Comscore Tracker

Duduk Perkara Kisruh Ritual Piodalan di Desa Mangir Yogyakarta

Warga sekitar mempertanyakan apa acara itu sudah punya izin

Bantul, IDN Times - Upacara keagamaan piodalan yang digelar di sebuah rumah di Dusun Mangir Los, Desa Mangir, Kabupaten Bantul, Yogyakarta pada Selasa (12/11) dibubarkan oleh sekelompok warga. Mereka memprotes karena upacara keagamaan tidak boleh dilakukan di dalam rumah. 

Upacara piodalan adalah ritual keagamaan untuk menyucikan Mahalingga Padma Bhuwana Mangir, situs peninggalan dari Ki Ageng Mangir. Bagi orang-orang yang meyakininya, ritual itu dipercayai bisa membawa umat ke kehidupan yang lebih beragama. 

Namun, Pemerintah Desa Sendangsari dan Kepolisian Bantul membantah telah terjadi pembubaran dan pengepungan oleh warga terhadap Upacara Odalan Maha Lingga Padma Buana umat Hindu di dusun Mangir, Desa Sendangsari, Kecamatan Panjangan, Bantul pada Selasa kemarin. Padahal, acara tersebut digelar di rumah dan diikuti sekitar 20 umat. 

Lalu, bagaimana duduk permasalahan yang sesungguhnya? IDN Times menghubungi Kepala Desa Sendangsari dan Kepolisian Bantul untuk mengonfirmasi. 

1. Pemerintah Desa Sendangsari membantah ada pembubaran kegiatan doa untuk leluhur dan NKRI‎

Duduk Perkara Kisruh Ritual Piodalan di Desa Mangir YogyakartaPetugas berjaga-jaga di lokasi upacara Odalan Maha Lingga Padma Buana di dusun Mangir, Bantul, Selasa 12 November 2019. (Dok. Istimewa/Desa Sendangsari)

Kepala Desa Sendangsari Irwan Susanto membantah telah terjadi pembubaran kegiatan Agama Hindu di Mangir. Menurutnya, informasi tersebut sengaja direkayasa agar wilayah Sendangsari, Kecamatan Pajangan terkesan intoleran.

"Saya tegaskan informasi itu sama sekali tidak benar dan itu dipelintir sehingga terkesan Warga Sendangsari intoleran," katanya ketika dihubungi IDN Times, pada Selasa malam (12/11).

Ia kembali menegaskan tidak ada larangan bagi umat yang telah datang untuk menjalankan ibadah atau doa untuk arwah. Warga pun juga tidak membubarkan ritual doa tersebut. 

"Sama sekali masyarakat tidak melarang apalagi membubarkan doa untuk arwah," tutur dia. 

Baca Juga: PAN Bantul Optimistis Ardi Termasuk dalam Bacalon Wabup Suharsono

2. ‎Tidak ada pembubaran, namun izin upacara dipermasalahkan

Duduk Perkara Kisruh Ritual Piodalan di Desa Mangir YogyakartaUmat tiba di lokasi upacara Odalan Maha Lingga Padma Buana di dusun Mangir, Bantul, Selasa 12 November 2019. (Dok.Istimewa/Desa Sendangsari)

Meski membantah telah terjadi pembubaran dan pengepungan, Irwan mengakui kalau warga mempermasalahkan izin acara. Acara keagamaan, menurut Irwan, harus melalui proses sosialisasi dan perizinan dari masyarakat setempat.

"Jadi di masyarakat itu kan ada kelembagaan, dan seharusnya saling bersinergi. Kalau terjadi salah paham kan tidak harmonis," kata dia. 

Irwan juga mempersilakan umat yang diundang dari luar daerahnya untuk saling bersilaturahmi. Namun, lagi-lagi Irwan menerangkan, acara keagamaan harus mengacu pada aturan, sehingga acara ditunda terlebih dahulu.

"Kalau tahapan semuanya, mulai dari sosialisasi dan perizinan, sudah dilalui ya silakan saja. Tidak ada pengepungan umat dan juga pelarangan umat yang akan datang ke lokasi," tuturnya.

3. Kapolres Bantul juga membantah adanya pembubaran acara doa agama Hindu

Duduk Perkara Kisruh Ritual Piodalan di Desa Mangir YogyakartaPetugas berjaga-jaga di lokasi upacara Odalan Maha Lingga Padma Buana di dusun Mangir, Bantul, Selasa 12 November 2019. (Dok.Istimewa/Desa Sendangsari)

Sementara Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Udi Sulistiyono mengatakan tidak ada pembubaran kegiatan agama Hindu di Mangir, Bantul. Menurutnya, acara tersebut masih tetap terlaksana di rumah salah satu warga bernama Ibu Uti. 

"Memang ada dari warga setempat yang mempertanyakan apakah sudah ada izin pendirian sebagai tempat upacara keagamaan ataupun izin kegiatan keagamaan di lokasi tersebut," ujarnya.

4. Polisi dan TNI hadir di lokasi untuk membuat situasi kondusif

Duduk Perkara Kisruh Ritual Piodalan di Desa Mangir YogyakartaPetugas berjaga-jaga di lokasi upacara Odalan Maha Lingga Padma Buana di dusun Mangir, Bantul, Selasa 12 November 2019. (Dok. Istimewa/Desa Sendangsari)

Menurut Wachyu, personel polisi dan TNI turut hadir di lokasi untuk mencegah sekaligus mengamankan semua masyarakat agar situasi tetap kondusif. 

"Saat ini kami dari Forkompimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Bantul mendiskusikan hal tersebut. Ke depan, untuk mencegah terjadinya konflik di masyarakat maka kami bersama Forkompimda segera menggelar rapat dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan Kemenag (Kementerian Agama). Jika mungkin bersama Ibu Uti dan warga Mangir untuk turut mendiskusikan hal tersebut," tuturnya.‎

Kejadian di dusun Mangir, Bantul menambah daftar gesekan antar warga di wilayah di Yogyakarta. Sebelumnya pada April 2019, Slamet Jumiarto, warga non-muslim yang mengontrak rumah milik warga Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul diminta meninggalkan kediamannya atas "kesepakatan bersama" warga.

Baca Juga: Kronologi Slamet: Umat Katolik yang Ditolak Tinggal di Dusun Karet

Topic:

  • Santi Dewi

Just For You