Comscore Tracker

Beda dengan Jakarta, MUI Jabar Larang Salat Jumat Dua Gelombang 

Melakukan salat Jumat dalam dua gelombang dianggap tidak sah

Bandung, IDN Times - Berbeda dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta yang mengeluarkan fatwa pelaksanaan salat Jumat dalam dua gelombang, MUI Jawa Barat justru menegaskan cara ibadah seperti itu tidak diperbolehkan dalam agama. Jika hal tersebut dilakukan maka ibadah yang dilakukan tidak sah.

"Kita sudah mengedarkan fatwa MUI tahun 2000 bahwa salat dua gelombang itu tidak sah. Itu harus dipatuhi, karena itu keputusan nasional," kata Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (3/6).

1. Alasan MUI Jabar menolak pelaksanaan salat Jumat dua gelombang

Beda dengan Jakarta, MUI Jabar Larang Salat Jumat Dua Gelombang Salat berjarak di Masjid Agung Palembang (Dok. IDN Times)

Rafani mengatakan, secara kelembagaan MUI Jabar menolak pelaksanaan salat Jumat dua gelombang. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada seluruh DKM Masjid di Jawa Barat untuk tidak melakukan hal tersebut.

"Jadi secara tegas kelembagaan MUI Jabar menolak, alasannya kan syar'i ya," ujar dia.

Baca Juga: Fatwa MUI DKI Jakarta: Salat Jumat akan Dilaksanakan Dua Gelombang

2. PWNU Jabar juga tolak pelaksanakan salat Jumat dua gelombang karena tidak ada dasar hukum yang kuat

Beda dengan Jakarta, MUI Jabar Larang Salat Jumat Dua Gelombang Seorang jemaah melaksanakan salat di Masjid Al Amjad, Tigaraksa, Tangsel (ANTARA FOTO/Fauzan)

Senada dengan MUI Jabar, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Hasan Nuri Hidayatulloh atau Gus Hasan, menilai tidak ada dasar hukum yang kuat untuk melaksanakan ibadah salat Jumat dengan cara dua gelombang.

"Cuma sementara menurut hemat kita, tidak semestinya dilakukan karena belum mempunyai dasar hukum yang kuat, kita harus mencari rujukan yang jelas dulu," ucap Gus Hasan.

3. Lebih baik melaksanakan salat zuhur sebagai pengganti salat Jumat

Beda dengan Jakarta, MUI Jabar Larang Salat Jumat Dua Gelombang Instagram/Ridwan Kamil

Gus Hasan mengungkapkan, ibadah salat jumat lazimnya dilakukan satu kali dalam satu tempat. Jika memang tidak memungkinkan mengikutinya karena penuh, bisa digantikan dengan ibadah salat zuhur.

"Berkaitan salat jumat, salat jumat dilakukan hanya sekali dalam satu tempat. Lebihnya, jika ada yang tidak terbawa dan tidak mengikuti salat Jumat tersebut, ya itu merupakan uzur melakukan salat zuhur," ungkap Gus Hasan.

4. Lebih baik melakukan salat Jumat di tempat berbeda jika tak ingin berdempetan selama pandemik

Beda dengan Jakarta, MUI Jabar Larang Salat Jumat Dua Gelombang Masjid Istiqlal saat disemprot disinfektan pada Rabu (3/6) (Dok. Humas Damkar DKI Jakarta)

Menurut Gus Hasan, jika memang masjid penuh dan tidak memungkinkan, sebaiknya salat Jumat dilaksanakan di dua tempat yang berbeda meski berdekatan. Dalam istilah agama hal tersebut disebut ta'addudul jumat.

"Misalnya ada di satu masjid yang biasanya tidak dipakai salat jumat, dengan seperti ini menjadi boleh salat jumat di dua tempat atau dalam istilah bahasa kita ta'adudul jumat," kata dia.

Baca Juga: Masjid Al Azhar Gelar Salat Jumat Perdana Pekan Ini, Jusuf Kalla Hadir

Topic:

  • Dwifantya Aquina
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya