Comscore Tracker

Selama Pandemik, 34.884 Pria di Jawa Barat Jalani Vasektomi

Jumlah peminat vasektomi naik 141 persen, apa alasannya?

Bandung, IDN Times - Jika selama ini program keluarga berencana (KB) melalui metode kontrasepsi lebih banyak dilakukan oleh wanita, berbeda dengan fenomena yang terjadi di Jawa Barat. Untuk menekan angka kelahiran, para pria di Jawa Barat sudah banyak menjalani metode kontrasepsi permanen seperti vasektomi.

Vasektomi adalah operasi kecil (bedah minor) yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma pada testis dan penis. Vasektomi juga dikenal sebagai prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen. Dalam kondisi normal, sperma diproduksi dalam testis.

Kepala Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Uung Kusmana mengatakan, dua metode kontrasepsi permanen, yaitu vasektomi untuk pria dan tubektomi untuk wanita memang mulai diminati. Namun, selama pandemik 2020 justru lebih banyak pria yang memiliki untuk ikut program keluarga berencana (KB) dengan metode vasektomi.

"Dari target 24 ribu ternyata yang ikut hingga November ada 34.884 orang. Ada pencapaian hingga 141 persen," ujar Uung, Sabtu (2/1/2021).

Sementara untuk metode tubektomi capaiannya belum terlalu bagus yakni 199.472 atau 65,23 persen dari target 305.395.

1. Tidak bisa sembarangan ikut program vasektomi karena ada syarat khususnya

Selama Pandemik, 34.884 Pria di Jawa Barat Jalani VasektomiIlustrasi Menikah (IDN Times/Arief Rahmat)

Uung menjelaskan, vasektomi merupakan metode permanen yang berarti hampir 99 persen pria yang mengikuti program KB ini tidak akan lagi bisa membuahi. Karena KB permanen, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum mengikuti metode tersebut.

Pertama, keluarga pria yang ingin melakukan vasektomi minimal harus sudah memiliki tiga anak. Kemudian anak terakhir minimal sudah berumur lima tahun.

"Kemudian umurnya juga minimal sudah menginjak 30 tahun. Terus harus ada persetujuan dari istri karena ini kan dampaknya pada keluarga mereka," papar Uung.

Dari data yang didapat selama 2019, Kota Banjar menduduki jumlah pria yang mengikuti program vasektomi mencapai 524 (peserta aktif). Sedangkan daerah paling rendah ada di Kota Cirebon dengan 154 orang.

Baca Juga: Minim Peminat, Vasektomi di Kabupaten Madiun Hanya Diikuti 102 Pria  

2. Baru 7,4 juta pasangan usia subur di Jabar yang mengikuti program KB dari target 9,7 juta

Selama Pandemik, 34.884 Pria di Jawa Barat Jalani VasektomiIlustrasi keluarga. IDN Times/Mardya Shakti

Hingga saat ini, kata Uung, BKKBN Jabar terus berupaya memberikan informasi yang bisa mendorong pasangan usia subur untuk mengikuti program KB. Namun berbagai kendala masih dihadapi sehingga persentase peserta KB aktif saat ini baru mencapai 75,65 persen.

"Untuk pasangan usia subur angkanya sekarang 9,7 juta dan baru 7,4 juta yang ikut," paparnya.

Menurutnya, di tengah pandemik COVID-19 ini akses pelayanan memang terganggu hampir 50 persen. Di sisi lain, Posyandu dan Puskesmas saat ini mulai dialihkan untuk penanganan COVID-19.

"Misalnya Puskesmas tutup pelayanan dan ditugaskan untuk membantu penanganan COVID-19. Posyandu juga ditutup karena kita menghindari adanya kerumunan dan kelompok di desa-desa juga ditutup untuk menghindari kerumunan," paparnya.

3. BKKBN buat strategi baru untuk tingkatkan peserta aktif KB

Selama Pandemik, 34.884 Pria di Jawa Barat Jalani VasektomiLogo BKKBN (Dok. BKKBN)

Uung menjelaskan, BKKBN memiliki strategi baru dengan mendistribusikan alat kontrasepsi sederhana kepada keluarga yang memerlukan dan melindungi dari kehamilan berbentuk pil dan kondom.

"Salah satunya adalah mempergunakan alat kontrasepsi sebagai bentuk dari fungsi reproduksi," terangnya.

Selain itu, pemerintah telah menawarkan Program Bangga Kencana melalui BKKBN berdasarkan UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang membentuk keluarga yang berkualitas.

"Untuk membentuk keluarga berkualitas ada delapan indikator atau delapan fungsi keluarga yang harus dilaksanakan," ujar dia.

Uung menyayangkan masih ada beberapa kelompok golongan yang belum memahami tentang kesehatan reproduksi dengan mempergunakan alat kontrasepsi modern. Selain itu, BKKBN juga bekerja sama dengan pemangku kebijakan lainnya dan tokoh agama yang tergabung dalam forum antar umat beragama peduli program Bangga Kencana.

Baca Juga: Vasektomi MOP Sangat Diminati Pria di Sumut, Ini Alasannya

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya