Comscore Tracker

Jabar Vaksinasi Perdana Hari Ini, Karawang Tak masuk Meski Zona Merah 

Ridwan Kamil minta pengaturan vaksin diserahkan ke pemprov

Bandung, IDN Times - Hari ini, Kamis 14 Januari 2021, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan vaksinasi COVID-19 tahap pertama. Tercatat ada tujuh kabupaten/kota yang terdaftar sebagai penerima pertama vaksin COVID-19 buatan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac Biotech.

Enam daerah itu adalah Bekasi, Bogor, Kota Depok, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Sementara itu, Kabupaten Karawang yang sempat satu bulan masuk zona merah nyatanya tidak mendapat vaksin tahap pertama.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, penentuan daerah yang mendapatkan vaksinasi tahap pertama berada di pemerintah pusat. Dengan demikian, pemerintah provinsi belum bisa menentukan daerah mana yang harus mendapat jatah lebih dulu.

"Itu menjadi kewenangan pusat saat Karawang tidak diprioritaskan. Karena untuk tujuh daerah pertama ini belum diserahkan ke provinsi (kewenangan pemilihannya)," ujar Emil dalam konferensi pers, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga: Disuntik Vaksin COVID-19, Jokowi: Setelah Dua Jam Agak Pegal Sedikit

1. Ridwan Kamil minta pengaturan distribusi vaksin diserahkan ke pemerintah provinsi

Jabar Vaksinasi Perdana Hari Ini, Karawang Tak masuk Meski Zona Merah Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/12/2020). Simulasi tersebut dilaksanakan agar petugas kesehatan mengetahui proses penyuntikan vaksinasi COVID-19 yang direncanakan pada Maret 2021. (ANTARA FOTO/Jojon)

Terkait Kabupaten Karawang yang tidak masuk menjadi daerah prioritas vaksinasi, Emil mengaku sudah menyampaikan pertanyaan yang sama kepada pemerintah pusat. Apalagi, daerah tersebut sudah lima minggu terakhir masuk zona merah.

“Jadi pemilihan daerahnya ada di kewenangan pusat, inilah yang saya sampaikan juga, ini Karawang sudah lima minggu (zona merah) kenapa tidak diprioritaskan, itu juga saya sudah sampaikan,” ucap dia.

Untuk itu, Emil telah mengajukan agar manajemen distribusi vaksin bisa diserahkan ke pemerintah provinsi. Sebab, provinsi lebih tahu secara detail bagaimana kondisi zona risiko setiap daerah dan perkembangan kasus COVID-19 per harinya.

2. Penyintas COVID-19 atau orang yang pernah terpapar corona sementara tidak mendapat vaksin

Jabar Vaksinasi Perdana Hari Ini, Karawang Tak masuk Meski Zona Merah Ilustrasi Tenaga Medis. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Emil menjelaskan, vaksinasi untuk sementara tidak dilakukan pada penyintas COVID-19 atau survivor (orang yang pernah terpapar virus corona). Maka dari itu, ada beberapa kepala daerah yang tidak akan ikut disuntik.

Mereka di antaranya Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung, Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, dan Bupati Kabupaten Bandung Barat.

Total ada 97.080 dosis vaksin yang menjadi jatah Jawa Barat. Semuanya sudah dibagikan ke tujuh daerah prioritas untuk dua kali dosis. Artinya, mereka yang nanti disuntik harus menjalani penyuntikan kedua setelah 14 hari. Lalu, tempat penyimpanan dan vaksinator Emil mengklaim sudah siap.

“Kami mengusulkan ke pemerintah pusat agar manajemen vaksin ini 100 persen diserahkan ke daerah, selama ini siapa yang dipanggil melalui SMS by name dan by adress-nya tidak kami ketahui, sehingga kalau ada tidak datang atau apa kami tidak bisa mengontak dan melakukan tindakan terukur, nah ini juga akan saya sampaikan ke pak menteri, mudah-mudahan didengar,” paparnya.

3. Ajak influencer edukasi pentingnya vaksinasi

Jabar Vaksinasi Perdana Hari Ini, Karawang Tak masuk Meski Zona Merah IDN Times

Di sisi lain, Emil mengajak influencer atau publik figur ikut mengedukasi mengenai pentingnya vaksinasi COVID-19. Pasalnya, keberadaraan vaksin menjadi salah satu hal krusial untuk mengatasi pandemik corona.

Tujuan edukasi secara masif adalah agar semua bisa berpartisipasi secara rasional. Karena satu-satunya cara yang terbukti dalam sejarah mengendalikan pandemik itu vaksin.

“Dulu ada vaksin cacar, nah tanpa vaksin itu kasus meningkat luar biasa maka setelah vaksin dia turun dan di tahun ketiga dan keempatnya bisa nol. Itu bukti bahwa vaksin akurat, maka kami mengajak influencer dan publik figur untuk bersama-sama bela negara karena mereka yang menolak itu bisa masuk ke kategori membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat sekitar dengan penolakannya," ujar Ridwan Kamil.

Baca Juga: Ridwan Kamil Geram Depok dan Karawang Betah Bertahan di Zona Merah

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya