Comscore Tracker

Aturan Direvisi: Siswa Baru SDN Gunungkidul Tak Wajib Berbaju Muslim

Pemkab Gunungkidul minta maaf kepada masyarakat

Gunungkidul, IDN Times - Sempat menjadi sorotan, kebijakan yang mewajibkan siswa baru yang beragama Islam, berseragam muslim di SDN Karangtengah III Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta akhirnya direvisi.   

Kepala SDN Karangtengah III Kecamatan Wonosari Pujiastuti mengaku telah merevisi surat edaran yang viral di media sosial. Revisinya, sekolah tidak mewajibkan siswa baru berseragam muslim.

Puji juga mengaku telah dipanggil oleh Disdikpora Gunungkidul agar surat edaran tersebut diralat. "Kita sudah membuat ralat atas surat edaran tersebut," ungkapnya.

Baca Juga: Heboh Surat Edaran SD di Gunungkidul Wajibkan Siswa Berseragam Muslim

1. Hasil revisi: siswa baru yang beragama Islam dianjurkan menggunakan pakaian muslim

Aturan Direvisi: Siswa Baru SDN Gunungkidul Tak Wajib Berbaju MuslimIDN Times/Istimewa

Puji menjelaskan, hal yang direvisi bahwa tahun ajaran 2018/2020 peserta didik baru kelas 1 yang beragama Islam dianjurkan menggunakan pakaian muslim.

"Jadi sifatnya anjuran jadi kami tidak memaksakan siswa baru menggunakan atau berseragam muslim. Ditaati boleh, tidak pun kita tidak memaksa," ungkapnya.

Peraturan kedua yaitu bagi siswa kelas 6 yang beragama muslim belum dianjurkan untuk mengganti seragam biasa ke seragam muslim, namun jika menggunakan seragam muslim dipersilakan.

"Yang kelas 6 siswanya belum dianjurkan mengganti seragam ke seragam muslim," terangnya.

Baca Juga: Sekolah Dasar di Gunungkidul Wajibkan Siswanya Berseragam Muslim

2. Kata-kata wajib gunakan seragam muslim hanya kesalahan redaksional

Aturan Direvisi: Siswa Baru SDN Gunungkidul Tak Wajib Berbaju MuslimIDN Times/Daruwaskita

Terkait surat edaran tersebut, Kepala Disidikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, pihaknya sudah memanggil kepala sekolah dan mengakui kesalahan dalam membuat redaksi surat.

"Agar tidak polemik dicabut dan diganti, khususnya bagi kelas 1 agama Islam dianjurkan mengenakan seragam muslim," ungkapnya.

3. Permintaan ORI Perwakilan DI Yogyakarta tak perlu dipenuhi‎

Aturan Direvisi: Siswa Baru SDN Gunungkidul Tak Wajib Berbaju MuslimIDN Times/Daruwaskita

Terkait dengan saran ORI Perwakilan DI Yogyakarta pada revisi SE dari kata "dianjurkan" diganti menjadi "dapat", Bahron menilai tidak perlu dilakukan karena kata menganjurkan itu tidak mengarahkan ke paksaan.

"Enggak lah, orang dewasa wajib menganjurkan kebaikan kepada anak-anaknya. Kalau dianjurkan tidak mau ya urusan mereka," tukasnya.

4. Pemda Gunungkidul minta maaf atas Surat Edaran yang bersifat diskriminatif‎

Aturan Direvisi: Siswa Baru SDN Gunungkidul Tak Wajib Berbaju MuslimIDN Times/Daruwaskita

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, pihaknya telah memerintahkan Kepala Disdikpora untuk melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah SDN III Karangtengah. Hasilnya, surat edaran direvisi.

"Saya tidak ingin berprasangka bahwa yang membuat SE itu tujuannya baik, namun tak paham merumuskan regulasi sehingga terkesan diskriminatif," katanya.

Pemkab Gunungkidul, kata Immawan, meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan aturan yang dibuat. Namun hal tersebut mungkin terjadi karena ketidaktahuan dan tidak bermaksud lebih dari itu.

"Agar jangan terulang, maka ke depan para guru pembuat regulasi sebaiknya mendapatkan pelatihan terlebih dahulu," ungkapnya.‎

Baca Juga: AMPPY: Sistem Zonasi PPDB Sudah Tepat karena Adil 

Topic:

  • Sunariyah

Just For You