara pilkada Bantul. IDN Times/istimewa

Untuk 1.000 surat suara lebih yang rusak, KPU tidak akan memakainya dan akan dimusnahkan dengan cara dibakar.

"Surat suara yang rusak kita musnahkan mengacu pada peraturan yang ada dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Joko.

3. Alat pelindung diri untuk petugas sebagian mulai didistribusikan ke PPK dan PPS

Lebih dari 1.000 Surat Suara Pilkada Bantul Rusak karena Salah UkuranIlustrasi Face Shield (IDN Times/Panji Galih Aksoro)

Sementara, untuk alat pelindung diri (APD) bagi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), kata Joko, sebagian sudah dilakukan distribusi ke PPK dan PPS.

Sedangkan untuk KPPS, APD dan logistik akan diberikan pada H-1 secara bersamaan.

"Jadi pergerakan logistik dari PPS ke KPPS itu pada H-1, sedangkan dari KPU ke PPS akan direncanakan selama dua hari yakni pada 6 dan 7 Desember 2020," ungkap Joko.

Baca Juga: 2.468 Surat Suara Pilkada Makassar Rusak, Ini Jenis Kerusakannya

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya